Jumat, 04 April 2014

Mas Boy Before Mblewer Part III

Romlah dan sahabatnya, Moleh Kushinai pada akhirnya pergi juga ke pesta tersebut. dan di tengah-tengah acara, ternyata ada acara berdansa bersama. Atas desakan Molen Khusinai, akhirnya Maknangpun mengajak Romlah untuk pergi bersama dengannya ke tengah ruangan bermain catur. Romlahpun merasa sangat bahagia dan berbunga-bunga. Melihat kemesraan yang terjalin antara Romlah dan Maknang, Lisgonpun merasa biasa aja..

MAKJEGER! tiba-tiba petir menyambar kecoa peliharaan penulis dan membuat penulis tersadar bahwa cerita lagi-lagi keluar dari jalurnya..

Lisgonpun merasa cemburu. Lisgon kemudian memutuskan untuk pergi ke luar ruangan untuk mencari dana segar. Di pinggir empang, Lisgon melampiaskan segala kemarahannya dengan memukuli pemilik empang yang lagi asyik masyuk buang hajat sambil jongkok di balik pohon. Namun amarah Lisgon seketika berubah ketika ia melihat ada ikan lele tak berkumis di dekatnya. ia langsung histeris dan berteriak "KYAAAAA!!! jijik deh, jijik deh. Iiih, Wendi  kesel, kesel"..

Lah, kok Wendi??

Naas, saat berusaha mengusir ikan lele tak berkumis itu, Lisgon terjatuh ke dalam empang. syukurlah ia pandai berenang, tak heran, sebab Lisgon memang memiliki segudang prestasi dalam bidang tarik suara. (*eh) ketika berusaha untuk naik ke daratan, Lisgon yang saat itu tengah berenang melihat sebuah benda kuning panjang, mengambang di dekat ia berada. Lisgonpun penasaran, ia mengira itu adalah raja ikan lele yang sedang memakai jubah emas. dengan hati-hati ia mengendus raja lele tersebut..
sniff..sniff..sniff..sniff..
"Wah, baunya kok kayak T**k ya?"
kemudian ia memegangnya..
"Wah, kok teksturnya halus gemulai dan lembek-lembek gini ya? kayak T**k malah"
dan kemudian ia mengambil beberapa bagian dari populasi tersebut untuk dijadikan sebagai sampel, dan mencicipinya..
"Tuh kan, rasanya memang kayak T**k. ketahuan Lu, Lu ga usah nyamar-nyamar jadi Raja Lele deh, hahaha. Lu T**k kan?"
sebelum sang raja lele sempat menjawab, tiba-tiba lele tak berkumis tadi pun menampakkan dirinya dan berkata..
"itu memang T**k bro, itu hasil karya si pemilik empang"
Lisgon syok, ia terkejut, dan seketika pandangan Lisgon menjadi gelap, sepertinya ia akan pingsan. Namun, sebelum kesadarannya benar-benar hilang, sayup-sayup ia mendengar tawa si pemilik empang..
"HAHAHAHAHA, MAKAN TU BARANG GUWA!!"
dan Lisgonpun menjawab..
"GILE LU, NDRO!!"..
dan kemudian semuanya menjadi hening, dan gelap..

Beruntung, seorang siswa yang kebetulan baru selesai buang hajat di dekat empang melihat kejadian itu. Siswa tersebut kemudian berlari ke tengah-tengah pesta dan menceritakan proses dan tatacara dalam membuang hajat secara baik dan benar. Semua orang yang ada di ruangan tersebut terkesima dan kemudian bertepuk tangan. di akhir ceritanya, sang siswa pun berkata..
"bro. tadi ane liat ada sesuatu yang ngambang tuh di empang, tapi warnanya gak kuning. malah di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan alis"

Seketika itu Romlahpun terhenyak, ia tahu itu adalah Lisgon, dan ia tahu bahwa Lisgon dalam bahaya. kemudian ia berlari ke arah empang dan terjun ke dalamnya. Dengan gagah berani akhirnya ia berhasil menyelamatkan seluruh ikan-ikan lele yang ada di dalam empang..
"Kasian banget kalian wahai ikan lele, kalian tenggelam di empang ini sekian lama sampai-sampai kalian memiliki kumis. tapi tenang saja, aku sudah menyelamatkan kalian kok"
dan kemudian Romlah memberikan nafas buatan pada setiap ikan lele tersebut. Tentu saja ikan-ikan lele itu mati, bukan karena tak tahan berada di daratan, melainkan karena keracunan hawa nafas Romlah..

R.I.E LELE..
Rest In Empang Lele..

Sementara Romlah meratapi kematian para lele, Lisgonpun tersadar dari pingsannya. dengan bersusah payah kemudian Lisgon berenang ke sisi empang dan menatap ke arah Romlah. "Romlah, ternyata hatimu sangat mulia, begitu besarnya perhatianmu pada lele-lele itu. Aku terharu dan kagum padamu. Aku..Aku..". Belum sempat Lisgon meneruskan kalimatnya, ia langsung pingsan. mungkin karena ia kebanyakan minum air empang waktu ia pingsan tadi. Romlahpun panik, dan dengan membuang segala gengsi dan dendamnya pada si pemuda kaya raya yang angkuh itu, Romlahpun meminta pemilik empang untuk memberikan nafas buatan pada Lisgon..
Sebelum memberikan nafas buatan pada Lisgon, pemiliik empang berkata..
"MAKAN TU BARANG GUWA!!"..

Setelah sadar, Romlah dan Lisgon pun kembali ke pesta yang diadakan Maknang dengan pakaian yang basah kuyup. Lisgon yang merasa tidak enak pada Romlah kemudian menyuruh anak buahnya untuk membelikan pakaian mahal dan bagus untuk dirinya dan Romlah. Romlahpun segera memakainya di kamar mandi dan kemudian bergabung ke tengah-tengah acara, sementara Lisgon memutuskan untuk pergi ke empang lagi dan mengajak si pemilik empang untuk nonton wayang golek di kampung sebelah.

Romlahpun menjadi perhatian, mata semua pengunjung pesta kemudian tertuju kepadanya, bahkan kedua personil f4, yakni Bulqha dan Jambang terus menerus memuji baju yang dipakai Romlah..
"Wah, bajunya bagus banget ya. sayangnya yang make orangnya kayak gini" seru Bulqha
"Benar bro, meskipun yang make kayak gini, tapi bajunya bagus ya" kata Jambang.

Tiba-tiba, tunangan Maknang yang bernama Hera Somplak muncul dengan digandeng oleh Maknang untuk meniup lilin kue ultah. Somplak juga menyampaikan pengumuman penting yaitu bakal segera kembali ke Suriname dan tidak akan pulang lagi ke Indonesia. Sontak, Bulqha dan Jambang langsung kaget..
"Eh AYAM..AYAM..AYAM.."
sementara mata Romlah langsung berkaca-kaca, bukan karena ia sedih melihat pria yang dicintainya akan ditinggal oleh kekasihnya, tetapi karena ia juga memimpikan untuk bisa pergi ke Suriname.

Seusai mengumumkan hal tersebut, Somplak dan Maknang kembali masuk ke dalam rumah. Saat keduanya masuk ke dalam kamar, Maknang tidak tahan lagi dan langsung menumpahkan semua kekesalannya pada Somplak, yang hanya bisa meminta maaf. Saat keduanya tabok-tabokan, kejadian itu dilihat Romlah. Apes bagi gadis itu, keberadaannya diketahui oleh Maknang dan Somplak, untung dari belakang Lisgon yang baru datang dari kampung sebelah setelah batal menonton wayang golek karena tiba-tiba di sana ada puting beliung, muncul dan berhasil mengalihkan perhatian. Sambil berjalan menjauh, Lisgon melingkarkan tangannya ke bahunya sendiri dan menemani gadis malang itu di kedai kopi yang sepi, dengan caranya yang unik, Lisgon berusaha menghibur Romlah. Lisgon sukses membuat Romlah tenang, dan kemudian keduanya memutuskan untuk sama-sama menenangkan diri sejenak dengan minum kopi sisa semalam.

Setelah menenggak 1 cangkir kopi sisa semalam, Romlahpun mabuk berat. Romlah kemudian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Lisgon, Lisgonpun mengira dirinya bakal dicium, namun tiba-tiba Romlah malah muntah dan mengeluarkan saudara-saudaranya dari mulutnya. Saudara-saudara Ramlahpun kemudian mengotori pakaian mahal yang dikenakan Lisgon..

Keesokan harinya saat bangun, Romlah mendapati dirinya tengah berada di rumah Lisgon. Sempat hendak mengamuk, ia langsung berubah malu saat diingatkan akan kejadian malam sebelumnya oleh pembantu di rumah Lisgon. Baru saja Romlah hendak pulang, ia tertahan karena kepulangan BUDE Bemper, presiden PT. ENTERTHEWIND sekaligus ibu Lisgon. Lisgon panik saat tahu sang ibu bakal segera tiba, Lisgon langsung menelepon rekan-rekan F4-nya untuk meminta nasehat soal masalah Romlah. Lisgon sadar kalau latar belakang gadis itu bakal membuat Bude Bemper mengamuk. F4 kemudian menyamarkan Romlah dengan pakaian milik pemilik empang dan memperkenalkannya sebagai gadis dari keluarga terpandang. yang sedang menyamar. Tidak cuma itu, Romlah dikenalkan sebagai maskot F4 yang baru sebagai simbol kesederhanaan mereka. Tentu saja Bude Bemper tidak percaya dan meminta asistennya untuk mengecek latar belakang gadis itu. Romlah sempat diminta untuk memeragakan busana pengemis dan pemulung, ternyata penyamaran yang dilakukan Romlah sukses dan membuat Bude Bemper percaya. sebelum pulang, Romlah dihadiahi oleh Bude Bemper secarik surat dan sebuah bingkisan yang ia bawa dari Milano, Italia..
setelah dibuka ternyata isinya karung beras yang pernah dipakai oleh Monalisa untuk membuang sampah ketika ia masih hidup. dan isi dari surat itu adalah..


Dear Romlah..
Setelah melihatmu mengenakan pakaian pemulung dan pengemis, kau terlihat sangat cocok dengan kostum itu. Kau terlihat sangat menjiwai peranmu sebagai orang susah, bahkan mukakmupun bisa disusah-susahin gitu. Bude kagum samamu Romlah, dan Bude sengaja kasih hadiah itu supaya kau bisa lebih terlihat natural dan alamiah dalam menjalani peranmu.

Tabokan penuh cinta dari Bulek..
Bude Bemper

 Romlahpun menitikkan air mata dan tersenyum haru..

Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendapat kunjungan dari Somplak. Meskipun hatinya pedih, Romlah berusaha sekuat tenaga membujuk Somplak untuk tidak pergi ke Suriname demi Maknang. Ia tidak sadar bahwa saat keduanya berbicara empat mata, ada Lisgon yang tanpa sengaja sedang mendengarkan musik lewat headset di dekat mereka..

"Wooiii Lisgoon!! Woooii!!"
Penulis kemudian emosi dan menarik headset yang sedang digunakan Lisgon..
"Wooi Lisgon, ceritanya di sini ente nguping percakapan mereka, ngapa malah dengerin lagu pake headset?".
"Maaf pak, abis ini lagu keren banget pak. ngeROCK abis pak, coba deh dengarin.."
Penulispun tertarik untuk mendengarkannya, sayup-sayup terdengar alunan syair dari headset tersebut..
"Anggur merah, yang dulu memabukkan diriku, kuanggap belum seberapaaaaaaa....."
"BUSET!!, ini lagu ngeROCK banget dah. ane suka ni lagu. thanks bro" seru penulis..
"sama-sama brader". ujar Lisgon..


BLETAK!!!! BLETAK!!!
Penulis kemudian menimpuk kepala Lisgon dan kepalanya sendiri dengan botol Anggur Merah..
KEMBALI KE BENANG MERAH!!


Keesokan harinya di sekolah, Romlah mendapat kunjungan dari Somplak. Meskipun hatinya pedih, Romlah berusaha sekuat tenaga membujuk Somplak untuk tidak pergi ke Suriname demi Maknang. Ia tidak sadar bahwa saat keduanya berbicara empat mata, ada Lisgon yang tanpa sengaja sedang mendengarkan pembicaraan mereka..

BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar