Sabtu, 11 Oktober 2014

Mas Boy Before Mblewer Part IX

Selama Beberapa hari menginap di rumah Romlah,  Lisgonpun menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Lisgon yang biasanya hidup bergelimang harta dan kemewahan, harus hidup sederhana dan harus bekerja keras membantu ayah Romlah. Ia harus memberi minum ikan mujaer milik keluarga Romlah tiap kali ikan-ikan tersebut haus, Lisgon juga turut memandikan ikan-ikan mujaer tersebut setiap pagi dan sore, selain itu Lisgon juga mengajari ayam-ayam jago di peternakan milik keluarga Romlah agar dapat berkokok tanpa membaca teks. Lisgon juga tak sungkan-sungkan untuk ikut makan bersama keluarga tersebut, meskipun keluarga tersebut hanya makan dengan nasi putih dan lauk seadanya, namun Lisgon terlihat sangat lahap menyantap Pizza yang ia pesan lewat delivery.


#Walah -_-!!


Akhirnya, setelah beberapa hari yang luar biasa menyenangkan di rumah Romlah, Lisgonpun kembali ke rumahnya. Ayah Romlah yang menyuruhnya pulang karena tidak enak pada tetangga, Lisgonpun memakluminya sehingga ia mengikuti perintah ayah Romlah.

Keeseokan harinya Lisgon kembali bersekolah seperti biasa. Saat jam istirahat tiba para personel F4 yang lain kemudian mengajak Lisgon untuk makan siang di kantin. Setelah sampai di kantin, F4 pun memesan menu favorit mereka masing-masing.

"Mbak, Nasi goreng cuminya satu ya mbak. Oh iya, nasinya jangan digoreng ya mbak, soalnya saya lagi gak batuk, trus jangan pakai cumi-cumi ya mbak, soalnya saya alergi sama udang. Satu lagi, saya pesan teh manis dinginnya satu ya mbak, jangan pake es, soalnya saya lagi gak batuk. Terima kasih". Ujar Jambang pada mbak-mbak pramusaji

"Kalau saya karena lagi pengen berhemat, saya pesan Nasi putih aja deh mbak, jangan lupa kasih kuahnya sedikit, kasih telur puyuhnya sedikit, dan kasih sambalnya sedikit. Kalau minumnya saya pesan air putih hangat aja mbak, dan jangan lupa masukkan sedikit gula dan kopi ya mbak. Terima kasih" Ujar Bulqha pada si mbak-mbak

"Saya pesan minum aja deh mbak, kapucino yang belum dingin ya mbak, satu. Terima kasih" ujar Maknang

"Nasi campur ayam gorengnya satu mbak, oya, ayamnya yang masih perawan ya mbak, soalnya saya gak tega makan ayam yang udah berkeluarga, selera makan saya bakal hilang kalau saya ngebayangin kesedihan yang dialami anak dan suami ayam tersebut. kalau minumnya..emm..air mineral aja deh mbak, tapi jangan yang ada rasanya ya. Terima kasih".

Setelah semuanya selesai memesan, si mbak-mbak pramusajipun pergi meninggalkan F4, sementara itu setelah selesai memesan, Lisgon kemudian tampak duduk diam sambil melamun. Lisgon tampak tidak tertarik untuk ikut bergabung dengan perbincangan yang dengan tengah dilakukan oleh teman-temannya.
Tak sampai 10 menit, menu yang dipesan oleh F4pun datang dan si mbak-mbak dengan sigap segera menyajikan makanan dan minuman kepada mereka.

"Semua menu yang dipesan sudah saya antarkan. Nah, Adik-adik, apa masih ada pesanan yang kurang?" Tanya si mbak-mbak
"Ada mbak, aku pesan satu tempat spesial di hati kamu dong" jawab Bulqha yang memang terkenal playgroup

"Huuuuush! Gak boleh ngomong gitu ah, mbak ini udah punya suami loh, anak-anaknya aja udah pada sekolah, yang paling kecil udah SMP malah" Hardik Jambang

"Anu, maksudnya aku pesan tempat spesial di hati mbak-mbak itu biar aku bisa jadi menantunya, gitu" ujar Bulqha membela diri

"Boleh aja sih dek, tapi kalau anak saya mau ya, soalnya meskipun adek itu orangnya ganten, anak saya lebih suka perempuan. Soalnya dia laki-laki tulen" ucap si mbak-mbak

"Eh! ahahaha..saya cuma becanda mbak, saya tau kok kalau anak mbak itu laki-laki. ahahasseeemmm" ujar Bulqha

Setelah kejadian kecil yang cukup memalukan buat Bulqha, F4 kemudian menyantap makanan dan mereka masing-masing. Maknang kemudian membuka percakapan dengan Lisgon yang sedari tadi diam membisu

"Lisgon, ngomong-ngomong aku sedikit penasaran, kenapa kau memesan ayam yang masih perawan? tumben? biasanya kan kau tidak mempedulikan apakah ayam tersebut masih perawan, sudah menikah, janda karena ditinggal mati, janda karena diceraikan, atau ayam cabe-cabean. Apa yang terjadi bro?".

Mendengar pertanyaan itu, Lisgon sontak terbahak tertawa-tawa..

#BLETAK!
"Kalau nulis yang bener wooi" Bentak si mbak-mbak tadi yang ntah datang dari mana tiba-tiba menimpuk penulis dengan nampan
"Ya deh maaf, baiklah, kembali ke cerita

Mendengar pertanyaan itu, Lisgon sontak tertawa terbahak-bahak

"Huahahahahaha"

Lisgon tertawa dengan mulut yang sangat lebar, sampai-sampai beberapa nasi yang ada di mulutnya memilih untuk terjun bebas ke muka Bulqha


"Dasar Bodoh!, Apa kalian tega melihat anak-anak ayam yang kumakan hidup tanpa kasih sayang ibu? pernahkah kalian membayangkan betapa beratnya kehidupan yang harus dijalani anak-anak ayam tanpa ibu mereka sementara sang ayah tak peduli pada mereka dan memilih untuk membangun rumah tangga kembali dengan ayam lain? pernahkah kalian membayangkan kepedihan itu? Tidak pernah kan? sebelumnya aku juga tidak pernah terfikir akan hal itu, tetapi setelah aku tinggal di tempat Romlah, aku baru mengerti arti dari kehidupan yang sebenarnya, Bro Ayah dan Sis Emak banyak mengajarkan nilai-nilai sosial kepadaku. Kalian tidak akan pernah mengerti hal itu karena selama ini kalian cuma hidup dengan mengandalkan harta orang tua kalian. Maka dari itu perbanyaklah belajar dan memahami arti dan intisari dari kehidupan ini. Demikianlah ceramah singkat ini saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf".

Setelah mendengar tausiyah dari Lisgon, mendadak Bulqha dan Jambang tertegun, mereka kagum dan juga sedih mendengar apa yang barusan Lisgon ucapkan, dengan kepala yang tertunduk mereka kemudian mengatakan..


"UWaaaaaaaaahhmm! udah siap bro ceramahnya?".

#Lah, jadi yang tadi bukan kagum? Ppfffttt

Setelah selesai makan siang, F4pun kembali ke kelas. Tak berapa lama les terakhirpun usai, semua siswa keluar dari kelas dan kembali ke rumahnya masing-masing


Begitu sampai di rumah, Lisgon merasa badannya amat letih dan kemudian ia memutuskan untuk tidur siang. Dalam tidurnya ia bermimpi ia sedang berada di sebuah taman yang saaaangat tidak luas. Taman tersebut ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan seperti tomat, jagung, dan cabai. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat Romlah, Romlah menggunakan gaun petani sambil memegang senapan. Romlah kemudian datang menghampirinya Lisgon. Lisgon yang mengira Romlah membawa senapan untuk "menembak"nya (Mengatakan Cinta) kemudian jadi salah tingkah. Ia bingung akan memberikan apa pada Romlah, meskipun ia sedang berada di taman, namun tak satupun bunga indah yang ia temui, pada akhirnya ia memetik beberapa buah tomat sebaai pengganti bunga

"Ha..Hai Romlah, ka..kamu kok ke sini bawa senapan? kamu mau nembak aku ya? ah jangan gitu dong, seharusnya aku yang bilang duluan. Aku kan cowok" ucap Lisgon terbaa-bata seraya menyerahkan buah tomat yang dipetiknya pada Romlah


"OoOh!, jadi kau yang selaa ini nyurik di ladangku ya, sekarang kau balik badan biar kutembak kepalamu dari belakang. Cepat! berani-beraninya kau masuk ke ladangku ya" Teriak Romlah marah


"Bukan..Bukan begitu, aku cuma..tadi..aku.."

DORR!!


Lisgon tersentak dan terbangun dari tidurnya, nafasnya tersengal-sengal, bajunya basah kuyup dan ia masih keringetan. Sembari mecoba menenangkan diri, tiba-tiba handphonenya berdering..

"Halo, ini capa eah?" kata Lisgon saat menjawab panggilan

"Ini Romlah loh Lisgon"
"Oh Romlah, Romlah ge paen? dah mam?".
"Somplak!! Jangan bercanda dulu, aku mau ngomong serius nih. Ntar malam sibuk gak? kita jalan bareng yuk! Aku lagi suntuk nih, Kita main perosotan di TK Al Iklash di depan lapangan bola yang di sana yuk! "
"Oh, Aku sibuk banget nih, mau ngerjain skripsi. maaf ya aku ga bisa, udah dulu ya. daaah"

#Hening!!


#Masih Hening!!

#MAKJEGER! tiba-tiba suara petir yang sengaja penulis rekam dari petir-petir sebelumnya menyadarkan penulis kalau hp penulis pasti lagi dimainin sama adik penulis

"Woi, Balikin Hp gua. Kebiasaan lu make-make hp gua, lu pasti ngechat-ngechat gebetan lo kan? modal dong, lu harusnya beli hp sendiri, jangan taunya make hp orang mulu". Teriak penulis pada adik penulis yang berumur 3 tahun


Setelah penulis check, ternyata ada yang salah dari percakapan via telepon antara Lisgon dan Romlah. Lagian dari mana ceritanya anak SMA nulis skripsi? -_-!! Baiklah kita ulangi

"Halo, ini capa eah?" kata Lisgon saat menjawab panggilan
"Ini Romlah loh Lisgon"
"Oh Romlah, Romlah ge paen? dah mam?".
"Somplak!! Jangan bercanda dulu, aku mau ngomong serius nih. Ntar malam sibuk gak? kita jalan bareng yuk! Aku lagi suntuk nih, Kita main perosotan di TK Al Iklash di depan lapangan bola yang di sana yuk!"
"emm, gimana ya? aku pikir-pikir dulu deh, hari ini sih sebenarnya aku mau ke eropa buat ngisi TTS, tapi ya kita liat aja ntar gimana, oke"
"Yaakh, kok gitu sih? yaudah deh, maaf ya aku udah ganggu kamu Lisgon"
"Oke, maaf juga ya gak bisa ngasih kepastian sama kamu. Udah dulu ya, aku mau beli karcis nih buat naek pesawat, daah"

"Iya deh, Daah juga"

Karcis? untuk naek pesawat? Entahlah -_-!!


Begitu teleponnya terputus, Bukan main gembiranya hati Lisgon, Ia melompat ke sana mari sambil teriak-teriak. Lisgon sengaja menolak dan jual mahal pada Romlah, Ia berencana untuk datang diam-diam dan memberi kejutan pada Romlah. Ia kemudian segera mandi dan bergaya sekeren mungkin agar bisa menarik perhatian Romlah.

Lisgon pun datang ke Perosotan TK Al Iklash sambil mengendap-endap. Ternyata Romlah sudah ada di sana. Romlah ternyata tak sendiri, ia ditemani oleh sahabatnya Monik dan pacarnya Monik, Bang Toto. Monik dan Bang Toto asik bermain ayunan berdua sementara Romlah hanya terduduk lesu sambil mencabuti rumput. Lisgon yang tak tega melihat Romlah murung kemudian muncul dari tempat persembunyiannya di semak-semak yang ada di pojok, namun sebelum ia sempat menampakkan wajahnya, ternyata bajunya tersangkut duri mawar. Alhasil ia harus melepaskan terlebih dahulu duri tersebut, kalau tidak bajunya bisa robek dan akan merusak penampilannya yang keren itu. Tapi naas, Monik yang tak tahu keberadaan Lisgon di situ kemudian berteriak kecil, dan dengan ketakutan ia berkata pada Bang Toto..

"Han..Han.."
"Hansip?"
"Bu..Bukan..Han..Han..tuuu, ada hantu di semak-semak itu, aku takut Bang Tot!"
"Mana ada hantu di jaman moderen ini sayangku, itu paling cuma anjing liar. Kalau ga percaya, coba adek lempar batu ke sana, kalo bunyinya kaing-kaing atau meong, itu berarti anjing atau kucing. Tapi kalo bunyinya lain, berarti itu memang hantu dek" Ujar Bang Toto


Dengan segenap keberanian, Monikpun mengambil sebongkah batu dan melemparkannya ke arah semak-semak itu..

GROSAK!

"ADOOOOOHHHH!!! SIAPA YANG BERANI NIMPUK-NIMPUK AKU NIH HAH? UDAH BOSAN HIDUP KAU YA? UDAH GAK PENGEN LAGI KAU NENGOK MATAHARI PAGI?" Teriak suara yang berasal dari semak-semak tersebut

"Waduh! iya dek, gak ada bunyi meong atau kaing-kaing. Berarti itu beneran hantu dek, lari kita yok!"

"Bang, bang. Mana ada hantu kesakitan di lempar pakai batu. itu pasti orang bang, ayo kita tengok"

Kemudian Monik, Bang Toto, dan juga Romlah dengan berhati-hati mendatangi semak-semak tempat suara itu berasal, dan apa yang terjadi kemudian adalah..

"Loh, Lisgon! Katanya mau ngisi TTS di Eropa, kok malah di sini?" Teriak Romlah keheranan

"Iya nih, penerbanganku di batalin. soalnya pesawat yang mau aku tumpangi bannya lagi bocor, dan tukang tambal bannya lagi ngambil cuti, cuti seumur hidup kalo ga salah, jadi ya gitu. dibatalin" Jawab Lisgon
"Emm gitu, trus kenapa kamu bisa di sini?" tanya Romlah penasaran

"Oh, tadi aku lagi nyari jangkrik buat aku latih jadi seniman musik, rupanya pas kucarik-carik di dekat rumah, jangkriknya udah pindah. Untung ada tetangganya sesama jangkrik yang ngasih tau aku alamatnya sekarang, yaudah aku datangi aja alamat itu, eh pas aku lagi bertamu di rumahnya ada yang nimpuk aku dan sekarang malah ketemu kalian. Oh iya, ngomong-ngomong siapa yang nimpuk aku tadi? dan siapa laki-laki ini? kayak kenal". ujar Lisgon

"Emm, maaf ya, tadi aku yang nimpuk kamu, Lisgon. Soalnya aku pikir kamu hantu. hehe. Oh iya, ini Pacar aku, kenalin, namanya Bang Toto. Panggil aja BangTot".

"Apa? BangTot" Teriak Lisgon

DUAKK!!1

Tiba-tiba Lisgon meninju wajah Bang Toto. Sontak Monik dan Romlahpun kaget bukan kepalang, terlebih, Lisgon kemudian langsung pergi berlalu meninggalkan mereka tanpa meminta maaf pada Bang Toto dan Monik..

Setelah Bang Toto, Romlah, dan Monik kembali ke rumah masing-masing. Romlah mendapat pesan singkat dari Maknang, Maknang yang sebelumnya diberitahu oleh Lisgon tentang pemukulan tersebut dan alasan mengapa ia memukuli pacar Monik memberi tahu Romlah kalau ternyata Lisgon kenal dengan Bag Toto dan Bang Toto adalah seorang playgroup kelas botol kecap yang sering membuat wanita patah tulang

#BLETAK!!

... Bang Toto adalah seorang playgroup kelas botol kecap yang sering membuat wanita patah hati. Romlah sangat marah membaca pesan singkat tersebut dan kemudian memberitahu Monik lewat telepon

Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendatangi Bang Toto seorang diri, tanpa banyak basa basi ia kemudian menendang wajah Bang Toto dan mengancam akan menendang wajah Bang Toto puluhan kali jika ia masih berani mendekati teman baiknya tersebut. Setelah menendang wajah Bang Toto Romlah kemudian berusaha mencari Lisgon dan ingin nmeminta maaf karena telah berprasangka buruk kepadanya.

Sementara itu, Monik yang hatinya sangat hancur karena Bang Toto menangis sejadi-jadinya di lantai atas sekolah. Tak di sangka ternyata Bulqha ada di sana dan berusaha menghibur hati gadis tersebut dengan berjoget-joget dan menirukan tingkah topeng monyet. Monikpun terhibur dan untuk pertama kali dalam hidupnya ia mulai merasa simpati dengan Bulqha..

Kamis, 05 Juni 2014

Mas Boy Before Mblewer Part VIII

Di hari pertandingan, para siswa dan siswi berkumpul di empang untuk memberikan dukungan kepada peserta lomba. Mereka penasaran apakah Romlah mampu menandingi Bulqha dalam adu renang. Namun ternyata, yang menjadi peserta bukanlah hanya Romlah dan Bulqha saja, Maknang dan Jambang juga akan bertanding sebagai rival. Sebelumnya, Maknang bersikeras untuk tetap ikut bertanding karena ia merasa tidak fair rasanya jika ia mewakilkan dirinya pada Romlah. Sementara itu, Jambang yang tahu kalau Lisgon memiliki fobia akut pada ikan Lele tak berkumis mengajukan diri sebagai lawan tanding Maknang. Delfi Yono Rapopo sebagai pencetus ide pun kemudian mengizinkan hal tersebut..

Sementara Lisgon? Lisgon sampai sekarang tak kelihatan batang hidungnya..

#Jangan tanya penulis di mana ia berada, karena penulis juga tak tahu. Coba kalian SMS atau BBM aja dia. Penulis juga kesel nih sama dia, seharusnya sebagai salah satu karakter dalam cerita ini, dia harus selalu ada, gak ngilang-ngilang gini..

Pertandinganpun dimulai..

Di pertandingan pertama antara Maknang dan Jambang, Maknang berhasil keluar sebagai pemenang. Maknang yang merupakan atlet lempar cakram antarkampung, berhasil unggul jauh dari Jambang. Atas kemenangannya tersebut, Maknangpun berhasil mendapatkan satu poin..

Kemudian berlanjut ke pertandingan ke dua, Pertandingan yang paling ditunggu-tunggu itupun dimulai. Romlah melawan Bulqha. Penontonpun berteriak riuh rendah memanggil kedua nama mereka..

"Maknang! Maknang! Maknang!"

"Lisgon! Lisgon! Lisgon!"

#Sebentar. Kan yang tanding Romlah sama Bulqha, ngapa penonton pada nyebut nama Maknang dan Lisgon? Penulis bisa memaklumi kalau nama Maknang yang disebut, karena memang dia yang menang barusan, tapi kalo Lisgon? Lah kan dia gak ikut lomba? Ini baru awal cerita ya, jangan buat penulis emosi, soalnya kalo penulis lagi emosi bahaya, darah mudanya bisa kambuh..

"DARAH TINGGI WOI DARAH TINGGI!!!!!!!!
BLETAK! BLETAK! BLETAK!! Teriak penonton sambil melemparkan penulis dengan bunga mawar merah beserta pot-potnya

Kembali ke cerita..

Romlah dan Bulqha bersiap di garis start, mereka berdua bersiap untuk melompat sembari mendengarkan aba-aba dari Yono Rapopo 

"Siap!! Mulai"
Priiiiiiiiitttt!!!!

Romlah dengan kecepatan kilat melompat ke dalam empang dan kemudian berenang sekuat tenaga. Romlahpun unggul cukup jauh dari Bulqha. Penonton semakin semangat dan semakin lantang memberikan dukungan sembari berteriak..

"Delfi Yono! Delfi Yono! Delfi Yono!!

#WOI PENONTON!!!

"Woooiiii!!"

#Gak usah dijawab, -_-!! ini bukan acara lenong. Penonton, yang tanding kan Romlah dan Bulqha. Ngapa malah dukung Delfi Yono? Dia itu kan gak ikut tanding, dia itu wasitnya loh, WASSSIIIITTTT!!!!

BLETAK! Pada akhirnya, karena emosi yang tak terkendali. Penulispun balas melempar penonton dengan bunga mawar beserta pot-potnya.

#Yuhu! Bullseye! Tepat sasaran..

Penonton tidak terima dengan apa yang barusan penulisa lakukan..

"Woi!!, berani lu ama kita-kita. Teman-teman, serang!!!"

Sedetik kemudian ratusan, puluhan, dan bahkan satuan (?) penonton melemparkan bunga mawar kepada penulis beserta potnya, pupuknya, dan juga penjualnya...

BLETAK, BADUNGBANG PLAK TIMPLUNG TIMPLANG!!!!

#AMPUN!!, Gak lagi-lagi deh nyerang orang banyak...

Mari kita lanjut lagi :'(

Romlah berhasil unggul jauh dari Bulqha, namun Bulqha tak mau menyerah begitu saja, ia kemudian mengerahkan seluruh tenaganya agar bisa mendahului Romlah. Penontonpun semakin bersemangat memberikan dukungan. Bulqha kini sudah sangat dekat dengan Romlah, sementara Romlah mulai kehabisan tenaga, ayunan tangannya mulai melemah. Ia sadar ia akan kalah, sampai tiba-tiba di hadapan mereka berdua muncul keponakan jauh Lele tak Berkumis yang bernama Lele Berambut Mohawk. Kehadiran Lele Berambut Mohawk yang saat itu tengah melintas membuat keduanya kaget, terlebih lagi Bulqha. Bulqha Syok, jantungnya hampir copot melihat kehadiran makhluk seabsurd itu. Ia berusaha menenangkan diri, namun ia tak bisa membohongi fobianya. Ya, ia menderita LELEMOHAWKISFOBIA. Seketika pandangannya gelap, ia mulai kehilangan arah dan tujuan, tak tahu hendak ke mana melangkah. Ia bagai musafir yang ditinggalkan oleh rombongan kafilahnya, ia bagai cicak yang tak memiliki bulu (?), dan ia bagaikan burung beo yang tak bisa berenang. Bulqha kemudian pingsan tak sadarkan diri, sementara Maknang yang menyadari hal tersebut, langsung melompat ke arah empang dan berusaha menyelamatkan si Lele Berambut Mohawk. Ia berfikiran jika ia berhasil menyingkirkan penyebab ketakutan Bulqha, Bulqha dapat melanjutkan pertandingan. Ternyata benar, Bulqhapun kembali tersadar dan berusaha melanjutkan perlombaan kembali. Namun semuanya terlambat. Romlah telah sampai di garis finish dan dinyatakan sebagai pemenang. Bulqha sangat kesal, sangking kesalnya ia melampiaskan amarahnya dengan memotongi kuku kakinya yang memang sudah panjang..

Berdasarkan hasil yang didapat, Maknang dan Romlah dinyatakan sebagai pemenang. Delfi Yono kemudian menghampiri dan memberikan ucapan selamat kepada Lele Berambut Mohawk..

"Selamat jalan Lele Berambut Mohawk, semoga engkau tenang di alam sana"

#Sebelumnya, Maknang yang melihat Lele Berambut Mohawk tengah tenggelam (saat bertemu Bulqha) berusaha menyelamatkannya dengan membawanya ke darat. Di darat, sang Lele Berambut Mohawk diberi oksigen alami oleh tim dokter (yang disewa oleh Delfi Yono untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan). Namun apadaya, sang Lele Berambut Mohawk tak dapat diselamatkan dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.

R.I.P LELE!!

Maknang yang keluar sebagai pemenang kompetisi antara dirinya dan Lisgon kemudian mengeluarkan permintaannya. Ia meminta agar dirinya dimasukkan lagi ke dalam F4, dan yang kedua ia meminta agar dirinya dan Romlah tidak dikeluarkan dari sekolah. Lisgon yang mendapatkan SMS berisi berita kemenangan dan juga seluruh permintaan Maknang dari Bulqha, mau tidak mau harus menurutinya. Sementara itu, Maknang yang saat itu tengah berada di dalam euforia kemenangan mengajak Romlah untuk makan malam bersama di sebuah kafe paling tidak romantis dan paling tidak terkenal di depan komplek malam ini. Bulqha dan Jambang yang tanpa sengaja mendengar ajakan itu langsung mengirimkan SMS kepada Lisgon..

isi SMSnya..

"Bro, barusan aku denger kalo si Maknang ngajakin Romlah kencan malam ini bro di kafe depan komplek yang terkenal paling tidak terkenal dan paling tidak romantis itu bro. Isikan pulsa ke nomor ini 20rb ya bro, Penting! Jangan ditelpon, soalnya aku lagi di kantor polisi nih bro".

#Wah, bisa jadi judul pelem nih, Bulqha Minta Pulsa...

Lisgon yang mendapat SMS dari Bulqha langsung cemburu. Pada malam harinya, ia memutuskan untuk membelikan Bulqha pulsa dan setelah itu diam-diam ia memutuskan untuk pergi mengikuti Romlah dan Maknang yang sedang berkencan..

Kencan Maknang dan Romlah berjalan lancar, Maknang dan Romlah malah sangat terlihat romantis (padahal mereka sedang berada di kafe paling tidak romantis) dengan saling suap-suapan. Maknang menyuap makanan ke mulutnya sendiri, dan begitupun juga Romlah. Terlebih lampu semprong yang berada di tengah meja, menambah kesan romantisme malam itu..

#Keterangan : Sebenarnya bukan romantis sih, cuma saat itu minyak genset sedang habis, jadi pengelola kafe mau tak mau menyediakan lampu semprong sebagai alat penerangan bagi pengunjung

Setelah makan malam nan romantis itu usai, Maknang mengajak Romlah untuk berkunjung ke rumahnya. Di rumahnya, Maknang berusaha mencium Romlah, dan gadis itu sama sekali tak menolak..

BLETAK!!!

#Penulispun menimpuk Romlah dengan batu..
HARUSNYA KAU NOLAK ROMLAH! NGAPA JADI NAFSU AMAT?
AYO BALIK LAGI KE BENANG MERAH..

Setelah makan malam nan romantis itu usai, Maknang mengajak Romlah untuk berkunjung ke rumahnya. Di rumahnya, Maknang berusaha mencium Romlah, namun gadis itu menolak. Maknang sadar kalau Romlah sudah tak lagi menyukainya, artinya ia harus melepaskan Romlah ke orang yang Romlah sayang. Ya, orang yang Romlah sayang adalah Lisgon..

Keesokan harinya di sekolah, Lisgon masih terlihat marah pada Maknang. Ia selalu memasang muka tak bersahabat setiap kali bertemu Maknang. Maknangpun kemudian mengajaknya bermain catur dan Lisgon menyanggupinya sambil tetap memasang muka yang tak enak dilihat..

Saat bermain catur, Lisgon terdesak. Maknang kemudian men-skak mati raja-Lisgon. Lisgon emosi dan melayangkan sebuah bogem mentah ke mukanya sendiri. Tak mau kalah, Maknang juga membantu Lisgon dengan memukul wajah Lisgon dengan sekuat tenaga..

"Kenapa kau selalu menang dariku, Maknang? Kenapa? Pertama kau mengambil Romlah dariku, kemudian kau memenangkan kompetisi, dan yang terakhir kau menang catur dariku. Kenapa kau selalu menang? Ya, aku melihatmu semalam berkencan dengan Romlah. Kalian terlihat sangat romantis. Argh! Dunia sangat tidak adil padaku!!" Teriak Lisgon

"HAHAHA!! Dasar Bodoh! Jadi kau emosi hanya karena aku berkencan dengan Romlah? Asal kau tahu saja. Aku sengaja berbicara agak keras saat mengajak Romlah berkencan agar Bulqha dan Jambang dapat mendengarnya juga. Aku tahu mereka akan memberitahumu, dan aku juga tahu kau akan mengikuti kami. Aku sengaja melakukan ini untuk melihat seberapa besar cintamu padanya. Ternyata, kau lebih mencintai dia dari pada aku. Romlah berhak mendapatkan Lelaki yang lebih baik dariku. Ya, kaulah orangnya, Pemilik Empang"...

#Eh, Pemilik Empang? maksudnya? Woi. Pemilik Empang, ngapain di pojok sana? Pergi sana, Pegi! Ngerusak suasana aja. Peranmu gak ada di scene ini loh. Gimana sih? Makanya lain kali baca script dong..

Oke pemirsah, kita ulang beberapa kalimat terakhir dari Maknang..

Aku sengaja melakukan ini untuk melihat seberapa besar cintamu padanya. Ternyata, kau lebih mencintai dia dari pada aku. Romlah berhak mendapatkan Lelaki yang lebih baik dariku. Ya, kaulah orangnya, Lisgon"

Lisgon terhenyak, untuk beberapa saat dia tertegun seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari Maknang. Ia juga tak menyangka kalau ternyata Maknang adalah teman yang sangat baik hati, rajin menabung, tidak sombong, patuh dan taat terhadap nasehat guru dan orang tua, peraturan dan tata tertib sekolah..

#Walah

Lisgon kemudian memeluk Maknang dan mengucapkan terima kasih atas apa yang ia telah lakukan dan meminta maaf karena selama ini telah salah menilainya..

#Kata-kata bijak dari Penulis : Ya, itulah arti teman yang sebenarnya, terkadang berantem, terkadang juga berantem lagi. Namun pada akhinrya teman sejati akan selalu menjadi teman berantem. 

Meskipun sudah tahu dari Maknang bahwa ternyata Romlah juga mencintainya, sifat asli Lisgon yang usil tetap keluar. Ia dan personil F4 lainnya kemudian menyusun sebuah rencana untuk mengerjai Romlah..
.
Malamnya, Romlah mendapat telepon dari Jambang yang menyampaikan kabar genting, Lisgon mengalami kecelakaan  saat bermain catur dan dirawat di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Romlahpun kaget mendengarnya, dan kemudian buru-buru pergi ke rumah sakit dengan sepeda kecilnya.

Ketika telah sampai di kamar tempat Lisgon dirawat, Romlah melihat ketiga personil F4 tengah bersedih. Sementara itu, di atas ranjang tergeletak tubuh Lisgon yang kelihatan tak bergerak sama sekali dan mulutnya diperban. Dari keterangan Jambang, ia mengetahui kalau ternyata Lisgon terlalu bersemangat saat bermain catur dan memakan biji-biji pion lawan sehingga mulutnya cedera. Romlah yang mendengarnya langsung terduduk di sisi ranjang sambil menangis tersedu-sedu..

"Kenapa kau makan biji pionnya doang? kenapa ga rajanya juga? dasar bodoh, kalau kau cuma makan pionnya doang kau gak bakal bisa menang. Hu..Hu..Hu..Lagian kalo makan biji pion kenapa harus semua? kenapa gak disisain buat aku? aku kan juga pengen. Lisgon! bangun Lisgon! udah waktunya Isya nih, jangan nyenyak kali tidurnya. Ayo dong jadi imamku, biar nanti kau bisa jadi imamku seumur hidup.."

Lisgon yang ternyata pura-pura sakit kemudian bangun, dan sambil tersenyum jahat. Ia kemudian meminta Romlah untuk mengulang perkataannya barusan. Kontan saja gadis itu langsung mengamuk dan memukul-mukul muka lisgon dengan tabung oksigen. Romlahpun semakin kesal saat tahu kalau ternyata tiga personil F4 yang lainnya terlibat dalam rencana ini, ia kemudian mengambil ranjang dari kamar sebelah dan lagi-lagi memukuli Lisgon dengan ranjang tersebut.

Untungnya kemarahan Romlah tidak berlangsung lama setelah Maknang berhasil menenangkan Romlah dengan memeluk Bulqha..

*Eh..

Maknang menjelaskan alasan mengapa ia dan teman-temannya membuat rencana itu. Kemarahan Romlahpun mereda. Lisgon yang tak mau kehilangan momen, memanfaatkan saat-saat tersebut dengan mengajak Romlah menonton sebuah film berjudul Emak Ijah Pingin Tamat Kuliah di layar tancep pribadi Lisgon, dan ternyata Romlah tak menolak. Esok malamnya, mereka berduapun menonton bersama..

Setelah berhasil mengajak Romlah nonton berdua, Lisgon memberikan kejutan pada Romlah dengan datang ke rumah Romlah. Lisgon disambut hangat oleh kedua orang tua Romlah. Lisgon berusaha akrab dengan keluarga Romlah dengan memanggil ayah Romlah dengan sebutan Bro Ayah dan ibu Romlah dengan Sis Emak. Tentu saja Romlah Protes, namun Ayah dan Ibu Romlah memaksa Romlah untuk membiarkan Lisgon menyebut mereka seperti itu. Ternyata kegilaan Lisgon belum berakhir, ia kemudian malah meminta izin kepada ayah dan ibu Romlah untuk menginap di rumah mereka malam itu. Tentu saja Romlah semakin protes, Namun ia tak bisa berbuat banyak karena lagi-lagi ayah dan ibu Romlah memaksanya untuk mengizinkan Lisgon menginap...

Selasa, 03 Juni 2014

Mas Boy Before Mblewer Part VII

Romlah berinisiatif untuk mengakhiri semua kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya, Lisgon dan Maknang dengan datang ke rumah Lisgon seorang diri, dan dengan sepeda kecilnya ia kemudian bergegas pergi. Sesampainya ia di depan rumah Lisgon, Romlah melihat sebuah kendaraan mewah bermerek BMW (Becak Motor Warisan) berwarna Merah terparkir di sana. Belum sempat ia menurunkan kedua kakinya dari sepeda kecilnya, tiba-tiba Lisgon keluar dari rumah. Romlah yang melihat Lisgon kemudian berteriak memanggil..

"Lisgon! Tunggu! ada yang harus aku jelaskan! Kau salah faham!"

Lisgon yang saat itu sedang tidak ingin bertemu dengan Romlah maupun Maknang, langsung berlari ke arah kendaraan mewahnya (BMW yg tadi itu loh). Sambil menjulurkan lidahnya ia menoleh ke arah belakang dengan maksud untuk mengejek Romlah dan kemudian dengan buru-buru ia memacu kendaraan mewahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, kurang lebih 15 KM/Jam. Sadar kalau Romlah tak mungkin mengejar Lisgon, ia kemudian terduduk di pinggiran trotoar, ia tampak putus asa, namun mendadak muncul sebuah becak motor sport berwarna silver kekarat-karatan berhenti di dekat tempat Romlah duduk. Pengemudinya adalah seorang wanita yang cantik yang kemudian langsung membukakan pintu dan menyuruh Romlah untuk masuk supaya mereka bisa mengejar Lisgon. Dalam keadaan bingung, Romlahpun menuruti perempuan tersebut.

#Catatan, perbedaan becak motor mewah dengan becak motor biasa itu terletak di pintunya. jika becak biasa tidak memiliki pintu, maka BMW memilikinya. Bahkan pintu daruratnya juga ada.
Kejar-kejaranpun terjadi, Lisgon yang sadar tengah dibuntuti memacu BMWnya sampai menyentuh angka 19Km/jam. Tak mau kalah, BMW berwarna silver kekarat-karatan yang dikemudikan oleh si wanita cantikpun menambah kecepatan kendaraannya hingga mencapai 19, 001 KM/SMS...

#BLETAK!! tiba-tiba sang wanita cantik menimpuk kepala penulis dengan BMW Silver kekarat-karatannya...
Kita ulangi.

Tak mau kalah, BMW berwarna silver kekarat-karatan yang dikemudikan oleh si wanita cantikpun menambah kecepatan kendaraannya hingga mencapai 19KM/jam juga. kejar-kejaran semakin seru ketika Lisgon yang sudah unggul 2,5 meter tiba-tiba menepi saat seorang ibu-ibu menyetop BMW Lisgon..

"Bang, Lapangan Merdeka bang! 40rb ya"
"30rb lah bu ya, jauh loh bu. biasanya juga pasarannya 30rb nya"
"ah mahal x bang, biasanya aku bayar 40rb ke sana, kok sekarang tambah mahal?"
"okelah bu, 35rb lah ya bu. Biar berangkat kita nih"
"ah gak mau, 50rb, mau apa gak. kalo gak aku cari yang lain nih"
"baiklah bu, ayo naik". Ujar Lisgon..

dan setelah proses negosiasi yang berjalan alot tersebut, naiklah si ibu-ibu tadi ke BMWnya Lisgon. Namun karena proses negosiasi tadi berjalan cukup lama, jarak BMW Lisgon dengan BMW yang ditumpangi oleh Romlah menjadi semakin dekat menjadi hanya sekitar 2, 49 meter. Lisgonpun panik, dengan tergesa-gesa ia pun kemudian memacu BMWnya hingga 20KM/jam. Wuzz!!

Kejar-kejaran berakhir saat BMW Lisgon telah sampai di Lapangan Merdeka. Sembari memasang muka kusut ia pun mempersilahkan ibu-ibu tadi turun..
"Bu, kita udah sampai nih, ayo turun bu, silahkan!"
"Makasih ya bang, ni bang 50rb! lain x jangan mahal-mahal ngasih harga bang, bisa lari pelanggan"
"iya bu, maaf ya!" seru lisgon..

sementara si ibu-ibu tadi pergi menjauh dari BMW Lisgon, Lisgon dengan bersungut-sungut kemudian berkata..

"sial, seharusnya aku bisa dapat 30rb, eh malah cuma 50rb. naseeep saseeep! mau buntung malah untung"

SPEECHLESS!!

Tak disangka, ternyata BMW berwarna silver kekarat-karatan yang sejak tadi mengikuti Lisgon sudah berada tepat di belakang BMW Lisgon. Sebelum Lisgon sempat masuk kembali ke BMWnya, perempuan cantik pemilik BMW Silver kekarat-karatan tersebut langsung turun dan menodongkan pedang kayu ke arah Lisgon sambil memarahinya karena sudah tidak bersikap sopan pada wanita. Romlah yang mendengar percakapan itu dari dalam BMW Silver kekarat-karatan merasa tersanjung karena ia merasa mendapat pembelaan. Ia pun mulai simpati pada perempuan cantik tersebut. Sementara itu sang perempuan cantik yang masih menodongkan pedang kayu ke arah Lisgon membentak Lisgon..

"Kan udah kakak bilang, jangan pernah mau kalo dibayar lebih tinggi dari 30rb. Bisa untung kita nanti! gimana sih?"

Bagaikan kecebong hanyut di tengah parit pembuangan, Romlah yang semula merasa mendapat pembelaan tiba-tiba terhenyak. Ia tak menyangka bahwa wanita cantik itu ternyata memarahi Lisgon karena ibu-ibu tadi, dan bukan karena dia....

Wanita cantik itu ternyata adalah Delfi Yono Rapopo yang tak lain adalah kakak Lisgon. Meskipun selama ini terkesan kaku, kejam, dan galak ternyata Lisgon sangat takut pada kakaknya.

"Lisgon!! Pulang! kalau kau gak mau pulang, jangan pernah kau injakkan kakimu lagi di rumah tetangga ya!"
"I..I..Iya kak, aku pulang!" jawab Lisgon terbata-bata..

Sesampainya di rumah, ternyata di sana telah hadir jambang dan Bulqha.
"Hai Lisgon! keluar yuk! ada festival gulat jangkrik loh!" ajak Bulqha
"Kalau kau gak mau, temenin abang dangdutan yuk!" seru Jambang
"Ikh, Najis luh!" jawab Lisgon

Sayup sayup terdengar lantunan lagu indah nan eksotis..
"lay..lay..lay..lay..lay..lay..panggil aku si jablai, abang jarang pulang adek jarang dibelai..."

Lisgon yang sedang kesal kemudian bergegas masuk ke rumah dan menuju ke kamarnya, ia kemudian mengurung diri di sana hingga malam hari. Meskipun sudah dibujuk untuk keluar oleh Yono Rapopo..

"Dek keluar dong, kita makan bersama yuk!"
"Ogah! Aku gak haus!" Jawab Lisgon

Bulqha..

"Bro, keluar dong, kita liat Keong Sawah lagi balap liar yuk bro"
"Gak mao! nanti tiba-tiba ada razia, bisa ditangkap polisi kita"

dan Jambang..

"Bro, temenin abang dangdutan yuk!"
"Ikh, najis luh!!"

Lisgon tetap teguh pada pendiriannya, ia tidak mau keluar dan lebih memilih untuk tetap mengurung diri sambil kelaparan di kamarnya

Sementara itu, Yono Rapopo mengajak Jambang, Bulqha, dan Romlah untuk makan bersama. Kebetulan Yono Rapopo telah memesan sebuah menu masakan mahal khas eropa bernama Fresh Vegetables with javanese peanut sauce (PECAL). Sembari makan, Romlah kemudian menceritakan penyebab pertikaian antara Lisgon dengan Romlah dan Maknang kepada Delfi Yono Rapopo. Setelah selesai, Yono Rapopo kemudian mengantar Romlah pulang ke rumahnya dan mengucapkan terima kasih karena telah membuat adiknya menjadi lebih manusiawi


Sementara itu, saat rumah sepi. Lisgon keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Ia kemudian menuju ke dapur dan membuka kulkas..

"Laper juga bah! gak ada gunanya juga sih merajuk. Ah bodo amat, yang penting sekarang cari makanan. Bwahahaha"

 >:)

Saat Lisgon sedang memakan makanan yang tersedia di kulkas, tiba-tiba HPnya berbunyi, ternyata Maknang menelponnya. Kemudian dengan setengah hati ia menjawab telpon dari Maknang..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Temenin abang dangdutan yuk!"
"Ayuk!"

Makjeger, tiba-tiba suara petir mengingatkan penulis kalau ia sudah bosan terus-terusan bersuara untuk menyadarkan penulis kalau ceritanya sudah lari dari jalur..

Baiklah, kita ulang..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Anu, sebenarnya aku pingin menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang ada di antara kita bertiga. Bisakah kita bertemu di Kafe depan komplek bro?"
"Tak ada yang harus dijelaskan, semuanya sudah jelas. aku kecewa padamu mas, aku kecewa! pulangkan saja aku ke rumah orang tua sepupuku mas! ceraikan aku mas, ceraikan!!"

#Teros! Teros! Teroslah mengulah ya Lisgon, Penulis capek loh terus-terusan ngerevisi cerita. 

"Maaf deh Penulis, aku janji ga gitu lagi"
#Huh, tiada maaf bagimu"

"tolong maafin aku dong penulis, aku janji tidak akan mengulanginya lagi"

#janjimu, janji palsu. aku tak sudi untuk percaya lagi padamu. lebih baik kau pulangkan saja aku pada orang tua tetanggaku. ceraikan tetanggaku mas! ceraikan!


INI SEBENARNYA CERITA APA SIH????
#Yosh, mari kita ulangi lagi..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Anu, sebenarnya aku pingin menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang ada di antara kita bertiga. Bisakah kita bertemu di Kafe depan komplek bro?"
"Baiklah, kebetulan aku lagi lapar nih, tapi kau yang traktir ya!"
"Oukhay" Seru Maknang..

Sesampainya di kafe, Maknang dan Lisgon bersikap tenang, tidak ada raut kesal pada wajah Lisgon, yang ada hanya raut kelaparan. Setelah selesai makan dan membayar, Maknang kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun Lisgon yang semula bersikap baik (karena minta ditraktir) berubah menjadi dingin. Ia tak percaya dengan setiap kata-kata yang diucapkan oleh Maknang. Masalah yang semula ingin diselesaikan oleh Maknang bukannya selesai malah semakin runcing. Lisgon meminta Maknang menjauhi Romlah..

Ternyata Lisgon tidak main-main dengan perkataannya, ia mendatangi kantor kepala sekolah dan mengintimidasi kepala sekolah untuk mengeluarkan Maknang dan Romlah dari sekolah itu. Namun tak disangka, tiba-tiba Delfi Yono Rapopo muncul dan menjewer bibir sang adik sambil mengajaknya keluar dari kantor kepala sekolah.

Delfi Yono Rapopo kemudian mengajak seluruh personil F4 plus Romlah untuk pergi ke rumahnya. Di rumah, Delfi Yono Rapopo mengajukan sebuah proposal menarik ; Lisgon dan Maknang bisa menyelesaikan konflik mereka lewat adu ketangkasan di bidang olahraga, dan permintaan sang pemenang akan diikuti dan dipatuhi oleh seluruh anggota F4 plus Yono Rapopo dan Romlah. Lisgon berusaha protes, namun ia kalah suara karena semua mendukung keputusan Yono Rapopo 

Pertandingan pertama adalah balap karung. Maknang yang memiliki postur sedikit lebih tinggi diunggulkan dalam pertandingan ini. Saat pertandingan, Maknang unggul jauh namun akhirnya kalah karena ternyata karungnya sobek sehingga Maknang didiskualifikasi. Meski menang, namun Lisgon tetap bersedih karena karung kesayangan yang ditunggangi cedera parah (baca : hampir sobek) dan dinyatakan tidak akan pernah bisa dipakai untuk berlomba lagi.

Pertandingan kedua, Lisgon yang memilih dan hasilnya adalah adu jangkrik. Lisgon yakin Maknang pasti kalah, karena Maknang sangat tidak suka melihat hewan di adu. Lisgon yakin Maknang tidak akan mau melihat kedua hewan tersebut saling menyakiti. Romlah berusaha membujuk jangkriknya Maknang untuk mundur, namun jangkriknya malah menolak..

#hadeuh!! -_-!!
Akhirnya diputuskan bahwa adu jangkrik akan tetap dilaksanakan..

Sebelum adu jangkrik dimulai, masing-masing jangkrik melakukan pemanasan terlebih dahulu. Lisgon dan Maknang berusaha mengurut otot lengan dan kaki para jangkrik agar jangkrik-jangkrik tersebut tidak mengalami keram saat bertanding nanti..

Kedua jangkrik baik yang berasal dari sudut merah maupun sudut biru tengah berada di sudut lapangan sembari duduk dan mendengarkan arahan dari Lisgon maupun Maknang, namun sesaat sebelum wasit memanggil kedua jangkrik untuk menuju ke tengah ring, Romlah memberikan ciuman mesra kepada jangkriknya Maknang, alhasil, Lisgonpun cemburu dan tanpa sadar memencet (maaf kalau adegan ini terlalu vulgar) jangkrik jagoannya. Jangkrik tersebutpun terkapar, seluruh orangpun panik, dan berusaha menyelamatkan nyawa Jangkrik tersebut, namun naas, jangkrik tak dapat diselamatkan, ia meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Khusus Jangkrik. Seluruh Anggota F4 plus Delfi Yono Rapopo dan Romlahpun sedih, termasuk penulis yang juga sedih...

SEDIH KARENA KENAPA CERITA YANG PENULIS BUAT GAK ADA BENERNYA, KENAPA? KENAPA HARUS SI JANGKRIK YANG MATI? KENAPA AIR LAUT ASIN? DAN KENAPA AKU BERTANYA? KENAPA? TOLONG JANGAN JAWAB PERTANYAAN SAYA!!!

HENING!

#Sejenak mari kita melakukan hening cipta untuk mengenang dan mendoakan arwah jangkrik the warrior tersebut, semoga ia tenang di alam sana..

Karena Jangkrik Lisgon telah mati, eh maaf, meninggal dunia, akhirnya Lisgonpun didiskualifikasi sehingga otomatis Maknangpun menang.

Karena kedudukan seimbang, akhirnya digelarlah pertandingan ketiga. Kali ini, yang memilih adalah Romlah. Romlah memilih kompetisi renang di empang lele dan pertandingan akan dilakukan sepuluh hari setelah hari ini, tentu saja Lisgon yang fobia terhadap lele tak berkumis keberatan, namun Yono Rapopo mengingatkan Lisgon jika ia keberatan dan menolak untuk bertanding, maka Maknanglah yang dianggap sebagai pemenang.

Keesokan harinya, Lisgon terlihat murung di sekolah, Bulqha yang mengetahui hal itu kemudian menawarkan diri pada Lisgon untuk menjadi pengganti dirinya mengikuti lomba tersebut dengan alasan agar pertandingan tetap dijalankan sekaligus memberi pelajaran pada Maknang yang telah merebut kekasih sahabatnya sendiri.

Siapa sangka, belakangan Romlah juga buka suara dan menyebut kalau dirinya juga ingin menggantikan Maknang. Sudah tentu, pertarungan tidak seimbang itu jadi perbincangan  di seluruh sekolah. Para siswa-siswi sekolah tersebut, yang entah dari mana mendapatkan informasi tentang adanya perlombaan tersebut mulai meributkan dan bertaruh tentang siapa yang akan menang.

Monik yang juga mendengar tentang desas-desus perlombaan tersebut sempat memikirkan sejumlah rencana untuk mencegah Bulqha mengikuti pertandingan. Belakangan, Monik menemui Bulqha, yang langsung bisa menebak tujuan kedatangan gadis itu..

Kasus cinta segitiga Romlah dengan Lisgon dan Maknang juga terdengar oleh keluarga Romlah, Keluarga Romlahpun merasa kecewa dengan sikap yang diambil Romlah. Atas nasehat sang ayah, Romlah menemui Lisgon untuk menjernihkan masalah sekaligus meminta maaf...

Senin, 07 April 2014

Mas Boy Before Mblewe Part VI

Setelah beberapa jam menempuh perjalanan laut dengan berenang. F4 plus Romlah dan Monik akhirnya sampai juga di pulau tersebut. Merekapun segera mencari penginapan terdekat dan melepaskan rasa lelah mereka dengan beristirahat di penginapan tersebut selama beberapa jam.

Setelah tenaga mereka kembali terisi, F4 plus Romlah dan Monik kemudian pergi ke pantai.dan menikmati pemandangan di sana. Saat tengah asik berjalan menikmati pemandangan, Jambang berinisiatif mengajak Bulqha, Maknang dan Monik untuk pergi ke tempat lain dan memberikan kesempatan pada Lisgon dan Romlah untuk berduaan..

Namun hal tersebut kemudian dilarang oleh ustad Feri Daulay yang entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul dan mencegah Jambang, Bulqha, Maknang, dan Monik untuk meninggalkan Lisgon dan Romlah hanya berduaan saja. Akan tetapi keempat orang tersebut tidak mempedulikan himbauan ustad Fery Daulay dan berdalih kalau mereka memang harus pergi bukan hanya karena ingin membiarkan Romlah dan Lisgon berduaan, tetapi juga karena mereka melihat ada layangan yang putus dan mereka berencana mengejarnya. Ustad Fery tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah mereka, ia hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengelus janggutnya yang sebenarnya tidak ada. Karena ia tahu betapa bahayanya jika ada seorang laki-laki dan perempuan berduaan di tempat sepi, maka iapun memutuskan untuk menemani dan sekaligus mengawasi Lisgon dan Romlah..

Lisgon dan Romlah yang sudah menyadari kalau mereka memang sengaja ditinggalkan oleh teman-teman mereka agar bisa berduaan kemudian merasa canggung. Mereka menjadi kikuk untuk membuka pembicaraan. lebih dari 10 menit mereka hanya berjalan dalam keheningan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Sadar kalau situasi seperti ini sangat membosankan, Lisgonpun berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Ia berencana mengagetkan gadis yang dicintainya tersebut dengan mengatakan..

"Romlah, liat tuh di dekat kakimu ada neneknya kecoak lagi main petak umpet"
"KYAAA!! MANA? MANA? Iih Geli..Gelii..Mana Nenek Kecoaknya? Kok Gak ada?" Ujar Romlah..
"Memang gak ada, aku cuma ngerjain kamu aja. Hahaha".

Kemudian sambil tertawa karena siasatnya berhasil, Lisgon berlari ke arah air. Romlah yang tidak mau kalah dengan wajah serius mengatakan kalau ada ikan lele tak berkumis di kaki Lisgon. Reaksi pria itu ternyata tidak kalah seru, ia langsung melompat dan berlari menjauh sambil berteriak histeris.

"HWAAAAA!!!! MANA? MANA? MANA DIA? MANA LELE TAK BERKUMIS ITU? MANA? tapi, hei. mana ada ikan lele di air asin. Grrr. Kamu ngerjain aku ya?"
"Hahaha, satu sama. week" Jawab Romlah sambil mengejek Lisgon
"Awas kamu ya, rasakan ini.." ujar Lisgon sambil menyiram Romlah dengan air laut..

Romlah berhasil menghindar dan tidak terkena cipratan air laut yang disiramkan oleh Lisgon. Namun tak disangka air tersebut malah membasahi ustad Fery yang ternyata sejak tadi sudah ada di belakang Romlah mengawasi mereka berdua.

"Grr..AWAS KAMU YA LISGON!"

Ustad Fery Daulay kemudian berlari ke arah air dan balas menyiram Lisgon, ternyata Lisgon menikmati hal tersebut dan balas menyiram ustad Fery Daulay kembali. Ustad Fery  Daulay juga tak mau kalah dan menyerang Lisgon lagi. akhirnya mereka berdua saling siram-siraman satu sama lain. Tinggallah Romlah yang terduduk sendiri di pinggir pantai sembari menatap pria-pria tersebut bermain air..

"INI YANG PACARAN SIAPA SIH? NGAPA MEREKA YANG JADI SIRAM-SIRAMAN AIR COBA? LAH, TERUS GUNANYA AKU DI SINI APA? JADI WASIT? AAARRGGHH!!" Omel Ramlah..

Setelah puas bermain air, keduanya pun kembali ke penginapan untuk mengganti pakaian mereka yang basah dan beristirahat sejenak menunggu sore hari untuk melihat matahari terbenam. Sementara ustad Fery kembali menghilang tak tahu ke mana..

Sore itu, Bulqha, Jambang, Maknang, Romlah, dan Monik telah berkumpul kembali di tepi pantai sembari menunggu saat-saat di mana matahari terbenam. Lisgon tak ikut karena tadi ia kecapean bermain air bersama ustad Fery Daulay. Saat menunggu metahari tenggelam, Romlah dan Monik berinisiatif mencari Bulu Babi di sepanjang bibir pantai. Namun naas, Romlah tanpa sengaja menginjak duri Bulu Babi. Romlah kemudian mengalami kram pada kakinya dan mulai tenggelam. Kejadian itu nyaris saja lepas dari pengamatan semua orang kalau saja Monik tidak menyadari ada sesuatu yang salah..

"Romlah tadi mana yak? kok ga keliatan? atau jangan-jangan ia ketiduran di dalam air?" ucap Monik sembari mencari Romlah..

"Nah! benarkan. Romlah ketiduran. Romlah!! Oi Romlah!! Bangun! Malah tidur di situ. Pindah sana ke kamar, jangan di sini. Di sini banyak saudaranya squidward loh. Yok pindah yok ke penginapan" ujar Monik pada Romlah..

"Lah, kok bisa pulas amat yak tidurnya, bahaya nih. Bisa tenggelam nih si Romlah. Duh, gimana yak? Mau nolong takut baju basah. minta tolong aja ah. TOLONG!!.. TOLONG!!..TOLONG!! JAMBANG!! BULQHA!! MAKNANG!! ROMLAH KETIDURAN NIH DI DALAM AIR!! TOLONG!!" Teriak Monik dengan muka yang tidak ada panik-paniknya.

Mendengar nama Romlah, Lisgon langsung terbangun dari tidurnya. Ia pun berlari ke arah tempat asal suara, namun sayang, saat berusaha menyelamatkan sang kekasih, Lisgon teringat trauma masa lalu akan Bulu Babi sehingga tidak mampu bergerak dan menolong Romlah. Satu-satunya harapan adalah Maknang, yang langsung berenang secepat kilat dan menyelamatkan Bulu Babi yang terkumpul di ember yang Ramlah pegang. Kondisi Bulu Babi itu pun sudah kritis dan tak sadarkan diri karena terlihat tidak bergerak sama sekali.

"Loh, Kok Bulu Babinya yang diselamatin sih, Maknang? Noh, itu noh si Romlah yang seharusnya diselamatin, gimana sih? Bisa-bisa dia mati tenggelam loh" teriak Monik dengan muka yang masih sama, tidak ada panik-paniknya.
"Eh? Salah ya? Maaf deh, abis mereka mirip sih"

Maknangpun kembali berenang dan menyelamatkan Romlah. Melihat kejadian itu, Lisgon hanya bisa marah pada para Bulu Babi. 

"Memang dasar kau Bulu Babi, masih bulunya aja udah ngerepotin, apalagi Babinya. Grr..." Teriak Lisgon, kesal..

Lisgonpun tidak merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan Romlah. bahkan ia bersikap biasa-biasa aja..

#BLETAK!! Penulis kemudian menimpuk kepala Lisgon..
"Harusnya kamu di sini merasa bersalah, malah tenang-tenang aja. gimana sih?"
"Maaf pak. saya tadi gak baca script dan gak ikut briefing. maaf pak maaf" ujar Lisgon.

Speechless..


#Ngemeng-ngemeng. Maaf ya, penulis baru bisa hadir di bagian ini. Tadi penulis ngantar ustad Fery Daulay kembali ke rumahnya. Bahaya kalo dia kelamaan hadir di cerita ini, bisa berubah drastis nanti jalan ceritanya jadi mirip Ayat-Ayat Cinta. Meskipun penulis ngepens sama novel itu, tapi kan cerita ini kan genrenya berbeda. hehe..


Lisgonpun merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan Romlah. Setelah berhasil dibawa ke pinggir pantai oleh Maknang, Romlah yang tak sadarkan diri kemudian dibawa ke penginapan agar dapat diobati oleh seorang dokter setempat bernama dokter PACAI yang sebelumnya telah dihubungi oleh pemilik penginapan.

#Tidak ada adegan bantuan pernapasan dalam cerita ini, tak baik, buahaya. HARAM!!


Pada malam harinya, kondisi Romlah berangsur-angsur membaik dan pulih. Romlah kembali sadar dan juga mulai berusaha mengingat apa yang telah terjadi padanya. Namun dokter Pacai melarangnya dan memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelah mendengar kabar telah siumannya Romlah dari pemilik penginapan, F4 pun beranjak dari kamar mereka masing-masing dan pergi menuju kamar Romlah dan Monik. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi Romlah. namun tak lama kemudian dokter pacai meminta kepada semua orang untuk meninggalkan Romlah dan Monik berdua di kamarnya agar Romlah bisa beristirahat dan memulihkan tenaga. Lisgonpun bertanya pada dokter Pacai..

"Dokter, sebenarnya obat apa yang anda berikan pada pacar saya sehingga dia bisa sadar secepat ini, dok?" tanya Lisgon penasaran..

"Sederhana saja, saya hanya memasukkan beberapa helai tisu ke dalam mulutnya dan berusaha membuatnya menelan tisu-tisu tersebut agar air di dalam lambungnya dapat diserap oleh tisu dan cepat kering. Kemudian saya meminumkan obat cacing supaya cacing-cacing dalam perut Romlah juga bisa selamat. Dan yang terakhir, saya juga menyuntikkan obat anti tetanus, supaya ia tidak terkena penyakit tetanus. sebab ia tadi telah tertusuk bukan? saya tak mau pasien saya kenapa-kenapa. itu saja"

#Obat Cacing = Obat untuk mengobati Cacing. Penulis benar kan?

"WAH. DOKTER HEBAT!! HEBAT!! HEBAT!! MARVELOUS!!"

Seluruh anggota F4 kagum dan TERKUPAU (sangking terpukaunya) melihat langkah JENIUS yang diambil oleh sang dokter. Dengan kompak mereka kemudian memberikan Standing Applause kepada sang dewa penyelamat. Prok..Prok..prok..prok..prok..

"Ngomong-ngomong dulu dokter kuliah di mana dok? kok bisa hebat gini?" tanya Jambang penasaran..

"Saya dulu 7 tahun di Amsterdam, Belanda. Saya dulu kuliah di salah satu perguruan tinggi paling tidak terkenal di sana dan mengambil kedokteran" jawab dokter Pacai
"Spesialisasi kedokterannya apa dok?" lanjut Jambang
"KEDOKTERAN MESIN" jawab dokter Pacai lagi..
"WAH, HEBAT!! HEBAT!! HEBAT!!" F4 kembali bertepuuk tangan dan memuji dokter pacai..
"Wah..wah..Sudah-sudah, itu terlalu berlebihan. Saya bukan apa=apa kok tanpa kalian. KALIAN LUAR BIASA!!!"..


#Sayup-sayup terdengar lagu Separuh Akunya Noah..

Pada tengah malam, diam-diam Lisgon menyelinap ke kamar Romlah. Ternyata Romlah dan Monik sudah tidur, dan betapa beruntungnya Lisgon, ternyata Monik tidur di kolong tempat tidur sehingga ia tidak perlu kawatir akan membangunkan Monik dan membuatnya kaget. Lisgon kemudian mengalungkan gelang di pergelangan kaki Romlah. Namun tiba-tiba Romlah tersadar dan betapa terkejutnya ia melihat Lisgon sedang berada di dekatnya. Sebelum Romlah sempat berteriak, Lisgon menutup mulut Romlah dengan jempolnya. lebih tepatnya lagi dengan Jempol kakinya

(Karena saat itu kedua tangannya sedang digunakan untuk memasangkan kalung ke kaki Romlah)

"Ssssstttt...Jangan Berisik. Oya, aku sengaja memasangkan kalung ini ke kamu agar kamu terus ingat sama aku. Jangan sampai terlepas dan jangan sampai hilang ya. Awas aja kalo hilang, Aku minta ganti. Aku belinya mahal nih, Udah gak dapat lagi tiga ribu sekarang.di mall, tapi kalo nyarinya di pasar, mungkin masih dapatlah dengan harga segitu". Dengan nada mengancam Lisgon mengatakan hal tersebut pada Romlah Setelah memasangkan kalung pada kaki Romlah, Lisgonpun kembali ke kamarnya..

Pagi harinya, Romlah merasa sudah fit dan memberanikan diri untuk berjalan sendirian ke arah pantai, ternyata ia bertemu dengan Maknang yang sedang berburu ubur-ubur di sana. Mereka pun ngebrel-ngebrel sebentar. Tak lama setelah itu, Romlah memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk sarapan. Saat kembali Romlah berpapasan Lisgon. Lisgonpun melihat ke arah kaki Romlah dan menemukan bahwa gelang pemberiannya tak lagi ada di kaki Romlah. Dengan penuh perasaan bersalah, Romlah meminta maaf pada Lisgon. Ia tidak sadar kalau gelang kaki pemberian pria itu terlepas dari kakinya. Tak lama berselang, Maknang pun datang dengan memakai gelang pemberian Lisgon di lehernya. Melihat kalung kaki Romlah yang hilang berada di leher Maknang, Lisgonpun Emosi, namun ia berusaha menenangkan diri. Kemudian Maknang menyerahkan sendiri gelang tersebut pada Romlah dan mengatakan bahwa ia menemukan benda itu terjatuh di tempat ia dan Romlah tadi ngebrel-ngebrel. 

Lisgon terus menerus kepikiran akan kejadian tersebut dan merasa sangat cemburu bila ia kembali mengingatnya. Namun belakangan Lisgonpun mulai tenang setelah berfikir bahwa tidak mungkin Maknang berbohong padanya. Sebab Maknang adalah sahabatnya sejak kecil. Setelah makan siang, Lisgon mengajak Romlah terbang menaiki helikopter milik keluarganya yang barusan ia beli di toko bangunan terdekat. Saat sedang terbang di atas, ia menunjukkan kepada Romlah sebuah bidang tanah berbentuk hati. Lisgon mengatakan sebidang tanah tersebut, meskipun belum lunas, adalah milik keluarganya dan itu hanya ditunjukkan pada gadis yang ia cintai, Lisgon tidak sadar kalau wajah Romlah bukannya senang setelah diberitahu hal tersebut, malah terlihat semakin resah seperti sedang memikirkan sesuatu..

Dari Jambang dan Bulqha, akhirnya Romlah tahu mengapa sikap Maknang berubah drastis. Ternyata wanita yang dicintainya, yakni Hera Somplak, telah bertunangan dengan pria kaya-raya asal Suriname. Somplak tega mengacuhkan Maknang yang telah menunggu dirinya sekian lama, Romlah sangat terpukul mendengar apa yang dikatakan Jambang dan Bulqha. Romlah kemudian berlari ke arah pantai, tempat di mana Maknang yang sedang memberi makan sepupu-sepupunya tuan Krab berada. Dengan mata yang berkaca-kaca, Romlah berusaha menghibur Maknang yang wajahnya tetap tenang. Karena terbawa suasana, Maknangpun kemudian mencium sepupunya tuan Krab..

#MAKJEGER! tiba-tiba Sihir The Flying Dutchman mengingatkan penulis bahwa untuk kesekian kalinya cerita ini telah lari dari benang merahnya..

Karena terbawa suasana, Maknangpun kemudian mencium Romlah. Apes bagi mereka, Lisgon melihat semuanya. Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul salah satu dari sepupunya tuan Krab..

#Eh?

Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul Romlah..

#Bah, bisa-bisa penulis kena protes nih sama aktivis pemerhati perempuan..

okelah, kita ulangi lagi..

Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul wajah Maknang sehingga pipi Maknang terlihat bengkak. Sejak kejadian itu, Lisgon menjadi pemurung dan memutuskan untuk mempercepat dan mengakhiri liburan mereka kali ini dan kembali pulang ke Indonesia..

Setelah kembali dari liburan, Romlah kembali teringat akan sejumlah kejadian yang telah dilaluinya bersama Lisgon, dan ia hanya bisa meminta maaf dalam hati. Ketika bertemu dnngan Maknang pada keesokan harinya, Romlah juga meminta maaf pada pria tersebut atas semua yang telah terjadi. Begitu pula dengan Maknang, yang sadar kalau tindakannya telah menyakiti Romlah dan Lisgon..

Begitu jam makan siang dimulai, Lisgon mengumpulkan seluruh siswa sekolah dan menyampaikan pengumuman penting : Maknang dikeluarkan sebagai anggota F4 dan bersamaan dengan Romlah, Maknang juga akan dikeluarkan dari sekolah dalam kurun waktu seminggu. Maknang dan Romlah yang kaget mendengar pengumuman itu..

"Eh Ayam..ayam..ayam"

Berjanji akan menyelesaikan semua masalah yang ada di antara mereka dan menjelaskan semuanya pada Lisgon. Namun ketika akan pergi ke ruangan milik F4, Maknang berpapasan dengan Bulqha, yang kemudian menegurnya karena telah berusaha merebut Romlah dari Lisgon. jambang yang saat itu sedang berada di ruangan milik F4 bersama dengan Lisgon, juga berusaha menenangkan Lisgon agar ia memikirkan kembali keputusannya mengingat Maknang adalah salah satu sahabat mereka. Namun Jambang malah balik diancam akan mengalami nasib yang sama seperti Maknang jika ia berusaha menghalanginya....



Bersambung..