Senin, 07 April 2014

Mas Boy Before Mblewe Part VI

Setelah beberapa jam menempuh perjalanan laut dengan berenang. F4 plus Romlah dan Monik akhirnya sampai juga di pulau tersebut. Merekapun segera mencari penginapan terdekat dan melepaskan rasa lelah mereka dengan beristirahat di penginapan tersebut selama beberapa jam.

Setelah tenaga mereka kembali terisi, F4 plus Romlah dan Monik kemudian pergi ke pantai.dan menikmati pemandangan di sana. Saat tengah asik berjalan menikmati pemandangan, Jambang berinisiatif mengajak Bulqha, Maknang dan Monik untuk pergi ke tempat lain dan memberikan kesempatan pada Lisgon dan Romlah untuk berduaan..

Namun hal tersebut kemudian dilarang oleh ustad Feri Daulay yang entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul dan mencegah Jambang, Bulqha, Maknang, dan Monik untuk meninggalkan Lisgon dan Romlah hanya berduaan saja. Akan tetapi keempat orang tersebut tidak mempedulikan himbauan ustad Fery Daulay dan berdalih kalau mereka memang harus pergi bukan hanya karena ingin membiarkan Romlah dan Lisgon berduaan, tetapi juga karena mereka melihat ada layangan yang putus dan mereka berencana mengejarnya. Ustad Fery tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah mereka, ia hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengelus janggutnya yang sebenarnya tidak ada. Karena ia tahu betapa bahayanya jika ada seorang laki-laki dan perempuan berduaan di tempat sepi, maka iapun memutuskan untuk menemani dan sekaligus mengawasi Lisgon dan Romlah..

Lisgon dan Romlah yang sudah menyadari kalau mereka memang sengaja ditinggalkan oleh teman-teman mereka agar bisa berduaan kemudian merasa canggung. Mereka menjadi kikuk untuk membuka pembicaraan. lebih dari 10 menit mereka hanya berjalan dalam keheningan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Sadar kalau situasi seperti ini sangat membosankan, Lisgonpun berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Ia berencana mengagetkan gadis yang dicintainya tersebut dengan mengatakan..

"Romlah, liat tuh di dekat kakimu ada neneknya kecoak lagi main petak umpet"
"KYAAA!! MANA? MANA? Iih Geli..Gelii..Mana Nenek Kecoaknya? Kok Gak ada?" Ujar Romlah..
"Memang gak ada, aku cuma ngerjain kamu aja. Hahaha".

Kemudian sambil tertawa karena siasatnya berhasil, Lisgon berlari ke arah air. Romlah yang tidak mau kalah dengan wajah serius mengatakan kalau ada ikan lele tak berkumis di kaki Lisgon. Reaksi pria itu ternyata tidak kalah seru, ia langsung melompat dan berlari menjauh sambil berteriak histeris.

"HWAAAAA!!!! MANA? MANA? MANA DIA? MANA LELE TAK BERKUMIS ITU? MANA? tapi, hei. mana ada ikan lele di air asin. Grrr. Kamu ngerjain aku ya?"
"Hahaha, satu sama. week" Jawab Romlah sambil mengejek Lisgon
"Awas kamu ya, rasakan ini.." ujar Lisgon sambil menyiram Romlah dengan air laut..

Romlah berhasil menghindar dan tidak terkena cipratan air laut yang disiramkan oleh Lisgon. Namun tak disangka air tersebut malah membasahi ustad Fery yang ternyata sejak tadi sudah ada di belakang Romlah mengawasi mereka berdua.

"Grr..AWAS KAMU YA LISGON!"

Ustad Fery Daulay kemudian berlari ke arah air dan balas menyiram Lisgon, ternyata Lisgon menikmati hal tersebut dan balas menyiram ustad Fery Daulay kembali. Ustad Fery  Daulay juga tak mau kalah dan menyerang Lisgon lagi. akhirnya mereka berdua saling siram-siraman satu sama lain. Tinggallah Romlah yang terduduk sendiri di pinggir pantai sembari menatap pria-pria tersebut bermain air..

"INI YANG PACARAN SIAPA SIH? NGAPA MEREKA YANG JADI SIRAM-SIRAMAN AIR COBA? LAH, TERUS GUNANYA AKU DI SINI APA? JADI WASIT? AAARRGGHH!!" Omel Ramlah..

Setelah puas bermain air, keduanya pun kembali ke penginapan untuk mengganti pakaian mereka yang basah dan beristirahat sejenak menunggu sore hari untuk melihat matahari terbenam. Sementara ustad Fery kembali menghilang tak tahu ke mana..

Sore itu, Bulqha, Jambang, Maknang, Romlah, dan Monik telah berkumpul kembali di tepi pantai sembari menunggu saat-saat di mana matahari terbenam. Lisgon tak ikut karena tadi ia kecapean bermain air bersama ustad Fery Daulay. Saat menunggu metahari tenggelam, Romlah dan Monik berinisiatif mencari Bulu Babi di sepanjang bibir pantai. Namun naas, Romlah tanpa sengaja menginjak duri Bulu Babi. Romlah kemudian mengalami kram pada kakinya dan mulai tenggelam. Kejadian itu nyaris saja lepas dari pengamatan semua orang kalau saja Monik tidak menyadari ada sesuatu yang salah..

"Romlah tadi mana yak? kok ga keliatan? atau jangan-jangan ia ketiduran di dalam air?" ucap Monik sembari mencari Romlah..

"Nah! benarkan. Romlah ketiduran. Romlah!! Oi Romlah!! Bangun! Malah tidur di situ. Pindah sana ke kamar, jangan di sini. Di sini banyak saudaranya squidward loh. Yok pindah yok ke penginapan" ujar Monik pada Romlah..

"Lah, kok bisa pulas amat yak tidurnya, bahaya nih. Bisa tenggelam nih si Romlah. Duh, gimana yak? Mau nolong takut baju basah. minta tolong aja ah. TOLONG!!.. TOLONG!!..TOLONG!! JAMBANG!! BULQHA!! MAKNANG!! ROMLAH KETIDURAN NIH DI DALAM AIR!! TOLONG!!" Teriak Monik dengan muka yang tidak ada panik-paniknya.

Mendengar nama Romlah, Lisgon langsung terbangun dari tidurnya. Ia pun berlari ke arah tempat asal suara, namun sayang, saat berusaha menyelamatkan sang kekasih, Lisgon teringat trauma masa lalu akan Bulu Babi sehingga tidak mampu bergerak dan menolong Romlah. Satu-satunya harapan adalah Maknang, yang langsung berenang secepat kilat dan menyelamatkan Bulu Babi yang terkumpul di ember yang Ramlah pegang. Kondisi Bulu Babi itu pun sudah kritis dan tak sadarkan diri karena terlihat tidak bergerak sama sekali.

"Loh, Kok Bulu Babinya yang diselamatin sih, Maknang? Noh, itu noh si Romlah yang seharusnya diselamatin, gimana sih? Bisa-bisa dia mati tenggelam loh" teriak Monik dengan muka yang masih sama, tidak ada panik-paniknya.
"Eh? Salah ya? Maaf deh, abis mereka mirip sih"

Maknangpun kembali berenang dan menyelamatkan Romlah. Melihat kejadian itu, Lisgon hanya bisa marah pada para Bulu Babi. 

"Memang dasar kau Bulu Babi, masih bulunya aja udah ngerepotin, apalagi Babinya. Grr..." Teriak Lisgon, kesal..

Lisgonpun tidak merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan Romlah. bahkan ia bersikap biasa-biasa aja..

#BLETAK!! Penulis kemudian menimpuk kepala Lisgon..
"Harusnya kamu di sini merasa bersalah, malah tenang-tenang aja. gimana sih?"
"Maaf pak. saya tadi gak baca script dan gak ikut briefing. maaf pak maaf" ujar Lisgon.

Speechless..


#Ngemeng-ngemeng. Maaf ya, penulis baru bisa hadir di bagian ini. Tadi penulis ngantar ustad Fery Daulay kembali ke rumahnya. Bahaya kalo dia kelamaan hadir di cerita ini, bisa berubah drastis nanti jalan ceritanya jadi mirip Ayat-Ayat Cinta. Meskipun penulis ngepens sama novel itu, tapi kan cerita ini kan genrenya berbeda. hehe..


Lisgonpun merasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan Romlah. Setelah berhasil dibawa ke pinggir pantai oleh Maknang, Romlah yang tak sadarkan diri kemudian dibawa ke penginapan agar dapat diobati oleh seorang dokter setempat bernama dokter PACAI yang sebelumnya telah dihubungi oleh pemilik penginapan.

#Tidak ada adegan bantuan pernapasan dalam cerita ini, tak baik, buahaya. HARAM!!


Pada malam harinya, kondisi Romlah berangsur-angsur membaik dan pulih. Romlah kembali sadar dan juga mulai berusaha mengingat apa yang telah terjadi padanya. Namun dokter Pacai melarangnya dan memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelah mendengar kabar telah siumannya Romlah dari pemilik penginapan, F4 pun beranjak dari kamar mereka masing-masing dan pergi menuju kamar Romlah dan Monik. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi Romlah. namun tak lama kemudian dokter pacai meminta kepada semua orang untuk meninggalkan Romlah dan Monik berdua di kamarnya agar Romlah bisa beristirahat dan memulihkan tenaga. Lisgonpun bertanya pada dokter Pacai..

"Dokter, sebenarnya obat apa yang anda berikan pada pacar saya sehingga dia bisa sadar secepat ini, dok?" tanya Lisgon penasaran..

"Sederhana saja, saya hanya memasukkan beberapa helai tisu ke dalam mulutnya dan berusaha membuatnya menelan tisu-tisu tersebut agar air di dalam lambungnya dapat diserap oleh tisu dan cepat kering. Kemudian saya meminumkan obat cacing supaya cacing-cacing dalam perut Romlah juga bisa selamat. Dan yang terakhir, saya juga menyuntikkan obat anti tetanus, supaya ia tidak terkena penyakit tetanus. sebab ia tadi telah tertusuk bukan? saya tak mau pasien saya kenapa-kenapa. itu saja"

#Obat Cacing = Obat untuk mengobati Cacing. Penulis benar kan?

"WAH. DOKTER HEBAT!! HEBAT!! HEBAT!! MARVELOUS!!"

Seluruh anggota F4 kagum dan TERKUPAU (sangking terpukaunya) melihat langkah JENIUS yang diambil oleh sang dokter. Dengan kompak mereka kemudian memberikan Standing Applause kepada sang dewa penyelamat. Prok..Prok..prok..prok..prok..

"Ngomong-ngomong dulu dokter kuliah di mana dok? kok bisa hebat gini?" tanya Jambang penasaran..

"Saya dulu 7 tahun di Amsterdam, Belanda. Saya dulu kuliah di salah satu perguruan tinggi paling tidak terkenal di sana dan mengambil kedokteran" jawab dokter Pacai
"Spesialisasi kedokterannya apa dok?" lanjut Jambang
"KEDOKTERAN MESIN" jawab dokter Pacai lagi..
"WAH, HEBAT!! HEBAT!! HEBAT!!" F4 kembali bertepuuk tangan dan memuji dokter pacai..
"Wah..wah..Sudah-sudah, itu terlalu berlebihan. Saya bukan apa=apa kok tanpa kalian. KALIAN LUAR BIASA!!!"..


#Sayup-sayup terdengar lagu Separuh Akunya Noah..

Pada tengah malam, diam-diam Lisgon menyelinap ke kamar Romlah. Ternyata Romlah dan Monik sudah tidur, dan betapa beruntungnya Lisgon, ternyata Monik tidur di kolong tempat tidur sehingga ia tidak perlu kawatir akan membangunkan Monik dan membuatnya kaget. Lisgon kemudian mengalungkan gelang di pergelangan kaki Romlah. Namun tiba-tiba Romlah tersadar dan betapa terkejutnya ia melihat Lisgon sedang berada di dekatnya. Sebelum Romlah sempat berteriak, Lisgon menutup mulut Romlah dengan jempolnya. lebih tepatnya lagi dengan Jempol kakinya

(Karena saat itu kedua tangannya sedang digunakan untuk memasangkan kalung ke kaki Romlah)

"Ssssstttt...Jangan Berisik. Oya, aku sengaja memasangkan kalung ini ke kamu agar kamu terus ingat sama aku. Jangan sampai terlepas dan jangan sampai hilang ya. Awas aja kalo hilang, Aku minta ganti. Aku belinya mahal nih, Udah gak dapat lagi tiga ribu sekarang.di mall, tapi kalo nyarinya di pasar, mungkin masih dapatlah dengan harga segitu". Dengan nada mengancam Lisgon mengatakan hal tersebut pada Romlah Setelah memasangkan kalung pada kaki Romlah, Lisgonpun kembali ke kamarnya..

Pagi harinya, Romlah merasa sudah fit dan memberanikan diri untuk berjalan sendirian ke arah pantai, ternyata ia bertemu dengan Maknang yang sedang berburu ubur-ubur di sana. Mereka pun ngebrel-ngebrel sebentar. Tak lama setelah itu, Romlah memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk sarapan. Saat kembali Romlah berpapasan Lisgon. Lisgonpun melihat ke arah kaki Romlah dan menemukan bahwa gelang pemberiannya tak lagi ada di kaki Romlah. Dengan penuh perasaan bersalah, Romlah meminta maaf pada Lisgon. Ia tidak sadar kalau gelang kaki pemberian pria itu terlepas dari kakinya. Tak lama berselang, Maknang pun datang dengan memakai gelang pemberian Lisgon di lehernya. Melihat kalung kaki Romlah yang hilang berada di leher Maknang, Lisgonpun Emosi, namun ia berusaha menenangkan diri. Kemudian Maknang menyerahkan sendiri gelang tersebut pada Romlah dan mengatakan bahwa ia menemukan benda itu terjatuh di tempat ia dan Romlah tadi ngebrel-ngebrel. 

Lisgon terus menerus kepikiran akan kejadian tersebut dan merasa sangat cemburu bila ia kembali mengingatnya. Namun belakangan Lisgonpun mulai tenang setelah berfikir bahwa tidak mungkin Maknang berbohong padanya. Sebab Maknang adalah sahabatnya sejak kecil. Setelah makan siang, Lisgon mengajak Romlah terbang menaiki helikopter milik keluarganya yang barusan ia beli di toko bangunan terdekat. Saat sedang terbang di atas, ia menunjukkan kepada Romlah sebuah bidang tanah berbentuk hati. Lisgon mengatakan sebidang tanah tersebut, meskipun belum lunas, adalah milik keluarganya dan itu hanya ditunjukkan pada gadis yang ia cintai, Lisgon tidak sadar kalau wajah Romlah bukannya senang setelah diberitahu hal tersebut, malah terlihat semakin resah seperti sedang memikirkan sesuatu..

Dari Jambang dan Bulqha, akhirnya Romlah tahu mengapa sikap Maknang berubah drastis. Ternyata wanita yang dicintainya, yakni Hera Somplak, telah bertunangan dengan pria kaya-raya asal Suriname. Somplak tega mengacuhkan Maknang yang telah menunggu dirinya sekian lama, Romlah sangat terpukul mendengar apa yang dikatakan Jambang dan Bulqha. Romlah kemudian berlari ke arah pantai, tempat di mana Maknang yang sedang memberi makan sepupu-sepupunya tuan Krab berada. Dengan mata yang berkaca-kaca, Romlah berusaha menghibur Maknang yang wajahnya tetap tenang. Karena terbawa suasana, Maknangpun kemudian mencium sepupunya tuan Krab..

#MAKJEGER! tiba-tiba Sihir The Flying Dutchman mengingatkan penulis bahwa untuk kesekian kalinya cerita ini telah lari dari benang merahnya..

Karena terbawa suasana, Maknangpun kemudian mencium Romlah. Apes bagi mereka, Lisgon melihat semuanya. Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul salah satu dari sepupunya tuan Krab..

#Eh?

Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul Romlah..

#Bah, bisa-bisa penulis kena protes nih sama aktivis pemerhati perempuan..

okelah, kita ulangi lagi..

Dengan marah, Lisgonpun kemudian memukul wajah Maknang sehingga pipi Maknang terlihat bengkak. Sejak kejadian itu, Lisgon menjadi pemurung dan memutuskan untuk mempercepat dan mengakhiri liburan mereka kali ini dan kembali pulang ke Indonesia..

Setelah kembali dari liburan, Romlah kembali teringat akan sejumlah kejadian yang telah dilaluinya bersama Lisgon, dan ia hanya bisa meminta maaf dalam hati. Ketika bertemu dnngan Maknang pada keesokan harinya, Romlah juga meminta maaf pada pria tersebut atas semua yang telah terjadi. Begitu pula dengan Maknang, yang sadar kalau tindakannya telah menyakiti Romlah dan Lisgon..

Begitu jam makan siang dimulai, Lisgon mengumpulkan seluruh siswa sekolah dan menyampaikan pengumuman penting : Maknang dikeluarkan sebagai anggota F4 dan bersamaan dengan Romlah, Maknang juga akan dikeluarkan dari sekolah dalam kurun waktu seminggu. Maknang dan Romlah yang kaget mendengar pengumuman itu..

"Eh Ayam..ayam..ayam"

Berjanji akan menyelesaikan semua masalah yang ada di antara mereka dan menjelaskan semuanya pada Lisgon. Namun ketika akan pergi ke ruangan milik F4, Maknang berpapasan dengan Bulqha, yang kemudian menegurnya karena telah berusaha merebut Romlah dari Lisgon. jambang yang saat itu sedang berada di ruangan milik F4 bersama dengan Lisgon, juga berusaha menenangkan Lisgon agar ia memikirkan kembali keputusannya mengingat Maknang adalah salah satu sahabat mereka. Namun Jambang malah balik diancam akan mengalami nasib yang sama seperti Maknang jika ia berusaha menghalanginya....



Bersambung..

Minggu, 06 April 2014

Mas Boy Before Mblewer Part V

Semenjak skandal poto Romlah dengan abang hansip, ditambah dengan sikap Lisgon yang dingin dan tak lagi pernah menyapa Romlah. Romlah kembali menjadi bulan-bulanan para siswa. hari itu ia habis-habisan dikerjai oleh para siswa. Ada yang melempari Romlah dengan kacang, ada yang melempari Romlah dengan pisang, dan bahkan ada yang melempari Romlah dengan uang kertas pecahan seribu. tentu saja Romlah sangat sedih, dengan berurai air mata ia berkata..

"Besok-besok yang lima ribuan dong"..

Romlahpun nyaris menyerah, namun ia tak tahu ke kamera yang mana ia harus melambaikan tangan. Ia sempat mengharapkan munculnya sang dewa penolong (Maknang). namun harapannya sia-sia, Maknang tak kunjung datang. Secara mengejutkan tiiba-tiba muncul Lisgon yang datang menyelamatkan Romlah. Lisgon kemudian merangkul dan menggendong Romlah pergi dari tempat itu

Ketika berada dalam bopongan Lisgon, Romlah yang terlihat lemah kemudian menjelaskan bahwa ia tidak melakukan seperti apa yang dikira oleh Lisgon. Lisgon sangat khawatir, dengan suara yang juga pelan ia mengatakan..

"Ya, aku percaya kok. Oya, dapat banyak ga tadi? bagi goceng dong. lapar nih, kita beli bakso bakar di depan ya. Kita makannya di rumah aku aja, kebetulan mamaku udah beliin pizza. jadi kita bisa makan pizza featuring bakso bakar. Ga usah kawatir, mamaku sedang pergi ke Argentina, soalnya dia lagi pingin banget makan pecal, dan pecal dari Argentina adalah barang mewah, soalnya pecal adalah barang langka di sana. Berhubung mamaku suka barang mewah, itulah mengapa ia pergi ke sana"..

Di rumahnya yang megah, Lisgon merawat luka Bekicot impor peliharaannya yang terluka karena berantem dengan kecoa peliharaan tetangga. Sementara itu Romlah juga mengobati lukanya sendiri. Sambil mengobati luka Bekicot peliharaannya, Lisgon memarahi Romlah karena gadis tersebut membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan para siswa dan tidak mengutip uang bulanan dari para siswa yang mengerjainya

Setelah selesai merawat luka Bekicot impor kesayangannya, Lisgon kemudian membantu Romlah mengobati lukanya. Dengan handuk basah, Lisgon kemudian membersihkan luka yang ada di siku Romlah dari debu dan kotoran..

"Adu..duh! Atit..Anan keyas keyas.." rengek Romlah, manja..
"Iya, iya..mana lagi yang luka?" ujar Lisgon..
"itu tuh di dengkul. Adu..du..duh.. atit..atit anget. Anan keyas-keyas dong.."
"Iya..iya..tahan dong, biar cepat sembuh loh Romlah" kata Lisgon dengan penuh perhatian
"Aduh..duh..Anan keyas-keyas dong Lisgon"
"Lah, kan belum diapa-apain, ngapa berisik amat sih dari tadi? diam ga? kalo ga aku ga obatin lagi ni" Lisgonpun mulai emosi
"Eh, Belum yak? kirain udah, hehe. maaf deh"

Dengan telaten dan penuh perhatian, Lisgon merawat dan mengobati serta membersihkan luka-luka Romlah, namun saat membersihkan wajah Romlah, jantung Lisgon berdegup kencang. Sambil membaca ayat kursi ia kemudian melemparkan handuk yang digunakan untuk membersihkan luka ke muka Romlah..

"Romlah, besok-besok jangan pakai topeng yang ini ya. Pake topeng lain aja yang agak cakepan dikit, jangan yang ini lagi. aku takut liatnya"

Penyelidikan Bulqha dan Jambang akhirnya membawa mereka ke dalang dari peristiwa yang menimpa Romlah, yang ironisnya ternyata adalah Molen, sahabat dekat gadis itu. Di depan Lisgon, Molen akhirnya buka baju..

BLETAK!!! tiba-tiba kepala penulis disambit oleh Molen dengan tulang ikan lele "EH, PENULIS!! JANGAN ADA CERITA MESUMNYA DONG" teriaknya
"Maaf, maaf. keceplosan"

Molenpun buka mulut tentang alasan mengapa ia melakukan semuanya. Rupanya sejak ratusan, bahkan ribuan tahun silam, Molen kecil telah menyukai Lisgon semenjak TK dan bahkan sempat mengusir lele tak berkumis yang selalu membuat Lisgon ketakutan ketika mereka sedang bermain bersama di pinggir empang. Molenpun saat itu pernah membuat gambar yang menampilkan kedua orang yang sedang menikah. Molen juga menuliskan namanya sebagai pengantin pria dan nama Lisgon sebagai pengantin wanita..

BLETAK EGEN!! Molen lagi-lagi menimpuk kepala penulis. Namun kali ini tidak dengan tulang lele, melainkan dengan tubuh pemilik empang.GUBRAK..
"KALO NULIS CERITA ITU YANG BENAR DONG"

Baiklah, kita ulangi..

Molen juga menuliskan namanya sebagai pengantin wanita dan nama Lisgon sebagai pengantin pria. Namun saat melihat gambar Molen, Lisgon kecil langsung menginjak-injak gambar yang dibuat Molen karena ternyata tanpa sadar Molen juga menggambar lele tak berkumis sebagai penghulu mereka. Molen yang tak tahu mengapa Lisgon menginjak hasil karyanya sangat sedih dan berfikir kalau Lisgon melakukan hal itu karena wajahnya terlihat jelek. Sejak saat itu, Molen sangat depresi, ia sering mengurung diri di kamar dan bahkan terkadang juga mengurung orang tuanya di kamar mandi. Ia bahkan pernah beberapa kali pergi ke Jember untuk melakukan operasi plastik untuk mempercantik betisnya. Sambil tertawa tersedu-sedu, Molen menceritakan kisahnya tersebut kepada Lisgon.

Namun tak disangka, bukannya terharu Lisgon malah keliatan sangat marah. Dengan wajah dingin, Lisgon menyebut bahwa meski betis Molen sudah dipercantik, Ikan lele tak berkumis masih tetap ada dan hidup di empang seperti dulu..

#"Pembaca bingung? sama, saya juga.."

Paginya saat bangun, Romlah dikagetkan oleh para staf rumah tangga Lisgon yang siap melayaninya..
"Eh Copot..copot.. Eh Copot"
Bahkan, Kepala pelayan telah menyiapkan sarapan yang sangat spesial untuknya, yakni sebuah menu masakan yang berasal dari barat. Wajah Romlah terlihat sumringah..

#Sengaja diperhalus, kalau penulis buat Wajah Romlah terlihat sangat kelaparan, terlalu kasar. gak etis..

Ketika sampai di meja makan, ia terbelalak dengan menu spesial yang disajikan oleh staf rumah tangga Lisgon..

"Bah!! Kok ini? katanya dari barat, kok malah Rendang? kalian bohong!" ujar Romlah sambil berteriak emosi..
"Loh, ini kan memang dari Barat. Sekarang saya tanya, bagian dari pulau Sumatera yang ada di sebelah barat namanya provinsi apa?" tanya Inul Ladfian selaku kepala staf
"Sumatera Barat" jawab Romlah
"Trus kok anda keliatan ga suka dengan menu spesial ini? ga mau? ga suka? kalo memang ga mau dan ga suka, ga usah dimakan"
"bukan gitu, tapikan anda bilang tadi dari barat. jadi saya fikir.."
"MAU GAK? KALO GAK MAU SAYA BAWA KE DALAM NIH" Teriak Inul, kesal
"eh jangan-jangan. mau kok, mau.hehe" Ujar Romlah dengan wajah yang sumringah..

#Sekali lagi, sengaja kata-katanya penulis perhalus, karena kalau penulis buat wajah Romlah terlihat sangat kelaparan, terlalu kasar. gak etis banget..

Saat Romlah menikmati sarapan dengan menu spesial di rumah mewah milik Lisgon, pria itu justru malah mengunjungi rumah Romlah. Diiringi oleh pandangan gugup ayah-ibu dan adik gadis pujaannya, Lisgon mencicipi menu yang biasa disajikan oleh keluarga Romlah saat sarapan, yakni Jangkrik sambal pedas manis. dan ternyata Lisgon sangat menyukainya..

Di sekolah, sikap para siswa-siswi lain terhadap Romlah berubah drastis. Namun bukannya senang, Romlah malah marah melihat kemunafikan mereka. Saat berpapasan dengan Molen, Romlah menampar pipinya sendiri sebanyak dua kali dan kemudian berjalan pergi. Namun, Molen sadar kalau tamparan itu adalah bentuk sindiran dan perhatian Romlah terhadap dirinya. Molenpun kemudian menampar Romlah juga sebanyak dua kali dan mengatakan bahwa ia mengerti apa maksud Romlah dan mengucapkan terima kasih pada Romlah. Saat Romlah kembali ke meja kelasnya, ia menemukan sebuah boneka Jengglot bersuara Molen, yang isinya mengucapkan terima kasih pada gadis itu dan mengajaknya untuk suatu saat bertemu serta bersahabat lagi.

Di sekolah, Lisgon mengeluarkan pengumuman penting: Romlah secara resmi telah menjadi kekasihnya dan barang siapa mengganggu gadis itu maka akan berurusan dengan penulis..

#Loh, kok gue??

Kejutan tidak cuma sampai di situ, Maknang yang telah pulang dari bioskop mendadak muncul. Setelah resmi menjadi kekasih Lisgon, rumah Romlah dibanjiri hadiah berupa barang elektronik dan peralatan rumah tangga bekas. Tindakan tersebut nyatanya malah membuat Romlah tersinggung, ia melabrak Lisgon dan mengingatkan pemuda itu supaya tidak mengulangi tindakan itu lagi. 

#Bekas Sih..

Kemunculan Maknang mulai membuat hati Romlah resah, apalagi pemuda itu terlihat berbeda dari sebelum keberangkatannya ke bioskop. Ia tidak lagi murung melainkan selalu dikelilingi ikan-ikan lele. bahkan Maknang tidak segan menggoda istri pemilik empang..

BLETAK!! Oi Maknang, ceritanya di sini sampeyan godain Romlah, ngapa malah godain binik orang? pake dikelilingi ikan lele lagi. hadeuh

Okelah, kita ulang..

Kemunculan Maknang mulai membuat hati Romlah resah, apalagi pemuda itu terlihat berbeda dari sebelum keberangkatannya ke bioskop. Ia tidak lagi murung melainkan selalu dikelilingi cewek-cewek kece. bahkan Maknang tidak segan menggoda Romlah..

Dengan caranya yang unik, Lisgon sukses memaksa Romlah untuk berbelanja pakaian di toko bangunan. Rupanya, sang pewaris PT. ENTERTHEWIND tersebut ingin mengajak kekasihnya untuk berlibur bersama F4 ke sebuah pulau yang memiliki pantai yang sangat tidak indah dan tak ada istimewa-istimewanya. Tak lupa ia mengajak teman masa kecil Romlah, Monik untuk turut ikut serta delam liburan mereka
berikut foto-fotonya..


Suasana keindahan Pantai..


Suasana yang menimbulkan romantisme percintaan


Keasrian yang masih terjaga

BERSAMBUNG...

Sabtu, 05 April 2014

Mas Boy Before Mblewer part IV

Saat mengantar Somplak ke bandahara bersama F4 (BANDARA WOOI BANDARAAA)..
Raut wajah Romlah mulai berubah semakin jelek ketika tahu kalau Maknang tidak muncul. Sebelum pergi, Somplak membisikkan sesuatu pada Romlah..
"Asyhadu Alla Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah"

BLETAK! Penulis disambit oleh Maknang yang ternyata sengaja tidak muncul supaya bisa ngawasin penulis ketika nulis cerita ini..

Oke, kita ulangi lagi..

Sebelum pergi, Somplak membisikkan sesuatu dan berpesan kepada Romlah supaya gadis itu bisa membuat Maknang kembali tersenyum sepeninggal dirinya. Setelah Somplak naik ke pesawat, barulah Maknang muncul sehingga Romlah kesal. Namun ternyata kali ini wajah Maknang tampak berseri-seri sambil menunjukkan tiket bioskop dan mengatakan kalau dirinya berencana untuk mengejar Somplak kalo ia udah punya duit buat beli tiket pesawat. Maknang mengatakan bahwa keberaniannya untuk pergi ke bioskop dan menonton film horor muncul berkat dukungan dan semangat dari pemilik empang. Sebelum pergi nonton bioskop Maknang mengecup kening Lisgon (dan sukses membuat Lisgon muntah-muntah)

BLETAK! Lagi-lagi penulis disambit salah satu karakter dalam cerita ini, namun kali ini bukan lagi Maknang yang nyambit penulis, melainkan si Lele tak Berkumis..

Oke, untuk kedua kalinya dalam part IV ini, penulis akan mengulang ceritanya lagi..

Sebelum pergi nonton bioskop Maknang mengecup ketiak Romlah (dan tetap sukses membuat Lisgon muntah-muntah). Selesai mengantar Somplak naik pesawat, Bulqha dan Jambangpun pergi. Hanya Lisgon dan Romlah yang masih tetap berada di sana. Lisgonpun menganggap ini kesempatan yang tepat dan berusaha untuk menyampaikan sesuatu pada gadis itu..

"Rom..Rom..Romi Rapael..Ai..Ai..Lop..Lope..Lope..Yu. kalo kamu menerima cintaku, kamu ga usah mengatakan apapun. tapi kalo kamu menolak, kamu ga boleh bersuara"

Dengan terbata-bata Lisgon mengungkapkan isi hatinya pada Romlah. Namun sial, gemuruh pesawat membuat suaranya tidak terdengar sehingga Romlahpun tak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Lisgon barusan. Sementara Lisgon yang berfikir Romlah mengetahui apa yang ia katakan malah tersenyum penuh kemenangan..
"GYAAA HAHAH HAHAHAHAHA"



Saat di sekolah, tanpa basa-basi pewaris perusahaan PT. ENTERTHEWIND tersebut mengajak Romlah untuk berkencan nanti malam. Lisgonpun memilih sebuah tempat yang sangat romantis, jauh dari keramaian, nyaman, dan sejuk. Ia telah mempersiapkan tempat itu sejak kemarin malam dan juga telah membayar sebagian dari uang sewanya kepada pemilik empang. Molen kushinai yang saat itu berada di dekat mereka mendengar ajakan kencan Lisgon tersebut. Raut wajah Molen Kushinai langsung berubah drastis. Wajahnya menjadi pucat seperti sedang menahan sesuatu, ia kemudian berkata..
"Duh! jangan di situ dong, itu kan tempat favorit aku buang hajat. kalo mereka mencium "KARYA" aku, pasti suasana akan semakin romantis. iiih!! Wendi sebel..sebel"

BLETAK!! Penulis kemudian menyambit kepala Wendi dengan sendal pemilik empang..
"Untuk kesekian kalinya kau hadir di ceritaku Wendi. Grrr.. Iihh, Sebel..sebel.."

Speechless

Romlah yang mengira Lisgon hanya bercanda dan ingin kembali menjahilinya tidak memperdulikan ajakan tersebut. Setelah pulang dari sekolah, bukannya bersiap-siap dan berdandan agar terlihat cantik saat kencan pertamanya dengan Lisgon, Romlah malah pergi bersama ibunya ke arena balap Jangkrik untuk memasang taruhan..

Pada malam harinya hujan saljupun turun..

#Ceritanya di Indonesia ada hujan salju. Anggap ajalah begitu..

Romlah mulai merasa tidak enak dan memutuskan untuk mendatangi tempat balap Jangkrik tersebut. Ternyata Jangkrik yang menjadi jagoannya meninggal dunia karena minum racun Tikus setelah diselingkuhi oleh kekasihnya yang juga berasal dari kalangan Jangkrik. Romlah sangat sedih dan memutuskan untuk pergi ke empang, tempat di mana ia biasa menenangkan diri ketika sedang galau. Di tengah perjalanannya menuju empang, ia teringat akan janjinya untuk berkencan dengan Lisgon, ia pun merasa bersalah dan menyesal mengapa ia baru mengingat hal tersebut sekarang, mengapa tidak nanti saja ketika ia sudah tidur. 

Sesampainya Romlah di empang, ia terkejut melihat Lisgon masih berada di sana sambil menggigil kepanasan. Merasa bersalah, Romlah membelikan Lisgon segelas racun tikus sambil mengajaknya untuk naik ke puncak sebuah gedung. Kencan singkat mereka terpaksa diperpanjang setelah pintu gedung tersebut terkunci tidak rapat.
(Mereka memperpanjang kencan mereka karena mereka memang ingin lama-lama di gedung itu, sebab di gedung tersebut mereka bisa melihat tembok.)
Akhirnya Romlah dan Lisgon ketiduran dan bermalam di sana. Ketika mereka sedang tidur, tanpa sengaja Lisgon memeluk Romlah. Romlahpun mendorong tubuh Lisgon karena mengira Lisgon ingin curi-curi kesempatan..

#HAYOO..Lisgon nakal..Lisgon nakal..aku cubit nanti ya alisnya..

 Namun alangkah terkejutnya Romlah ketika mendapati tubuh Lisgon itu begitu panas.
"Eh AYAM..AYAM..AYAM.."
Dengan telaten, Romlah menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut. Keesokan harinya, tanpa disadari seseorang mengambil gambar saat Romlah dan Lisgon keluar dari gedung tersebut. Romlah sempat khawatir karena mengira kalau dirinya bakal dimarahi oleh orang tuanya karena tidak pulang semalaman. Namun ternyata Orang tuanya memang memarahinya..

#apasih??

Kejutan terjadi di sekolah, Romlah disebut telah menjadi pacar pemilik empang diiringi dengan bukti foto yang menunjukkan Lisgon dan Romlah saat baru keluar dari gedung (???).. Bukannya membantah, dengan wajah serius tapi blo'on, Lisgon malah mengatakan bahwa ialah yang sebenarnya menjadi pacar Romlah dan langsung melingkarkan tangannya di pundak Romlah. Romlahpun tak mau kalah, ia juga melingkarkan tangannya ke pundaknya sendiri. Kabar tersebut membuat Molen Khusinai jatuh sakit, namun begitu dikunjungi Romlah dan mendengar pengakuan sang sahabat soal keadaan yang sebenarnya, gadis itu langsung ceria lagi.

Bulqha memutuskan untuk datang ke tempat Monik dan mencari tahu tentang Romlah dari teman kecilnya tersebut. Dengan kharisma bulu kakinya, Bulqha berusaha mempengaruhi Monik supaya menasehati Romlah agar menjauhi Lisgon. Siapa sangka, aksi tersebut malah membuat Monik marah, dan kemudian membentak-bentak Bulqha dengan keras. siapa sangka, nenek Monik tiba-tiba berteriak dari lantai dua..
"WOI, UDAH JAM 12 MALAM NIH. ORANG MAU TIDOR. KALO MAU TERIAK-TERIAK SONO AJA DI HUTAN!!!". Teriakan dan kemarahan neneknya Monik membuat bulu kaki Bulqha merinding. Bulqha yang playboy diam-diam terpesona dengan nenek dari sahabat karib Romlah itu. Istimewa..

Romlah diajak ke sebuah pos hansip oleh Molen, Romlah dan Molen kemudian dugem di sana sambil minum kopi sisa semalam. Karena kebanyakan minum kopi sisa semalam, Romlah kemudian tidak sadarkan diri dan saat terbangun keesokan harinya, ia mendapati dirinya di sebuah kamar dengan pakaian minim dan tulisan di kaca. "KAMI BISA MENGATASI MASALAH ANDA KARENA KAMI MENYEDIAKAN OBAT PANU, KADAS, KUDIS, DAN KURAP. HUBUNGI 08566xxxxxx". Romlah sempat waswas dan mulai memikirkan hal-hal terburuk. Benar saja, di sekolah. Romlah menjadi bulan-bulanan para siswa yang terus-menerus mengejeknya. Ketika masuk ke dalam kelas, matanya tertuju ke arah mading dan alangkah terkejutnya Romlah
"EH..AYAM..AYAM..AYAM.."
ketika melihat foto dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama para hansip. Romlah berusaha membantah, namun usahanya tersebut sia-sia, tak ada seorangpun yang percaya dengan apa yang ia katakan. Romlah sangat sedih, ia kemudian berlari keluar kelas dan masuk ke toilet. setelah pintu toilet tertutup, terdengarlah suara "PREEETT".."PROOTTT".."PREEETT".."PRETETTET".."AAAAHHHH...LEGAAAAAAAAA!!!!!"
Setelah keluar dari toilet Romlahpun kembali ke kelas. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Lisgon tengah menatap foto dirinya yang berada di mading. Lisgonpun berkata..
"Ganteng juga abang hansip itu ya"

Sejak melihat foto itu, Lisgon menjadi pendiam dan sering terlihat murung.  Bulqha dan Jambang memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan dibantu oleh Monik, Bulqha dan Jambang sukses menangkap hansip yang ada di foto bersama dengan Romlah. Sementara itu, Lisgon mendapat kunjungan dari Molen yang memberikannya kunci pos hansip, tempat di mana Romlah dan abang hansip kedapatan 'berselingkuh'. Dengan wajah sedih, Romlah berusaha menghibur Lisgon sambil menyebut bahwa Lisgon tidak pantas ketawa hanya karena melihat foto Romlah dengan pria lain. Ucapan itu justru malah membuat Lisgon itu marah. lisgonpun berteriak..
"NANGES NIH NANGES :'( BUKAN KETAWA"..

Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan pemilik empang..

BLETAK!! tiba-tiba pemilik empang berusaha menyambit penulis dengan Bumerang, namun sayangnya penulis berhasil menghindar dan senjata tersebut malah kembali ke arah pemilik empang dan mengenai kepalanya sendiri..

Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan kejadian yang dialami Romlah..

BERSAMBUNG...

Jumat, 04 April 2014

Mas Boy Before Mblewer Part III

Romlah dan sahabatnya, Moleh Kushinai pada akhirnya pergi juga ke pesta tersebut. dan di tengah-tengah acara, ternyata ada acara berdansa bersama. Atas desakan Molen Khusinai, akhirnya Maknangpun mengajak Romlah untuk pergi bersama dengannya ke tengah ruangan bermain catur. Romlahpun merasa sangat bahagia dan berbunga-bunga. Melihat kemesraan yang terjalin antara Romlah dan Maknang, Lisgonpun merasa biasa aja..

MAKJEGER! tiba-tiba petir menyambar kecoa peliharaan penulis dan membuat penulis tersadar bahwa cerita lagi-lagi keluar dari jalurnya..

Lisgonpun merasa cemburu. Lisgon kemudian memutuskan untuk pergi ke luar ruangan untuk mencari dana segar. Di pinggir empang, Lisgon melampiaskan segala kemarahannya dengan memukuli pemilik empang yang lagi asyik masyuk buang hajat sambil jongkok di balik pohon. Namun amarah Lisgon seketika berubah ketika ia melihat ada ikan lele tak berkumis di dekatnya. ia langsung histeris dan berteriak "KYAAAAA!!! jijik deh, jijik deh. Iiih, Wendi  kesel, kesel"..

Lah, kok Wendi??

Naas, saat berusaha mengusir ikan lele tak berkumis itu, Lisgon terjatuh ke dalam empang. syukurlah ia pandai berenang, tak heran, sebab Lisgon memang memiliki segudang prestasi dalam bidang tarik suara. (*eh) ketika berusaha untuk naik ke daratan, Lisgon yang saat itu tengah berenang melihat sebuah benda kuning panjang, mengambang di dekat ia berada. Lisgonpun penasaran, ia mengira itu adalah raja ikan lele yang sedang memakai jubah emas. dengan hati-hati ia mengendus raja lele tersebut..
sniff..sniff..sniff..sniff..
"Wah, baunya kok kayak T**k ya?"
kemudian ia memegangnya..
"Wah, kok teksturnya halus gemulai dan lembek-lembek gini ya? kayak T**k malah"
dan kemudian ia mengambil beberapa bagian dari populasi tersebut untuk dijadikan sebagai sampel, dan mencicipinya..
"Tuh kan, rasanya memang kayak T**k. ketahuan Lu, Lu ga usah nyamar-nyamar jadi Raja Lele deh, hahaha. Lu T**k kan?"
sebelum sang raja lele sempat menjawab, tiba-tiba lele tak berkumis tadi pun menampakkan dirinya dan berkata..
"itu memang T**k bro, itu hasil karya si pemilik empang"
Lisgon syok, ia terkejut, dan seketika pandangan Lisgon menjadi gelap, sepertinya ia akan pingsan. Namun, sebelum kesadarannya benar-benar hilang, sayup-sayup ia mendengar tawa si pemilik empang..
"HAHAHAHAHA, MAKAN TU BARANG GUWA!!"
dan Lisgonpun menjawab..
"GILE LU, NDRO!!"..
dan kemudian semuanya menjadi hening, dan gelap..

Beruntung, seorang siswa yang kebetulan baru selesai buang hajat di dekat empang melihat kejadian itu. Siswa tersebut kemudian berlari ke tengah-tengah pesta dan menceritakan proses dan tatacara dalam membuang hajat secara baik dan benar. Semua orang yang ada di ruangan tersebut terkesima dan kemudian bertepuk tangan. di akhir ceritanya, sang siswa pun berkata..
"bro. tadi ane liat ada sesuatu yang ngambang tuh di empang, tapi warnanya gak kuning. malah di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan alis"

Seketika itu Romlahpun terhenyak, ia tahu itu adalah Lisgon, dan ia tahu bahwa Lisgon dalam bahaya. kemudian ia berlari ke arah empang dan terjun ke dalamnya. Dengan gagah berani akhirnya ia berhasil menyelamatkan seluruh ikan-ikan lele yang ada di dalam empang..
"Kasian banget kalian wahai ikan lele, kalian tenggelam di empang ini sekian lama sampai-sampai kalian memiliki kumis. tapi tenang saja, aku sudah menyelamatkan kalian kok"
dan kemudian Romlah memberikan nafas buatan pada setiap ikan lele tersebut. Tentu saja ikan-ikan lele itu mati, bukan karena tak tahan berada di daratan, melainkan karena keracunan hawa nafas Romlah..

R.I.E LELE..
Rest In Empang Lele..

Sementara Romlah meratapi kematian para lele, Lisgonpun tersadar dari pingsannya. dengan bersusah payah kemudian Lisgon berenang ke sisi empang dan menatap ke arah Romlah. "Romlah, ternyata hatimu sangat mulia, begitu besarnya perhatianmu pada lele-lele itu. Aku terharu dan kagum padamu. Aku..Aku..". Belum sempat Lisgon meneruskan kalimatnya, ia langsung pingsan. mungkin karena ia kebanyakan minum air empang waktu ia pingsan tadi. Romlahpun panik, dan dengan membuang segala gengsi dan dendamnya pada si pemuda kaya raya yang angkuh itu, Romlahpun meminta pemilik empang untuk memberikan nafas buatan pada Lisgon..
Sebelum memberikan nafas buatan pada Lisgon, pemiliik empang berkata..
"MAKAN TU BARANG GUWA!!"..

Setelah sadar, Romlah dan Lisgon pun kembali ke pesta yang diadakan Maknang dengan pakaian yang basah kuyup. Lisgon yang merasa tidak enak pada Romlah kemudian menyuruh anak buahnya untuk membelikan pakaian mahal dan bagus untuk dirinya dan Romlah. Romlahpun segera memakainya di kamar mandi dan kemudian bergabung ke tengah-tengah acara, sementara Lisgon memutuskan untuk pergi ke empang lagi dan mengajak si pemilik empang untuk nonton wayang golek di kampung sebelah.

Romlahpun menjadi perhatian, mata semua pengunjung pesta kemudian tertuju kepadanya, bahkan kedua personil f4, yakni Bulqha dan Jambang terus menerus memuji baju yang dipakai Romlah..
"Wah, bajunya bagus banget ya. sayangnya yang make orangnya kayak gini" seru Bulqha
"Benar bro, meskipun yang make kayak gini, tapi bajunya bagus ya" kata Jambang.

Tiba-tiba, tunangan Maknang yang bernama Hera Somplak muncul dengan digandeng oleh Maknang untuk meniup lilin kue ultah. Somplak juga menyampaikan pengumuman penting yaitu bakal segera kembali ke Suriname dan tidak akan pulang lagi ke Indonesia. Sontak, Bulqha dan Jambang langsung kaget..
"Eh AYAM..AYAM..AYAM.."
sementara mata Romlah langsung berkaca-kaca, bukan karena ia sedih melihat pria yang dicintainya akan ditinggal oleh kekasihnya, tetapi karena ia juga memimpikan untuk bisa pergi ke Suriname.

Seusai mengumumkan hal tersebut, Somplak dan Maknang kembali masuk ke dalam rumah. Saat keduanya masuk ke dalam kamar, Maknang tidak tahan lagi dan langsung menumpahkan semua kekesalannya pada Somplak, yang hanya bisa meminta maaf. Saat keduanya tabok-tabokan, kejadian itu dilihat Romlah. Apes bagi gadis itu, keberadaannya diketahui oleh Maknang dan Somplak, untung dari belakang Lisgon yang baru datang dari kampung sebelah setelah batal menonton wayang golek karena tiba-tiba di sana ada puting beliung, muncul dan berhasil mengalihkan perhatian. Sambil berjalan menjauh, Lisgon melingkarkan tangannya ke bahunya sendiri dan menemani gadis malang itu di kedai kopi yang sepi, dengan caranya yang unik, Lisgon berusaha menghibur Romlah. Lisgon sukses membuat Romlah tenang, dan kemudian keduanya memutuskan untuk sama-sama menenangkan diri sejenak dengan minum kopi sisa semalam.

Setelah menenggak 1 cangkir kopi sisa semalam, Romlahpun mabuk berat. Romlah kemudian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Lisgon, Lisgonpun mengira dirinya bakal dicium, namun tiba-tiba Romlah malah muntah dan mengeluarkan saudara-saudaranya dari mulutnya. Saudara-saudara Ramlahpun kemudian mengotori pakaian mahal yang dikenakan Lisgon..

Keesokan harinya saat bangun, Romlah mendapati dirinya tengah berada di rumah Lisgon. Sempat hendak mengamuk, ia langsung berubah malu saat diingatkan akan kejadian malam sebelumnya oleh pembantu di rumah Lisgon. Baru saja Romlah hendak pulang, ia tertahan karena kepulangan BUDE Bemper, presiden PT. ENTERTHEWIND sekaligus ibu Lisgon. Lisgon panik saat tahu sang ibu bakal segera tiba, Lisgon langsung menelepon rekan-rekan F4-nya untuk meminta nasehat soal masalah Romlah. Lisgon sadar kalau latar belakang gadis itu bakal membuat Bude Bemper mengamuk. F4 kemudian menyamarkan Romlah dengan pakaian milik pemilik empang dan memperkenalkannya sebagai gadis dari keluarga terpandang. yang sedang menyamar. Tidak cuma itu, Romlah dikenalkan sebagai maskot F4 yang baru sebagai simbol kesederhanaan mereka. Tentu saja Bude Bemper tidak percaya dan meminta asistennya untuk mengecek latar belakang gadis itu. Romlah sempat diminta untuk memeragakan busana pengemis dan pemulung, ternyata penyamaran yang dilakukan Romlah sukses dan membuat Bude Bemper percaya. sebelum pulang, Romlah dihadiahi oleh Bude Bemper secarik surat dan sebuah bingkisan yang ia bawa dari Milano, Italia..
setelah dibuka ternyata isinya karung beras yang pernah dipakai oleh Monalisa untuk membuang sampah ketika ia masih hidup. dan isi dari surat itu adalah..


Dear Romlah..
Setelah melihatmu mengenakan pakaian pemulung dan pengemis, kau terlihat sangat cocok dengan kostum itu. Kau terlihat sangat menjiwai peranmu sebagai orang susah, bahkan mukakmupun bisa disusah-susahin gitu. Bude kagum samamu Romlah, dan Bude sengaja kasih hadiah itu supaya kau bisa lebih terlihat natural dan alamiah dalam menjalani peranmu.

Tabokan penuh cinta dari Bulek..
Bude Bemper

 Romlahpun menitikkan air mata dan tersenyum haru..

Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendapat kunjungan dari Somplak. Meskipun hatinya pedih, Romlah berusaha sekuat tenaga membujuk Somplak untuk tidak pergi ke Suriname demi Maknang. Ia tidak sadar bahwa saat keduanya berbicara empat mata, ada Lisgon yang tanpa sengaja sedang mendengarkan musik lewat headset di dekat mereka..

"Wooiii Lisgoon!! Woooii!!"
Penulis kemudian emosi dan menarik headset yang sedang digunakan Lisgon..
"Wooi Lisgon, ceritanya di sini ente nguping percakapan mereka, ngapa malah dengerin lagu pake headset?".
"Maaf pak, abis ini lagu keren banget pak. ngeROCK abis pak, coba deh dengarin.."
Penulispun tertarik untuk mendengarkannya, sayup-sayup terdengar alunan syair dari headset tersebut..
"Anggur merah, yang dulu memabukkan diriku, kuanggap belum seberapaaaaaaa....."
"BUSET!!, ini lagu ngeROCK banget dah. ane suka ni lagu. thanks bro" seru penulis..
"sama-sama brader". ujar Lisgon..


BLETAK!!!! BLETAK!!!
Penulis kemudian menimpuk kepala Lisgon dan kepalanya sendiri dengan botol Anggur Merah..
KEMBALI KE BENANG MERAH!!


Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendapat kunjungan dari Somplak. Meskipun hatinya pedih, Romlah berusaha sekuat tenaga membujuk Somplak untuk tidak pergi ke Suriname demi Maknang. Ia tidak sadar bahwa saat keduanya berbicara empat mata, ada Lisgon yang tanpa sengaja sedang mendengarkan pembicaraan mereka..

BERSAMBUNG

Mas Boy Before Mblewer Part II

Hari-hari berikutnya, kehidupan Romlah di sekolah tersebut masih sama seperti hari-hari sebelumnya. ia masih sering mendapatkan Perlakuan Tidak Menyenangkan dan Pencemaran Nama Baik dan masih sering dibully oleh teman-temannya.

#catatan : bagi yg ga ngerti apa arti bully, bully itu adeknya Olga..

Namun Romlah masih tetap tegar dan kuat. Ia selalu menunjukkan wajah yang ceria setiap kali ia datang ke sekolah, seolah-olah tak pernah terjadi kejadian buruk yang menimpa dirinya ketika berada di sekolah tersebut. tentu saja sikap Romlah itu membuat alis Lisgon mendidih. betapa tidak, dengan berbagai siksaan yang ia dan teman-temannya berikan pada Romlah, Romlah masih saja bisa bersikap ceria dan tetap bersekolah di sana..

#Sengaja penulis bikin serius, supaya benang merahnya dapet. ga akan ada lagi lucu-lucunya, penulis janji, kalo ga percaya, potong kuping kalian. MAKJEGER!!

Kekesalan Lisgon sudah mencapai puncaknya, bahkan sudah mencapai ubin-ubin..

#UBUN-UBUN WOOII, UBUN-UBUN..

Bersama Bulqha dan Jambang, Lisgonpun merencanakan untuk melakukan kejahilan terhadap Romlah. Dengan mengerahkan beberapa siswa yang merupakan anak buah mereka, Lisgon Cs berupaya menculik Romlah dan kemudian menjahiliinya habis-habisan sehingga Romlah menjadi kapok dan tidak akan datang lagi ke sekolah tersebut. Romlah yang saat itu tengah berenang di empang depan sekolah..

#Renang adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut, sebenarnya kolamnya sih ada, tapi Romlah merasa kurang greget kalo berlatih tanding dengan manusia, ia lebih senang berlatih tanding dengan ikan lele di empang karena lebih mainstream

merasa ada yang memperhatikannya dari jauh. tentu saja Romlah merasa was-was, berbagai fikiran negatif muncul di kepalanya "jangan-jangan itu yang punya empang", kemudian muncul fikiran negatif lain "jangan-jangan yang punya empang nganggap aku biawak yang sering ngabisin ikan lelenya dia". "atau jangan-jangan dia fikir aku lele duyung".

Namun ternyata, tak disangka dan tak diduga, orang yang memperhatikan Romlah bukanlah pemilik empang. orang yang memperhatikan Romlah dari tadi ternyata adalah orang suruhan Lisgon, Bulqha, dan Jambang untuk mencuri ikan lele di empang tersebut..

*Eh. kok ikan lele? -_-!! aduh, fokus..fokusss!!..


Orang tersebut kemudian berusaha menangkap Romlah, namun Romlah tak tinggal diam, ia memberikan perlawanan. Romlah menendang, meninju, dan mencubit pemilik empang yang kebetulan dari tadi duduk di pinggir empang. Pemilik empangpun pingsan, dan dengan jumawa Romlah berkata "Hohooho, rasakan jurus Bekicot Impor Pembawa Dusta milikku, hohoho, belum tau dia kehebatanku, jangan pernah kau menyepelekan aku wahai ki sanak. ilmuku sangat tinggi, asal kau tahu, lima tahun aku dulu belajar silat di tempat les Piano. hohoho".

#Pasti Anda bertanya apa yang dilakukan oleh orang yang akan menangkap Romlah kan? dia bengong liat Romlah yang main hakim sendiri terhadap pemilik empang, padahal si Hakim kalo main selalu berdua sama si Budi. hadeuh, tahapa..

Sadar bahwa ternyata Romlah memiliki ilmu kanuragan yang tinggi, orang suruhan Lisgon kemudian memanggil teman-temannya lewat SMS..
"Bro, cepetan kirimkan pulsa ke nomor ini sebesar 20.000. tolong ya bro, jangan dibalas. ane lagi di empang"
dan tak sampai 7 tahun kemudian, teman-temannya pun datang..

Orang-orang suruhan tersebut kemudian mengepung dan berusaha menangkap Romlah. Romlah berusaha melawan dengan melayangkan dua-tiga kali tendangan dan pukulan ke arah pemilik empang. (*Eh). Posisi Romlah kemudian semakin tidak menguntungkan setelah tangan dan kakinya dipegang dengan erat oleh orang-orang suruhan Lisgon. Romlahpun panik, ia kembalin berfikiran negatif "jangan-jangan mereka fikir aku ratunya lele, atau mereka mungkin berfikiran aku adalah putri duyung dari jenis lele. kumohon jangan, aku hanya perempuan biasa, kumohon, mereka akan menyesal menculikku setelah tau kalo aku bukan ratu lele, aku pasti akan mengecewakan mereka. huhuhu".

Namun sebelum keadaan bertambah kacau, tiba-tiba muncul Maknang yang dengan santainya malah menanyakan resep Krabby Pattie ke pemilik empang (*Eh) Melihat kehadiran Maknang, orang-orang suruhan Lisgon tersebut akhirnya kabur karena melihat sahabat bosnya itu. Romlahpun terduduk di pinggiran empang, ia kemudian menatap ke arah Maknang dengan tatapan yang sayu sembari menengadahkan kedua tangannya dan mengucapkan sebuah kalimat yang menyayat hati..
"Pak, acian pak, eum ma'an ahi e'maham. intak uwit ima ibu pak, wat ma'an pak"

#sejenak penulis terenyuh membaca cerita yang penulis buat ini, sembari menitiskan air mata, penulis merasa iba, bukan iba pada Romlah yang ngemis-ngemis itu, bukan. Tetapi penulis iba sama pemilik empang yang dipukulin Romlah. salah dia apa ya? maafkan aku duhai pemilik empang, aku telah membuatmu menjadi pihak yang teraniaya di cerita ini. aku harap, kau tenang di empang sana. RIE (Rest In Empang)

Setelah kejadian itu, simpati Romlah pada Maknang semakin besar, dan di hari berikutnya, secara tidak sengaja ia kembali bertemu Maknang yang kedapatan sedang mengagumi poster caleg terkenal berkumis tebal sekaligus alumnus sekolah mereka. kemudia Romlah menghampiri Maknang dan berkata "Kamu pemilu nanti milih dia ya? aku juga deh kalo gitu, aku akan ikutin apapun yang jadi pilihan kamu". dengan penuh kelembutan Maknang pun menjawab "milih dia? maksudnya? Oooh, hahaha. aku bukan sedang mengamati poster orang itu, tapi lagi liatin cicak yang lagi adu panco. noh, di sebelah poster itu". kemudian Maknang meninggalkan Romlah yang masih terpaku melihat cicak yang lagi adu panco, selang semenit kemudian, Romlahpun mengajak siswa-siswi laiinya untuk menyaksikan adu panco tersebut dan membuka taruhan serta menjadi bandar judi di pertandingan adu panco tersebut..

Keesokan harinya, Romlah terkaget-kaget ketika mengetahui kalau ia digosipkan hamil di luar nikah. Tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi, Romlah langsung mendatangi Lisgon. Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat melihat Romlah mengambil kuda-kudaan..

BLETAK!!
iya..iya.. :(

kita ulangi ya..

Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat melihat Romlah mengambil kuda-kuda, dan tiba-tiba menendang Lisgon dengan jurus tendangan Welkam tu de Janggelnya di bagian kepala sehingga Lisgon terjatuh. Namun bukannya marah, Lisgon malah tersenyum dan kemudian berkata "pake yang warna abu-abu monyet ya?. ciyee, ketahuan ni yee.. Romlah pake warna abu-abu monyet... Romlah pake warna abu-abu monyet"..

BLETAK EGEN!!
ya ya, penulis ga becanda lagi deh :(

Namun bukannya marah, Lisgon malah tersenyum dan mengambil kesimpulan (yang salah) bahwa Romlah menaruh hati padanya. Dengan gayanya yang arogan kayak penjual degan, Lisgon mengatakan bisa memberikan Romlah kemewahan layaknya anak kos bila bersedia menjadi kekasihnya. Romlah sakit hati, bukan karena ia ditembak Lisgon di hadapan orang banyak dengan sangat tidak romantis, namun karena ia ingin diberikan kemewahan yang lebih dari kemewahan layaknya anak kos. ia ingin kemewahan seperti yang dirasakan ibu kos..

Singkat cerita, Romlahpun pada akhirnya tahu dari dua personil F4 Lainnya (Bulqha dan Jambang) bahwa sang model di poster caleg yang dilihat Maknang adalah pria yang dicintai istri caleg tersebut. Romlah juga tahu bahwa cicak yang sedang adu panco kemarin itu adalah peliharaan wanita yang dicintai Maknang. Bisa ditebak, Romlah yang sudah terlanjur menyukai Maknang langsung patah hati dan yang menjadi sasaran kemarahan adalah Lisgon yang semula berusaha menghibur.
sangking kesalnya, Romlahpun membakar alisnya Lisgon.

Dasar nasib, di hari berikutnya Romlah dan sahabat karibnya, Molen Kushinai yang sedang bermain dengan pemilik empang, kembali berpapasan dengan Lisgon. Lisgon mengajak Romlah untuk datang ke pesta penyambutan wanita yang dicintai Maknang yang baru pulang dari luar negeri. Romlah pada awalnya menolak, namun berkat dorongan dari Molen Kushinai, akhirnya Romlahpun nyemplung ke dalam empang..

bersambung..

Kamis, 03 April 2014

Mas Boy Before Mblewer Part !


F4 adalah sebuah grup yang beranggotakan Lisgon, Bulqha, Maknang, dan Jambang. Mereka adalah pemuda-pemuda tampan nan kaya raya yang menjadi primadona di sekolahnya. (Primadona kan untuk cewek, oke saya ganti. PRIMADONO. biar lebih Lakik!!). banyak cewek yang klepek-klepek ketika melihat mereka. mereka selalu berteriak histeris ketika F4 lewat di hadapan mereka, "F4, I LOVE YOUUU!!". "F4, I MISS YOUUU!!". "F4. I HEART YOUUU!!". "F4. JADIIN AKU PACARMU!!". "F4. TOLONG CUCI PIRING SETELAH MAKAN!!". "F4. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA!!"....



Speechless..


Lisgon adalah pewaris tunggal dari PT. ENTERTHEWIND.Tbk. yang bergerak di bidang penjualan obat-obatan sperti obat panu, obat kurap, obat masuk angin, dan lain-lain. dengan perawakannya yang tinggi bongsor, muka ganteng (eits, masih tetap dihitung Rp. 10.000/kata ganteng). tak heran ia menjadi idola para gadis di sekolahnya. beribu surat cinta telah ia terima, akan tetapi tak satupun pernah ia baca, bahkan ia langsung membuangnya ke tong sampah (sombooooooong!!!). ia melakukan itu karena ia pernah mengalami trauma terhadap surat cinta. Dulu, duluuuu sekali, ia pernah membaca surat cinta pertamanya di kamar mandi. "Li..Lis..gon..A..Aaaku..Ssu..su..suka..Sa..sa..sama..ka,..ka..ka..mu, ma..mau..kah..ka..ka..mu..me..men..ja..ja..di...pa..pa..carku. kkamu..im..imutt..deh..mi..mirio..Pepp..pe..lii..haa..raanku.."

"kurang ajar, udah capek bacanya, tulisannya jelek, malah dikatain mirip peliharaannya. aku bersumpah". MAKJEGER!!!!!! tiba-tiba suara petir terdengar.."Aku gak jadi bersumpah". MAKJEGER AGAIN!!! tiba-tiba petir nyambar alis Lisgon. "Iya..iya..aku bersumpah. hiks hiks..aku gak akan baca surat cinta lagi". Double MAKJEGER!! petirnya kembali menyambar Lisgon.

RIP Lisgon..

Anggota F4 yang lainnya, Bulqha juga pewaris tunggal dari perusahaan orang tuanya. PT. BATOENISSAN. yang bergerak di bidang pemakaman, menjual kain kafan polos, kain kafan batik, kain kafan polkadot, kain kafan berlambang klub sepakbola, dan lain-lain. berbeda denagn Lisgon, Bulqha selalu bergonta ganti pasangan setiap bulan. kadang dengan Jennifer, Friskha, Amanda, Anastasia, Juminten, Ngatinem, Markonah, dan Sofyan.

Speechless egen..

sedangkan Jambang. ia merupakan anak Pemilik saham mayoritas dari PT. TuzzuxGighi. ia sering kali gonta-ganti kendaraan ketika datang ke sekolah. terkadang naik Angkot 01, nebeng naik motor temen, naik angkot 02, nebeng naik mobil temen, naik angkot 03, jalan kakik, naik angkot 04, minjem motor temen, naik angkot 05, nebeng mobil jenazah, naik angkot 06, nebeng gerobak sampah, naik angkot 07, minjem motor satria baja hitam..

akan tetapi kalo masalah cinta, Jambang adalah pria yang sangat setia. ia hanya jatuh hati pada seorang wanita bernama Cie Tweet Tweet. 

Bletak!! pengarang kena sambit oleh teman kosnya Ramlah Ritonga!!

Sedangkan anggota yang terakhir adalah Maknang. Maknang, adalah pria soleh, rajin, suka membantu yang lemah, bijaksana, berwibawa, tidak sombong, ganteng, cakep, pinter, cute, imoetz, tegap, tapi sayangnya itu semua hanya bisa terjadi di cerita ini. :(

Seperti anggota F4 yang lain, Maknang juga adalah anak orang kaya. ia pewaris tunggal PT. KETJOAKNYUNGZEV. yang merupakan eksportir barang-barang mewah nan eksklusif dan luxurious ke negara-negara Eropa, Asia pasifik, dan Amerika Serikat. Yakni Bakwan, Tahu isi, dan Pergedel..

kehidupan asmara maknang juga tidak terlalu mulus. ia pernah ditolak mentah-mentah oleh seorang nenek-nenek. dan yang lebih pahitnya, malah si kakek yang menerima cintanya. ini namanya ironi di atas ironi..

ketenaran F4 belakangan terganggu, penyebabnya adalah seorang murid baru. ia adalah siswi baru yang berasal dari keluarga kismin, ia berhasil masuk ke sekolah itu karena beasiswi (beasiswa cuma utk cowok). akan tetapi ia tidak pernah merasa minder, sekunder, dan tersier di sekolahnya anak-anak orang berada tersebut. anak baru itu bernama Romlah!!ia pernah membentak dan mempermalukan Lisgon sang pemimpun grup F4 di hadapan orang banyak. hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. diperlakukan demikian, Lisgon merasa sakit hati dan ingin membalas dendam. akhirnya dengan dibantu Bulqha dan jambang, ia memerintahkan pada seluruh siswa untuk "ngerjain" Romlah..

keesokan harinya Romlah datang ke sekolah seperti biasanya. namun ketika sampai, hanya tatapan sinis dari siswa-siswi lain yang diterimanya. ia berusaha bersikap tenang, akan tetapi ia mulai terlihat sedih ketika sahabat karibnya Molen Kushinai juga terlihat memusuhinya, bukan cuma itu, ketika ia sedang berjalan di lorong sekolah. tiba-tiba berbagai benda dilempar ke arahnya. mulai dari telur beserta ayam-ayamnyanya, tomat beserta gerobak-gerobaknya, bubuk kopi, dan juga tepung. Romlah sangat sedih. ia berlari ke atap sekolah dan kemudian melompat ke bawah, dan kemudian...

MAKJEGER!!! dentuman petir mengingatkan pengarang kalau cerintanya udah keluar jalur...

mendapat perlakuan demikian, Romlah sangat sedih, ia kemudian berlari ke lantai atas sekolah yang memang selalu sepi, ia menangis sejadi-jadinya. ia berteriak "Kalian Jahat!!. ini kan bukan hari ulang tahunku". "kalian jahat, kalau ngasih kopi jangan lupa gulanya dong". hiks hiks..
Romlah terus menangis, sampai pada akhirnya datang seorang pemuda memberikannya sapu lidi. kok sapu lidi?? bukan. bukan sapu lidi, tapi sapu tangan dan tisu..
"Bersihkan mukakmu itu, kau terlihat semakin jelek dengan dandanan seperti itu". kata si pemuda. Romlah tidak menatap namun mengambilnya dan mengucapkan terima kasih. akan tetapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat pemuda itu ternyata Maknang. salah satu anggota F4. "tisunya Rp. 3500 dan sapu tangannya Rp 7000. jangan lupa bayar"...

Romlah tidak menyangka, di balik kenagkuhan F4 ternyata ada seorang yang hatinya sangat mulia. ia pun menjadi terharu dan mulai menaruh respek pada Maknang.

Sahabat terbaikku Ellysa Dewi

ini dia, wan op de bes op de beyutipul op de yak..yak..yak..
ma bes pren op de janggel op de porepes tu yu yang paling caem, paling blaem, paling gurih-gurih nyoi, paling badung bang plak timplung timplang. Ellysa Dewi..
Ellysa lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh di lingkungan kumuh nan jauh dari perhatian pemerintah. sehari-hari ia mencari nafkah dengan mencari jangkrik dan gendon. selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, hasilnya juga ia tabung untuk membayar uang sekolahnya...

*eh..

ini kok jadi kayak ORANG PINGGIRANNYA Trans 7 yak. adooh..
fokus..fokus..fokus..

Ellysa Dewi ini orang yang paling lembut semanajemen grup A 2010. bukan cuma tutur kata dan kulitnya yang lembut, tapi pakaiannya dan jempol kakinya juga lembut, bahkan orang-orang sering menyebut dia sebagai LELEMBUT..
Ellysa Dewi ini sohib ane bro. kami bedua sering banget berbagi satu sama lain. mulai dari berbagi sendal jepit, berbagi mi instan (nyeduh gan, maklum anak kos), sampai berbagi masalah (masalah ane ane ceritain ke dia, dia bantu, masalah ane selesai. Masalah dia dia ceritain ke ane, ane bantu, masalah dia tak kunjung selesai)..

selain tutur kata dan suaranya yang lebut dan halus waktu ngomong, Ellysa Dewi yang masih keturunan manusia ini (*eh) juga terkenal dengan medok Jawanya yang kental dan fasih sekali..
misalnya kata TUMBUK menjadi TOMBOK, PISAU menjadi PESO, KIRIM menjadi KEREM, TITIK menjadi...
AH SUDAHLAH....
anyway, biarpun medok Jawa, tapi menurut ane dia ga pande bahasa Aceh..
*lah, hubungannya apa yak? entahlah..

Ellysa Dewi ini adalah bunga yang wanginya menghipnotis kumbang-kumbang dan kutukupret-kutukupret untuk mendekati dan merayunya. tak kurang dari 10.000 kumbang pernah berusaha dan mencoba untuk mendapatkan hati si Somplak Ellysa Dewi ini (sengaja ane tambahin gelar kehormatan SOMPLAK, enak x sampeyan ya tak puji2 trus). baik yang berasal dari dunia nyata maupun gaib, baik yang memiliki tulang belakang maupun tidak, baik yang suka nongkrong di atas pohon maupun yang nongkrong di atas sungai, baik yang mukanya alis semua maupun yang jambang semua. semuanya naksir dan kesengsem berat sama Ellysa Dewi. kalo diibaratkan, Ellysa Dewi ini ibarat semut rang-rang di tengah2 gula..
*eh, kebalik yak?

Di Manajemen Grup A sendiri, ada beberapa orang yang pernah dekat dan mencoba mendapatkan cinta sang Dewi. ASEGEDEH. di antaranya Nizal, Fahri, Gondrong, LisGon, Alis, Nhi_Ez, Zhael, dan Fachrie. namun tak satupun dari nama-nama tersebut yang berhasil merebut hati sang Dewi. Entah bagaimana caranya untuk agar ia mengerti bahwa sejujurnya dan sebenarnya adalah bahwasanya yang demikian itu merupakan hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan...
x_x!!


yah, demikianlah artikel tentang salah satu teman terbaikku di Manajemen. lebih dan kelebihannya saya mohon maaf. Forza!!