Di hari pertandingan, para siswa dan siswi berkumpul di empang untuk memberikan dukungan kepada peserta lomba. Mereka penasaran apakah Romlah mampu menandingi Bulqha dalam adu renang. Namun ternyata, yang menjadi peserta bukanlah hanya Romlah dan Bulqha saja, Maknang dan Jambang juga akan bertanding sebagai rival. Sebelumnya, Maknang bersikeras untuk tetap ikut bertanding karena ia merasa tidak fair rasanya jika ia mewakilkan dirinya pada Romlah. Sementara itu, Jambang yang tahu kalau Lisgon memiliki fobia akut pada ikan Lele tak berkumis mengajukan diri sebagai lawan tanding Maknang. Delfi Yono Rapopo sebagai pencetus ide pun kemudian mengizinkan hal tersebut..
Sementara Lisgon? Lisgon sampai sekarang tak kelihatan batang hidungnya..
#Jangan tanya penulis di mana ia berada, karena penulis juga tak tahu. Coba kalian SMS atau BBM aja dia. Penulis juga kesel nih sama dia, seharusnya sebagai salah satu karakter dalam cerita ini, dia harus selalu ada, gak ngilang-ngilang gini..
Pertandinganpun dimulai..
Di pertandingan pertama antara Maknang dan Jambang, Maknang berhasil keluar sebagai pemenang. Maknang yang merupakan atlet lempar cakram antarkampung, berhasil unggul jauh dari Jambang. Atas kemenangannya tersebut, Maknangpun berhasil mendapatkan satu poin..
Kemudian berlanjut ke pertandingan ke dua, Pertandingan yang paling ditunggu-tunggu itupun dimulai. Romlah melawan Bulqha. Penontonpun berteriak riuh rendah memanggil kedua nama mereka..
"Maknang! Maknang! Maknang!"
"Maknang! Maknang! Maknang!"
"Lisgon! Lisgon! Lisgon!"
#Sebentar. Kan yang tanding Romlah sama Bulqha, ngapa penonton pada nyebut nama Maknang dan Lisgon? Penulis bisa memaklumi kalau nama Maknang yang disebut, karena memang dia yang menang barusan, tapi kalo Lisgon? Lah kan dia gak ikut lomba? Ini baru awal cerita ya, jangan buat penulis emosi, soalnya kalo penulis lagi emosi bahaya, darah mudanya bisa kambuh..
"DARAH TINGGI WOI DARAH TINGGI!!!!!!!!
BLETAK! BLETAK! BLETAK!! Teriak penonton sambil melemparkan penulis dengan bunga mawar merah beserta pot-potnya
Kembali ke cerita..
Romlah dan Bulqha bersiap di garis start, mereka berdua bersiap untuk melompat sembari mendengarkan aba-aba dari Yono Rapopo
"Siap!! Mulai"
Priiiiiiiiitttt!!!!
Romlah dengan kecepatan kilat melompat ke dalam empang dan kemudian berenang sekuat tenaga. Romlahpun unggul cukup jauh dari Bulqha. Penonton semakin semangat dan semakin lantang memberikan dukungan sembari berteriak..
"Delfi Yono! Delfi Yono! Delfi Yono!!
#WOI PENONTON!!!
"Woooiiii!!"
#Gak usah dijawab, -_-!! ini bukan acara lenong. Penonton, yang tanding kan Romlah dan Bulqha. Ngapa malah dukung Delfi Yono? Dia itu kan gak ikut tanding, dia itu wasitnya loh, WASSSIIIITTTT!!!!
BLETAK! Pada akhirnya, karena emosi yang tak terkendali. Penulispun balas melempar penonton dengan bunga mawar beserta pot-potnya.
#Yuhu! Bullseye! Tepat sasaran..
Penonton tidak terima dengan apa yang barusan penulisa lakukan..
"Woi!!, berani lu ama kita-kita. Teman-teman, serang!!!"
Sedetik kemudian ratusan, puluhan, dan bahkan satuan (?) penonton melemparkan bunga mawar kepada penulis beserta potnya, pupuknya, dan juga penjualnya...
BLETAK, BADUNGBANG PLAK TIMPLUNG TIMPLANG!!!!
#AMPUN!!, Gak lagi-lagi deh nyerang orang banyak...
Romlah dengan kecepatan kilat melompat ke dalam empang dan kemudian berenang sekuat tenaga. Romlahpun unggul cukup jauh dari Bulqha. Penonton semakin semangat dan semakin lantang memberikan dukungan sembari berteriak..
"Delfi Yono! Delfi Yono! Delfi Yono!!
#WOI PENONTON!!!
"Woooiiii!!"
#Gak usah dijawab, -_-!! ini bukan acara lenong. Penonton, yang tanding kan Romlah dan Bulqha. Ngapa malah dukung Delfi Yono? Dia itu kan gak ikut tanding, dia itu wasitnya loh, WASSSIIIITTTT!!!!
BLETAK! Pada akhirnya, karena emosi yang tak terkendali. Penulispun balas melempar penonton dengan bunga mawar beserta pot-potnya.
#Yuhu! Bullseye! Tepat sasaran..
Penonton tidak terima dengan apa yang barusan penulisa lakukan..
"Woi!!, berani lu ama kita-kita. Teman-teman, serang!!!"
Sedetik kemudian ratusan, puluhan, dan bahkan satuan (?) penonton melemparkan bunga mawar kepada penulis beserta potnya, pupuknya, dan juga penjualnya...
BLETAK, BADUNGBANG PLAK TIMPLUNG TIMPLANG!!!!
#AMPUN!!, Gak lagi-lagi deh nyerang orang banyak...
Mari kita lanjut lagi :'(
Romlah berhasil unggul jauh dari Bulqha, namun Bulqha tak mau menyerah begitu saja, ia kemudian mengerahkan seluruh tenaganya agar bisa mendahului Romlah. Penontonpun semakin bersemangat memberikan dukungan. Bulqha kini sudah sangat dekat dengan Romlah, sementara Romlah mulai kehabisan tenaga, ayunan tangannya mulai melemah. Ia sadar ia akan kalah, sampai tiba-tiba di hadapan mereka berdua muncul keponakan jauh Lele tak Berkumis yang bernama Lele Berambut Mohawk. Kehadiran Lele Berambut Mohawk yang saat itu tengah melintas membuat keduanya kaget, terlebih lagi Bulqha. Bulqha Syok, jantungnya hampir copot melihat kehadiran makhluk seabsurd itu. Ia berusaha menenangkan diri, namun ia tak bisa membohongi fobianya. Ya, ia menderita LELEMOHAWKISFOBIA. Seketika pandangannya gelap, ia mulai kehilangan arah dan tujuan, tak tahu hendak ke mana melangkah. Ia bagai musafir yang ditinggalkan oleh rombongan kafilahnya, ia bagai cicak yang tak memiliki bulu (?), dan ia bagaikan burung beo yang tak bisa berenang. Bulqha kemudian pingsan tak sadarkan diri, sementara Maknang yang menyadari hal tersebut, langsung melompat ke arah empang dan berusaha menyelamatkan si Lele Berambut Mohawk. Ia berfikiran jika ia berhasil menyingkirkan penyebab ketakutan Bulqha, Bulqha dapat melanjutkan pertandingan. Ternyata benar, Bulqhapun kembali tersadar dan berusaha melanjutkan perlombaan kembali. Namun semuanya terlambat. Romlah telah sampai di garis finish dan dinyatakan sebagai pemenang. Bulqha sangat kesal, sangking kesalnya ia melampiaskan amarahnya dengan memotongi kuku kakinya yang memang sudah panjang..
Berdasarkan hasil yang didapat, Maknang dan Romlah dinyatakan sebagai pemenang. Delfi Yono kemudian menghampiri dan memberikan ucapan selamat kepada Lele Berambut Mohawk..
"Selamat jalan Lele Berambut Mohawk, semoga engkau tenang di alam sana"
#Sebelumnya, Maknang yang melihat Lele Berambut Mohawk tengah tenggelam (saat bertemu Bulqha) berusaha menyelamatkannya dengan membawanya ke darat. Di darat, sang Lele Berambut Mohawk diberi oksigen alami oleh tim dokter (yang disewa oleh Delfi Yono untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan). Namun apadaya, sang Lele Berambut Mohawk tak dapat diselamatkan dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.
R.I.P LELE!!
"Selamat jalan Lele Berambut Mohawk, semoga engkau tenang di alam sana"
#Sebelumnya, Maknang yang melihat Lele Berambut Mohawk tengah tenggelam (saat bertemu Bulqha) berusaha menyelamatkannya dengan membawanya ke darat. Di darat, sang Lele Berambut Mohawk diberi oksigen alami oleh tim dokter (yang disewa oleh Delfi Yono untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan). Namun apadaya, sang Lele Berambut Mohawk tak dapat diselamatkan dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.
R.I.P LELE!!
Maknang yang keluar sebagai pemenang kompetisi antara dirinya dan Lisgon kemudian mengeluarkan permintaannya. Ia meminta agar dirinya dimasukkan lagi ke dalam F4, dan yang kedua ia meminta agar dirinya dan Romlah tidak dikeluarkan dari sekolah. Lisgon yang mendapatkan SMS berisi berita kemenangan dan juga seluruh permintaan Maknang dari Bulqha, mau tidak mau harus menurutinya. Sementara itu, Maknang yang saat itu tengah berada di dalam euforia kemenangan mengajak Romlah untuk makan malam bersama di sebuah kafe paling tidak romantis dan paling tidak terkenal di depan komplek malam ini. Bulqha dan Jambang yang tanpa sengaja mendengar ajakan itu langsung mengirimkan SMS kepada Lisgon..
isi SMSnya..
isi SMSnya..
"Bro, barusan aku denger kalo si Maknang ngajakin Romlah kencan malam ini bro di kafe depan komplek yang terkenal paling tidak terkenal dan paling tidak romantis itu bro. Isikan pulsa ke nomor ini 20rb ya bro, Penting! Jangan ditelpon, soalnya aku lagi di kantor polisi nih bro".
#Wah, bisa jadi judul pelem nih, Bulqha Minta Pulsa...
Lisgon yang mendapat SMS dari Bulqha langsung cemburu. Pada malam harinya, ia memutuskan untuk membelikan Bulqha pulsa dan setelah itu diam-diam ia memutuskan untuk pergi mengikuti Romlah dan Maknang yang sedang berkencan..
Kencan Maknang dan Romlah berjalan lancar, Maknang dan Romlah malah sangat terlihat romantis (padahal mereka sedang berada di kafe paling tidak romantis) dengan saling suap-suapan. Maknang menyuap makanan ke mulutnya sendiri, dan begitupun juga Romlah. Terlebih lampu semprong yang berada di tengah meja, menambah kesan romantisme malam itu..
#Keterangan : Sebenarnya bukan romantis sih, cuma saat itu minyak genset sedang habis, jadi pengelola kafe mau tak mau menyediakan lampu semprong sebagai alat penerangan bagi pengunjung
#Keterangan : Sebenarnya bukan romantis sih, cuma saat itu minyak genset sedang habis, jadi pengelola kafe mau tak mau menyediakan lampu semprong sebagai alat penerangan bagi pengunjung
Setelah makan malam nan romantis itu usai, Maknang mengajak Romlah untuk berkunjung ke rumahnya. Di rumahnya, Maknang berusaha mencium Romlah, dan gadis itu sama sekali tak menolak..
BLETAK!!!
#Penulispun menimpuk Romlah dengan batu..
#Penulispun menimpuk Romlah dengan batu..
HARUSNYA KAU NOLAK ROMLAH! NGAPA JADI NAFSU AMAT?
AYO BALIK LAGI KE BENANG MERAH..
Setelah makan malam nan romantis itu usai, Maknang mengajak Romlah untuk berkunjung ke rumahnya. Di rumahnya, Maknang berusaha mencium Romlah, namun gadis itu menolak. Maknang sadar kalau Romlah sudah tak lagi menyukainya, artinya ia harus melepaskan Romlah ke orang yang Romlah sayang. Ya, orang yang Romlah sayang adalah Lisgon..
Keesokan harinya di sekolah, Lisgon masih terlihat marah pada Maknang. Ia selalu memasang muka tak bersahabat setiap kali bertemu Maknang. Maknangpun kemudian mengajaknya bermain catur dan Lisgon menyanggupinya sambil tetap memasang muka yang tak enak dilihat..
Saat bermain catur, Lisgon terdesak. Maknang kemudian men-skak mati raja-Lisgon. Lisgon emosi dan melayangkan sebuah bogem mentah ke mukanya sendiri. Tak mau kalah, Maknang juga membantu Lisgon dengan memukul wajah Lisgon dengan sekuat tenaga..
"Kenapa kau selalu menang dariku, Maknang? Kenapa? Pertama kau mengambil Romlah dariku, kemudian kau memenangkan kompetisi, dan yang terakhir kau menang catur dariku. Kenapa kau selalu menang? Ya, aku melihatmu semalam berkencan dengan Romlah. Kalian terlihat sangat romantis. Argh! Dunia sangat tidak adil padaku!!" Teriak Lisgon
"HAHAHA!! Dasar Bodoh! Jadi kau emosi hanya karena aku berkencan dengan Romlah? Asal kau tahu saja. Aku sengaja berbicara agak keras saat mengajak Romlah berkencan agar Bulqha dan Jambang dapat mendengarnya juga. Aku tahu mereka akan memberitahumu, dan aku juga tahu kau akan mengikuti kami. Aku sengaja melakukan ini untuk melihat seberapa besar cintamu padanya. Ternyata, kau lebih mencintai dia dari pada aku. Romlah berhak mendapatkan Lelaki yang lebih baik dariku. Ya, kaulah orangnya, Pemilik Empang"...
#Eh, Pemilik Empang? maksudnya? Woi. Pemilik Empang, ngapain di pojok sana? Pergi sana, Pegi! Ngerusak suasana aja. Peranmu gak ada di scene ini loh. Gimana sih? Makanya lain kali baca script dong..
Oke pemirsah, kita ulang beberapa kalimat terakhir dari Maknang..
Aku sengaja melakukan ini untuk melihat seberapa besar cintamu padanya. Ternyata, kau lebih mencintai dia dari pada aku. Romlah berhak mendapatkan Lelaki yang lebih baik dariku. Ya, kaulah orangnya, Lisgon"
Lisgon terhenyak, untuk beberapa saat dia tertegun seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari Maknang. Ia juga tak menyangka kalau ternyata Maknang adalah teman yang sangat baik hati, rajin menabung, tidak sombong, patuh dan taat terhadap nasehat guru dan orang tua, peraturan dan tata tertib sekolah..
#Walah
Lisgon kemudian memeluk Maknang dan mengucapkan terima kasih atas apa yang ia telah lakukan dan meminta maaf karena selama ini telah salah menilainya..
#Kata-kata bijak dari Penulis : Ya, itulah arti teman yang sebenarnya, terkadang berantem, terkadang juga berantem lagi. Namun pada akhinrya teman sejati akan selalu menjadi teman berantem.
Meskipun sudah tahu dari Maknang bahwa ternyata Romlah juga mencintainya, sifat asli Lisgon yang usil tetap keluar. Ia dan personil F4 lainnya kemudian menyusun sebuah rencana untuk mengerjai Romlah..
.
Malamnya, Romlah mendapat
telepon dari Jambang yang menyampaikan kabar genting, Lisgon mengalami kecelakaan saat bermain catur dan dirawat di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Romlahpun kaget mendengarnya, dan kemudian buru-buru pergi ke rumah sakit dengan sepeda kecilnya.
Ketika telah sampai di kamar tempat Lisgon dirawat, Romlah melihat ketiga personil F4 tengah bersedih. Sementara itu, di atas ranjang tergeletak tubuh Lisgon yang kelihatan tak bergerak sama sekali dan mulutnya diperban. Dari keterangan Jambang, ia mengetahui kalau ternyata Lisgon terlalu bersemangat saat bermain catur dan memakan biji-biji pion lawan sehingga mulutnya cedera. Romlah yang mendengarnya langsung terduduk di sisi ranjang sambil menangis tersedu-sedu..
"Kenapa kau makan biji pionnya doang? kenapa ga rajanya juga? dasar bodoh, kalau kau cuma makan pionnya doang kau gak bakal bisa menang. Hu..Hu..Hu..Lagian kalo makan biji pion kenapa harus semua? kenapa gak disisain buat aku? aku kan juga pengen. Lisgon! bangun Lisgon! udah waktunya Isya nih, jangan nyenyak kali tidurnya. Ayo dong jadi imamku, biar nanti kau bisa jadi imamku seumur hidup.."
Lisgon yang ternyata pura-pura sakit kemudian bangun, dan sambil tersenyum jahat. Ia kemudian meminta Romlah untuk mengulang perkataannya barusan. Kontan saja gadis itu langsung mengamuk dan memukul-mukul muka lisgon dengan tabung oksigen. Romlahpun semakin kesal saat tahu kalau ternyata tiga personil F4 yang lainnya terlibat dalam rencana ini, ia kemudian mengambil ranjang dari kamar sebelah dan lagi-lagi memukuli Lisgon dengan ranjang tersebut.
Untungnya kemarahan Romlah tidak berlangsung lama setelah Maknang berhasil menenangkan Romlah dengan memeluk Bulqha..
*Eh..
Maknang menjelaskan alasan mengapa ia dan teman-temannya membuat rencana itu. Kemarahan Romlahpun mereda. Lisgon yang tak mau kehilangan momen, memanfaatkan saat-saat tersebut dengan mengajak Romlah menonton sebuah film berjudul Emak Ijah Pingin Tamat Kuliah di layar tancep pribadi Lisgon, dan ternyata Romlah tak menolak. Esok malamnya, mereka berduapun menonton bersama..
Setelah berhasil mengajak Romlah nonton berdua, Lisgon memberikan kejutan pada Romlah dengan datang ke rumah Romlah. Lisgon disambut hangat oleh kedua orang tua Romlah. Lisgon berusaha akrab dengan keluarga Romlah dengan memanggil ayah Romlah dengan sebutan Bro Ayah dan ibu Romlah dengan Sis Emak. Tentu saja Romlah Protes, namun Ayah dan Ibu Romlah memaksa Romlah untuk membiarkan Lisgon menyebut mereka seperti itu. Ternyata kegilaan Lisgon belum berakhir, ia kemudian malah meminta izin kepada ayah dan ibu Romlah untuk menginap di rumah mereka malam itu. Tentu saja Romlah semakin protes, Namun ia tak bisa berbuat banyak karena lagi-lagi ayah dan ibu Romlah memaksanya untuk mengizinkan Lisgon menginap...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar