Sabtu, 11 Oktober 2014

Mas Boy Before Mblewer Part IX

Selama Beberapa hari menginap di rumah Romlah,  Lisgonpun menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Lisgon yang biasanya hidup bergelimang harta dan kemewahan, harus hidup sederhana dan harus bekerja keras membantu ayah Romlah. Ia harus memberi minum ikan mujaer milik keluarga Romlah tiap kali ikan-ikan tersebut haus, Lisgon juga turut memandikan ikan-ikan mujaer tersebut setiap pagi dan sore, selain itu Lisgon juga mengajari ayam-ayam jago di peternakan milik keluarga Romlah agar dapat berkokok tanpa membaca teks. Lisgon juga tak sungkan-sungkan untuk ikut makan bersama keluarga tersebut, meskipun keluarga tersebut hanya makan dengan nasi putih dan lauk seadanya, namun Lisgon terlihat sangat lahap menyantap Pizza yang ia pesan lewat delivery.


#Walah -_-!!


Akhirnya, setelah beberapa hari yang luar biasa menyenangkan di rumah Romlah, Lisgonpun kembali ke rumahnya. Ayah Romlah yang menyuruhnya pulang karena tidak enak pada tetangga, Lisgonpun memakluminya sehingga ia mengikuti perintah ayah Romlah.

Keeseokan harinya Lisgon kembali bersekolah seperti biasa. Saat jam istirahat tiba para personel F4 yang lain kemudian mengajak Lisgon untuk makan siang di kantin. Setelah sampai di kantin, F4 pun memesan menu favorit mereka masing-masing.

"Mbak, Nasi goreng cuminya satu ya mbak. Oh iya, nasinya jangan digoreng ya mbak, soalnya saya lagi gak batuk, trus jangan pakai cumi-cumi ya mbak, soalnya saya alergi sama udang. Satu lagi, saya pesan teh manis dinginnya satu ya mbak, jangan pake es, soalnya saya lagi gak batuk. Terima kasih". Ujar Jambang pada mbak-mbak pramusaji

"Kalau saya karena lagi pengen berhemat, saya pesan Nasi putih aja deh mbak, jangan lupa kasih kuahnya sedikit, kasih telur puyuhnya sedikit, dan kasih sambalnya sedikit. Kalau minumnya saya pesan air putih hangat aja mbak, dan jangan lupa masukkan sedikit gula dan kopi ya mbak. Terima kasih" Ujar Bulqha pada si mbak-mbak

"Saya pesan minum aja deh mbak, kapucino yang belum dingin ya mbak, satu. Terima kasih" ujar Maknang

"Nasi campur ayam gorengnya satu mbak, oya, ayamnya yang masih perawan ya mbak, soalnya saya gak tega makan ayam yang udah berkeluarga, selera makan saya bakal hilang kalau saya ngebayangin kesedihan yang dialami anak dan suami ayam tersebut. kalau minumnya..emm..air mineral aja deh mbak, tapi jangan yang ada rasanya ya. Terima kasih".

Setelah semuanya selesai memesan, si mbak-mbak pramusajipun pergi meninggalkan F4, sementara itu setelah selesai memesan, Lisgon kemudian tampak duduk diam sambil melamun. Lisgon tampak tidak tertarik untuk ikut bergabung dengan perbincangan yang dengan tengah dilakukan oleh teman-temannya.
Tak sampai 10 menit, menu yang dipesan oleh F4pun datang dan si mbak-mbak dengan sigap segera menyajikan makanan dan minuman kepada mereka.

"Semua menu yang dipesan sudah saya antarkan. Nah, Adik-adik, apa masih ada pesanan yang kurang?" Tanya si mbak-mbak
"Ada mbak, aku pesan satu tempat spesial di hati kamu dong" jawab Bulqha yang memang terkenal playgroup

"Huuuuush! Gak boleh ngomong gitu ah, mbak ini udah punya suami loh, anak-anaknya aja udah pada sekolah, yang paling kecil udah SMP malah" Hardik Jambang

"Anu, maksudnya aku pesan tempat spesial di hati mbak-mbak itu biar aku bisa jadi menantunya, gitu" ujar Bulqha membela diri

"Boleh aja sih dek, tapi kalau anak saya mau ya, soalnya meskipun adek itu orangnya ganten, anak saya lebih suka perempuan. Soalnya dia laki-laki tulen" ucap si mbak-mbak

"Eh! ahahaha..saya cuma becanda mbak, saya tau kok kalau anak mbak itu laki-laki. ahahasseeemmm" ujar Bulqha

Setelah kejadian kecil yang cukup memalukan buat Bulqha, F4 kemudian menyantap makanan dan mereka masing-masing. Maknang kemudian membuka percakapan dengan Lisgon yang sedari tadi diam membisu

"Lisgon, ngomong-ngomong aku sedikit penasaran, kenapa kau memesan ayam yang masih perawan? tumben? biasanya kan kau tidak mempedulikan apakah ayam tersebut masih perawan, sudah menikah, janda karena ditinggal mati, janda karena diceraikan, atau ayam cabe-cabean. Apa yang terjadi bro?".

Mendengar pertanyaan itu, Lisgon sontak terbahak tertawa-tawa..

#BLETAK!
"Kalau nulis yang bener wooi" Bentak si mbak-mbak tadi yang ntah datang dari mana tiba-tiba menimpuk penulis dengan nampan
"Ya deh maaf, baiklah, kembali ke cerita

Mendengar pertanyaan itu, Lisgon sontak tertawa terbahak-bahak

"Huahahahahaha"

Lisgon tertawa dengan mulut yang sangat lebar, sampai-sampai beberapa nasi yang ada di mulutnya memilih untuk terjun bebas ke muka Bulqha


"Dasar Bodoh!, Apa kalian tega melihat anak-anak ayam yang kumakan hidup tanpa kasih sayang ibu? pernahkah kalian membayangkan betapa beratnya kehidupan yang harus dijalani anak-anak ayam tanpa ibu mereka sementara sang ayah tak peduli pada mereka dan memilih untuk membangun rumah tangga kembali dengan ayam lain? pernahkah kalian membayangkan kepedihan itu? Tidak pernah kan? sebelumnya aku juga tidak pernah terfikir akan hal itu, tetapi setelah aku tinggal di tempat Romlah, aku baru mengerti arti dari kehidupan yang sebenarnya, Bro Ayah dan Sis Emak banyak mengajarkan nilai-nilai sosial kepadaku. Kalian tidak akan pernah mengerti hal itu karena selama ini kalian cuma hidup dengan mengandalkan harta orang tua kalian. Maka dari itu perbanyaklah belajar dan memahami arti dan intisari dari kehidupan ini. Demikianlah ceramah singkat ini saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf".

Setelah mendengar tausiyah dari Lisgon, mendadak Bulqha dan Jambang tertegun, mereka kagum dan juga sedih mendengar apa yang barusan Lisgon ucapkan, dengan kepala yang tertunduk mereka kemudian mengatakan..


"UWaaaaaaaaahhmm! udah siap bro ceramahnya?".

#Lah, jadi yang tadi bukan kagum? Ppfffttt

Setelah selesai makan siang, F4pun kembali ke kelas. Tak berapa lama les terakhirpun usai, semua siswa keluar dari kelas dan kembali ke rumahnya masing-masing


Begitu sampai di rumah, Lisgon merasa badannya amat letih dan kemudian ia memutuskan untuk tidur siang. Dalam tidurnya ia bermimpi ia sedang berada di sebuah taman yang saaaangat tidak luas. Taman tersebut ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan seperti tomat, jagung, dan cabai. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat Romlah, Romlah menggunakan gaun petani sambil memegang senapan. Romlah kemudian datang menghampirinya Lisgon. Lisgon yang mengira Romlah membawa senapan untuk "menembak"nya (Mengatakan Cinta) kemudian jadi salah tingkah. Ia bingung akan memberikan apa pada Romlah, meskipun ia sedang berada di taman, namun tak satupun bunga indah yang ia temui, pada akhirnya ia memetik beberapa buah tomat sebaai pengganti bunga

"Ha..Hai Romlah, ka..kamu kok ke sini bawa senapan? kamu mau nembak aku ya? ah jangan gitu dong, seharusnya aku yang bilang duluan. Aku kan cowok" ucap Lisgon terbaa-bata seraya menyerahkan buah tomat yang dipetiknya pada Romlah


"OoOh!, jadi kau yang selaa ini nyurik di ladangku ya, sekarang kau balik badan biar kutembak kepalamu dari belakang. Cepat! berani-beraninya kau masuk ke ladangku ya" Teriak Romlah marah


"Bukan..Bukan begitu, aku cuma..tadi..aku.."

DORR!!


Lisgon tersentak dan terbangun dari tidurnya, nafasnya tersengal-sengal, bajunya basah kuyup dan ia masih keringetan. Sembari mecoba menenangkan diri, tiba-tiba handphonenya berdering..

"Halo, ini capa eah?" kata Lisgon saat menjawab panggilan

"Ini Romlah loh Lisgon"
"Oh Romlah, Romlah ge paen? dah mam?".
"Somplak!! Jangan bercanda dulu, aku mau ngomong serius nih. Ntar malam sibuk gak? kita jalan bareng yuk! Aku lagi suntuk nih, Kita main perosotan di TK Al Iklash di depan lapangan bola yang di sana yuk! "
"Oh, Aku sibuk banget nih, mau ngerjain skripsi. maaf ya aku ga bisa, udah dulu ya. daaah"

#Hening!!


#Masih Hening!!

#MAKJEGER! tiba-tiba suara petir yang sengaja penulis rekam dari petir-petir sebelumnya menyadarkan penulis kalau hp penulis pasti lagi dimainin sama adik penulis

"Woi, Balikin Hp gua. Kebiasaan lu make-make hp gua, lu pasti ngechat-ngechat gebetan lo kan? modal dong, lu harusnya beli hp sendiri, jangan taunya make hp orang mulu". Teriak penulis pada adik penulis yang berumur 3 tahun


Setelah penulis check, ternyata ada yang salah dari percakapan via telepon antara Lisgon dan Romlah. Lagian dari mana ceritanya anak SMA nulis skripsi? -_-!! Baiklah kita ulangi

"Halo, ini capa eah?" kata Lisgon saat menjawab panggilan
"Ini Romlah loh Lisgon"
"Oh Romlah, Romlah ge paen? dah mam?".
"Somplak!! Jangan bercanda dulu, aku mau ngomong serius nih. Ntar malam sibuk gak? kita jalan bareng yuk! Aku lagi suntuk nih, Kita main perosotan di TK Al Iklash di depan lapangan bola yang di sana yuk!"
"emm, gimana ya? aku pikir-pikir dulu deh, hari ini sih sebenarnya aku mau ke eropa buat ngisi TTS, tapi ya kita liat aja ntar gimana, oke"
"Yaakh, kok gitu sih? yaudah deh, maaf ya aku udah ganggu kamu Lisgon"
"Oke, maaf juga ya gak bisa ngasih kepastian sama kamu. Udah dulu ya, aku mau beli karcis nih buat naek pesawat, daah"

"Iya deh, Daah juga"

Karcis? untuk naek pesawat? Entahlah -_-!!


Begitu teleponnya terputus, Bukan main gembiranya hati Lisgon, Ia melompat ke sana mari sambil teriak-teriak. Lisgon sengaja menolak dan jual mahal pada Romlah, Ia berencana untuk datang diam-diam dan memberi kejutan pada Romlah. Ia kemudian segera mandi dan bergaya sekeren mungkin agar bisa menarik perhatian Romlah.

Lisgon pun datang ke Perosotan TK Al Iklash sambil mengendap-endap. Ternyata Romlah sudah ada di sana. Romlah ternyata tak sendiri, ia ditemani oleh sahabatnya Monik dan pacarnya Monik, Bang Toto. Monik dan Bang Toto asik bermain ayunan berdua sementara Romlah hanya terduduk lesu sambil mencabuti rumput. Lisgon yang tak tega melihat Romlah murung kemudian muncul dari tempat persembunyiannya di semak-semak yang ada di pojok, namun sebelum ia sempat menampakkan wajahnya, ternyata bajunya tersangkut duri mawar. Alhasil ia harus melepaskan terlebih dahulu duri tersebut, kalau tidak bajunya bisa robek dan akan merusak penampilannya yang keren itu. Tapi naas, Monik yang tak tahu keberadaan Lisgon di situ kemudian berteriak kecil, dan dengan ketakutan ia berkata pada Bang Toto..

"Han..Han.."
"Hansip?"
"Bu..Bukan..Han..Han..tuuu, ada hantu di semak-semak itu, aku takut Bang Tot!"
"Mana ada hantu di jaman moderen ini sayangku, itu paling cuma anjing liar. Kalau ga percaya, coba adek lempar batu ke sana, kalo bunyinya kaing-kaing atau meong, itu berarti anjing atau kucing. Tapi kalo bunyinya lain, berarti itu memang hantu dek" Ujar Bang Toto


Dengan segenap keberanian, Monikpun mengambil sebongkah batu dan melemparkannya ke arah semak-semak itu..

GROSAK!

"ADOOOOOHHHH!!! SIAPA YANG BERANI NIMPUK-NIMPUK AKU NIH HAH? UDAH BOSAN HIDUP KAU YA? UDAH GAK PENGEN LAGI KAU NENGOK MATAHARI PAGI?" Teriak suara yang berasal dari semak-semak tersebut

"Waduh! iya dek, gak ada bunyi meong atau kaing-kaing. Berarti itu beneran hantu dek, lari kita yok!"

"Bang, bang. Mana ada hantu kesakitan di lempar pakai batu. itu pasti orang bang, ayo kita tengok"

Kemudian Monik, Bang Toto, dan juga Romlah dengan berhati-hati mendatangi semak-semak tempat suara itu berasal, dan apa yang terjadi kemudian adalah..

"Loh, Lisgon! Katanya mau ngisi TTS di Eropa, kok malah di sini?" Teriak Romlah keheranan

"Iya nih, penerbanganku di batalin. soalnya pesawat yang mau aku tumpangi bannya lagi bocor, dan tukang tambal bannya lagi ngambil cuti, cuti seumur hidup kalo ga salah, jadi ya gitu. dibatalin" Jawab Lisgon
"Emm gitu, trus kenapa kamu bisa di sini?" tanya Romlah penasaran

"Oh, tadi aku lagi nyari jangkrik buat aku latih jadi seniman musik, rupanya pas kucarik-carik di dekat rumah, jangkriknya udah pindah. Untung ada tetangganya sesama jangkrik yang ngasih tau aku alamatnya sekarang, yaudah aku datangi aja alamat itu, eh pas aku lagi bertamu di rumahnya ada yang nimpuk aku dan sekarang malah ketemu kalian. Oh iya, ngomong-ngomong siapa yang nimpuk aku tadi? dan siapa laki-laki ini? kayak kenal". ujar Lisgon

"Emm, maaf ya, tadi aku yang nimpuk kamu, Lisgon. Soalnya aku pikir kamu hantu. hehe. Oh iya, ini Pacar aku, kenalin, namanya Bang Toto. Panggil aja BangTot".

"Apa? BangTot" Teriak Lisgon

DUAKK!!1

Tiba-tiba Lisgon meninju wajah Bang Toto. Sontak Monik dan Romlahpun kaget bukan kepalang, terlebih, Lisgon kemudian langsung pergi berlalu meninggalkan mereka tanpa meminta maaf pada Bang Toto dan Monik..

Setelah Bang Toto, Romlah, dan Monik kembali ke rumah masing-masing. Romlah mendapat pesan singkat dari Maknang, Maknang yang sebelumnya diberitahu oleh Lisgon tentang pemukulan tersebut dan alasan mengapa ia memukuli pacar Monik memberi tahu Romlah kalau ternyata Lisgon kenal dengan Bag Toto dan Bang Toto adalah seorang playgroup kelas botol kecap yang sering membuat wanita patah tulang

#BLETAK!!

... Bang Toto adalah seorang playgroup kelas botol kecap yang sering membuat wanita patah hati. Romlah sangat marah membaca pesan singkat tersebut dan kemudian memberitahu Monik lewat telepon

Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendatangi Bang Toto seorang diri, tanpa banyak basa basi ia kemudian menendang wajah Bang Toto dan mengancam akan menendang wajah Bang Toto puluhan kali jika ia masih berani mendekati teman baiknya tersebut. Setelah menendang wajah Bang Toto Romlah kemudian berusaha mencari Lisgon dan ingin nmeminta maaf karena telah berprasangka buruk kepadanya.

Sementara itu, Monik yang hatinya sangat hancur karena Bang Toto menangis sejadi-jadinya di lantai atas sekolah. Tak di sangka ternyata Bulqha ada di sana dan berusaha menghibur hati gadis tersebut dengan berjoget-joget dan menirukan tingkah topeng monyet. Monikpun terhibur dan untuk pertama kali dalam hidupnya ia mulai merasa simpati dengan Bulqha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar