Selasa, 03 Juni 2014

Mas Boy Before Mblewer Part VII

Romlah berinisiatif untuk mengakhiri semua kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya, Lisgon dan Maknang dengan datang ke rumah Lisgon seorang diri, dan dengan sepeda kecilnya ia kemudian bergegas pergi. Sesampainya ia di depan rumah Lisgon, Romlah melihat sebuah kendaraan mewah bermerek BMW (Becak Motor Warisan) berwarna Merah terparkir di sana. Belum sempat ia menurunkan kedua kakinya dari sepeda kecilnya, tiba-tiba Lisgon keluar dari rumah. Romlah yang melihat Lisgon kemudian berteriak memanggil..

"Lisgon! Tunggu! ada yang harus aku jelaskan! Kau salah faham!"

Lisgon yang saat itu sedang tidak ingin bertemu dengan Romlah maupun Maknang, langsung berlari ke arah kendaraan mewahnya (BMW yg tadi itu loh). Sambil menjulurkan lidahnya ia menoleh ke arah belakang dengan maksud untuk mengejek Romlah dan kemudian dengan buru-buru ia memacu kendaraan mewahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, kurang lebih 15 KM/Jam. Sadar kalau Romlah tak mungkin mengejar Lisgon, ia kemudian terduduk di pinggiran trotoar, ia tampak putus asa, namun mendadak muncul sebuah becak motor sport berwarna silver kekarat-karatan berhenti di dekat tempat Romlah duduk. Pengemudinya adalah seorang wanita yang cantik yang kemudian langsung membukakan pintu dan menyuruh Romlah untuk masuk supaya mereka bisa mengejar Lisgon. Dalam keadaan bingung, Romlahpun menuruti perempuan tersebut.

#Catatan, perbedaan becak motor mewah dengan becak motor biasa itu terletak di pintunya. jika becak biasa tidak memiliki pintu, maka BMW memilikinya. Bahkan pintu daruratnya juga ada.
Kejar-kejaranpun terjadi, Lisgon yang sadar tengah dibuntuti memacu BMWnya sampai menyentuh angka 19Km/jam. Tak mau kalah, BMW berwarna silver kekarat-karatan yang dikemudikan oleh si wanita cantikpun menambah kecepatan kendaraannya hingga mencapai 19, 001 KM/SMS...

#BLETAK!! tiba-tiba sang wanita cantik menimpuk kepala penulis dengan BMW Silver kekarat-karatannya...
Kita ulangi.

Tak mau kalah, BMW berwarna silver kekarat-karatan yang dikemudikan oleh si wanita cantikpun menambah kecepatan kendaraannya hingga mencapai 19KM/jam juga. kejar-kejaran semakin seru ketika Lisgon yang sudah unggul 2,5 meter tiba-tiba menepi saat seorang ibu-ibu menyetop BMW Lisgon..

"Bang, Lapangan Merdeka bang! 40rb ya"
"30rb lah bu ya, jauh loh bu. biasanya juga pasarannya 30rb nya"
"ah mahal x bang, biasanya aku bayar 40rb ke sana, kok sekarang tambah mahal?"
"okelah bu, 35rb lah ya bu. Biar berangkat kita nih"
"ah gak mau, 50rb, mau apa gak. kalo gak aku cari yang lain nih"
"baiklah bu, ayo naik". Ujar Lisgon..

dan setelah proses negosiasi yang berjalan alot tersebut, naiklah si ibu-ibu tadi ke BMWnya Lisgon. Namun karena proses negosiasi tadi berjalan cukup lama, jarak BMW Lisgon dengan BMW yang ditumpangi oleh Romlah menjadi semakin dekat menjadi hanya sekitar 2, 49 meter. Lisgonpun panik, dengan tergesa-gesa ia pun kemudian memacu BMWnya hingga 20KM/jam. Wuzz!!

Kejar-kejaran berakhir saat BMW Lisgon telah sampai di Lapangan Merdeka. Sembari memasang muka kusut ia pun mempersilahkan ibu-ibu tadi turun..
"Bu, kita udah sampai nih, ayo turun bu, silahkan!"
"Makasih ya bang, ni bang 50rb! lain x jangan mahal-mahal ngasih harga bang, bisa lari pelanggan"
"iya bu, maaf ya!" seru lisgon..

sementara si ibu-ibu tadi pergi menjauh dari BMW Lisgon, Lisgon dengan bersungut-sungut kemudian berkata..

"sial, seharusnya aku bisa dapat 30rb, eh malah cuma 50rb. naseeep saseeep! mau buntung malah untung"

SPEECHLESS!!

Tak disangka, ternyata BMW berwarna silver kekarat-karatan yang sejak tadi mengikuti Lisgon sudah berada tepat di belakang BMW Lisgon. Sebelum Lisgon sempat masuk kembali ke BMWnya, perempuan cantik pemilik BMW Silver kekarat-karatan tersebut langsung turun dan menodongkan pedang kayu ke arah Lisgon sambil memarahinya karena sudah tidak bersikap sopan pada wanita. Romlah yang mendengar percakapan itu dari dalam BMW Silver kekarat-karatan merasa tersanjung karena ia merasa mendapat pembelaan. Ia pun mulai simpati pada perempuan cantik tersebut. Sementara itu sang perempuan cantik yang masih menodongkan pedang kayu ke arah Lisgon membentak Lisgon..

"Kan udah kakak bilang, jangan pernah mau kalo dibayar lebih tinggi dari 30rb. Bisa untung kita nanti! gimana sih?"

Bagaikan kecebong hanyut di tengah parit pembuangan, Romlah yang semula merasa mendapat pembelaan tiba-tiba terhenyak. Ia tak menyangka bahwa wanita cantik itu ternyata memarahi Lisgon karena ibu-ibu tadi, dan bukan karena dia....

Wanita cantik itu ternyata adalah Delfi Yono Rapopo yang tak lain adalah kakak Lisgon. Meskipun selama ini terkesan kaku, kejam, dan galak ternyata Lisgon sangat takut pada kakaknya.

"Lisgon!! Pulang! kalau kau gak mau pulang, jangan pernah kau injakkan kakimu lagi di rumah tetangga ya!"
"I..I..Iya kak, aku pulang!" jawab Lisgon terbata-bata..

Sesampainya di rumah, ternyata di sana telah hadir jambang dan Bulqha.
"Hai Lisgon! keluar yuk! ada festival gulat jangkrik loh!" ajak Bulqha
"Kalau kau gak mau, temenin abang dangdutan yuk!" seru Jambang
"Ikh, Najis luh!" jawab Lisgon

Sayup sayup terdengar lantunan lagu indah nan eksotis..
"lay..lay..lay..lay..lay..lay..panggil aku si jablai, abang jarang pulang adek jarang dibelai..."

Lisgon yang sedang kesal kemudian bergegas masuk ke rumah dan menuju ke kamarnya, ia kemudian mengurung diri di sana hingga malam hari. Meskipun sudah dibujuk untuk keluar oleh Yono Rapopo..

"Dek keluar dong, kita makan bersama yuk!"
"Ogah! Aku gak haus!" Jawab Lisgon

Bulqha..

"Bro, keluar dong, kita liat Keong Sawah lagi balap liar yuk bro"
"Gak mao! nanti tiba-tiba ada razia, bisa ditangkap polisi kita"

dan Jambang..

"Bro, temenin abang dangdutan yuk!"
"Ikh, najis luh!!"

Lisgon tetap teguh pada pendiriannya, ia tidak mau keluar dan lebih memilih untuk tetap mengurung diri sambil kelaparan di kamarnya

Sementara itu, Yono Rapopo mengajak Jambang, Bulqha, dan Romlah untuk makan bersama. Kebetulan Yono Rapopo telah memesan sebuah menu masakan mahal khas eropa bernama Fresh Vegetables with javanese peanut sauce (PECAL). Sembari makan, Romlah kemudian menceritakan penyebab pertikaian antara Lisgon dengan Romlah dan Maknang kepada Delfi Yono Rapopo. Setelah selesai, Yono Rapopo kemudian mengantar Romlah pulang ke rumahnya dan mengucapkan terima kasih karena telah membuat adiknya menjadi lebih manusiawi


Sementara itu, saat rumah sepi. Lisgon keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Ia kemudian menuju ke dapur dan membuka kulkas..

"Laper juga bah! gak ada gunanya juga sih merajuk. Ah bodo amat, yang penting sekarang cari makanan. Bwahahaha"

 >:)

Saat Lisgon sedang memakan makanan yang tersedia di kulkas, tiba-tiba HPnya berbunyi, ternyata Maknang menelponnya. Kemudian dengan setengah hati ia menjawab telpon dari Maknang..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Temenin abang dangdutan yuk!"
"Ayuk!"

Makjeger, tiba-tiba suara petir mengingatkan penulis kalau ia sudah bosan terus-terusan bersuara untuk menyadarkan penulis kalau ceritanya sudah lari dari jalur..

Baiklah, kita ulang..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Anu, sebenarnya aku pingin menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang ada di antara kita bertiga. Bisakah kita bertemu di Kafe depan komplek bro?"
"Tak ada yang harus dijelaskan, semuanya sudah jelas. aku kecewa padamu mas, aku kecewa! pulangkan saja aku ke rumah orang tua sepupuku mas! ceraikan aku mas, ceraikan!!"

#Teros! Teros! Teroslah mengulah ya Lisgon, Penulis capek loh terus-terusan ngerevisi cerita. 

"Maaf deh Penulis, aku janji ga gitu lagi"
#Huh, tiada maaf bagimu"

"tolong maafin aku dong penulis, aku janji tidak akan mengulanginya lagi"

#janjimu, janji palsu. aku tak sudi untuk percaya lagi padamu. lebih baik kau pulangkan saja aku pada orang tua tetanggaku. ceraikan tetanggaku mas! ceraikan!


INI SEBENARNYA CERITA APA SIH????
#Yosh, mari kita ulangi lagi..

"Halo Bro"
"Ya, ada apa kau nelpon aku?"
"Anu, sebenarnya aku pingin menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang ada di antara kita bertiga. Bisakah kita bertemu di Kafe depan komplek bro?"
"Baiklah, kebetulan aku lagi lapar nih, tapi kau yang traktir ya!"
"Oukhay" Seru Maknang..

Sesampainya di kafe, Maknang dan Lisgon bersikap tenang, tidak ada raut kesal pada wajah Lisgon, yang ada hanya raut kelaparan. Setelah selesai makan dan membayar, Maknang kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun Lisgon yang semula bersikap baik (karena minta ditraktir) berubah menjadi dingin. Ia tak percaya dengan setiap kata-kata yang diucapkan oleh Maknang. Masalah yang semula ingin diselesaikan oleh Maknang bukannya selesai malah semakin runcing. Lisgon meminta Maknang menjauhi Romlah..

Ternyata Lisgon tidak main-main dengan perkataannya, ia mendatangi kantor kepala sekolah dan mengintimidasi kepala sekolah untuk mengeluarkan Maknang dan Romlah dari sekolah itu. Namun tak disangka, tiba-tiba Delfi Yono Rapopo muncul dan menjewer bibir sang adik sambil mengajaknya keluar dari kantor kepala sekolah.

Delfi Yono Rapopo kemudian mengajak seluruh personil F4 plus Romlah untuk pergi ke rumahnya. Di rumah, Delfi Yono Rapopo mengajukan sebuah proposal menarik ; Lisgon dan Maknang bisa menyelesaikan konflik mereka lewat adu ketangkasan di bidang olahraga, dan permintaan sang pemenang akan diikuti dan dipatuhi oleh seluruh anggota F4 plus Yono Rapopo dan Romlah. Lisgon berusaha protes, namun ia kalah suara karena semua mendukung keputusan Yono Rapopo 

Pertandingan pertama adalah balap karung. Maknang yang memiliki postur sedikit lebih tinggi diunggulkan dalam pertandingan ini. Saat pertandingan, Maknang unggul jauh namun akhirnya kalah karena ternyata karungnya sobek sehingga Maknang didiskualifikasi. Meski menang, namun Lisgon tetap bersedih karena karung kesayangan yang ditunggangi cedera parah (baca : hampir sobek) dan dinyatakan tidak akan pernah bisa dipakai untuk berlomba lagi.

Pertandingan kedua, Lisgon yang memilih dan hasilnya adalah adu jangkrik. Lisgon yakin Maknang pasti kalah, karena Maknang sangat tidak suka melihat hewan di adu. Lisgon yakin Maknang tidak akan mau melihat kedua hewan tersebut saling menyakiti. Romlah berusaha membujuk jangkriknya Maknang untuk mundur, namun jangkriknya malah menolak..

#hadeuh!! -_-!!
Akhirnya diputuskan bahwa adu jangkrik akan tetap dilaksanakan..

Sebelum adu jangkrik dimulai, masing-masing jangkrik melakukan pemanasan terlebih dahulu. Lisgon dan Maknang berusaha mengurut otot lengan dan kaki para jangkrik agar jangkrik-jangkrik tersebut tidak mengalami keram saat bertanding nanti..

Kedua jangkrik baik yang berasal dari sudut merah maupun sudut biru tengah berada di sudut lapangan sembari duduk dan mendengarkan arahan dari Lisgon maupun Maknang, namun sesaat sebelum wasit memanggil kedua jangkrik untuk menuju ke tengah ring, Romlah memberikan ciuman mesra kepada jangkriknya Maknang, alhasil, Lisgonpun cemburu dan tanpa sadar memencet (maaf kalau adegan ini terlalu vulgar) jangkrik jagoannya. Jangkrik tersebutpun terkapar, seluruh orangpun panik, dan berusaha menyelamatkan nyawa Jangkrik tersebut, namun naas, jangkrik tak dapat diselamatkan, ia meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Khusus Jangkrik. Seluruh Anggota F4 plus Delfi Yono Rapopo dan Romlahpun sedih, termasuk penulis yang juga sedih...

SEDIH KARENA KENAPA CERITA YANG PENULIS BUAT GAK ADA BENERNYA, KENAPA? KENAPA HARUS SI JANGKRIK YANG MATI? KENAPA AIR LAUT ASIN? DAN KENAPA AKU BERTANYA? KENAPA? TOLONG JANGAN JAWAB PERTANYAAN SAYA!!!

HENING!

#Sejenak mari kita melakukan hening cipta untuk mengenang dan mendoakan arwah jangkrik the warrior tersebut, semoga ia tenang di alam sana..

Karena Jangkrik Lisgon telah mati, eh maaf, meninggal dunia, akhirnya Lisgonpun didiskualifikasi sehingga otomatis Maknangpun menang.

Karena kedudukan seimbang, akhirnya digelarlah pertandingan ketiga. Kali ini, yang memilih adalah Romlah. Romlah memilih kompetisi renang di empang lele dan pertandingan akan dilakukan sepuluh hari setelah hari ini, tentu saja Lisgon yang fobia terhadap lele tak berkumis keberatan, namun Yono Rapopo mengingatkan Lisgon jika ia keberatan dan menolak untuk bertanding, maka Maknanglah yang dianggap sebagai pemenang.

Keesokan harinya, Lisgon terlihat murung di sekolah, Bulqha yang mengetahui hal itu kemudian menawarkan diri pada Lisgon untuk menjadi pengganti dirinya mengikuti lomba tersebut dengan alasan agar pertandingan tetap dijalankan sekaligus memberi pelajaran pada Maknang yang telah merebut kekasih sahabatnya sendiri.

Siapa sangka, belakangan Romlah juga buka suara dan menyebut kalau dirinya juga ingin menggantikan Maknang. Sudah tentu, pertarungan tidak seimbang itu jadi perbincangan  di seluruh sekolah. Para siswa-siswi sekolah tersebut, yang entah dari mana mendapatkan informasi tentang adanya perlombaan tersebut mulai meributkan dan bertaruh tentang siapa yang akan menang.

Monik yang juga mendengar tentang desas-desus perlombaan tersebut sempat memikirkan sejumlah rencana untuk mencegah Bulqha mengikuti pertandingan. Belakangan, Monik menemui Bulqha, yang langsung bisa menebak tujuan kedatangan gadis itu..

Kasus cinta segitiga Romlah dengan Lisgon dan Maknang juga terdengar oleh keluarga Romlah, Keluarga Romlahpun merasa kecewa dengan sikap yang diambil Romlah. Atas nasehat sang ayah, Romlah menemui Lisgon untuk menjernihkan masalah sekaligus meminta maaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar