Hari-hari berikutnya, kehidupan Romlah di sekolah tersebut masih sama seperti hari-hari sebelumnya. ia masih sering mendapatkan Perlakuan Tidak Menyenangkan dan Pencemaran Nama Baik dan masih sering dibully oleh teman-temannya.
#catatan : bagi yg ga ngerti apa arti bully, bully itu adeknya Olga..
Namun Romlah masih tetap tegar dan kuat. Ia selalu menunjukkan wajah yang ceria setiap kali ia datang ke sekolah, seolah-olah tak pernah terjadi kejadian buruk yang menimpa dirinya ketika berada di sekolah tersebut. tentu saja sikap Romlah itu membuat alis Lisgon mendidih. betapa tidak, dengan berbagai siksaan yang ia dan teman-temannya berikan pada Romlah, Romlah masih saja bisa bersikap ceria dan tetap bersekolah di sana..
#Sengaja penulis bikin serius, supaya benang merahnya dapet. ga akan ada lagi lucu-lucunya, penulis janji, kalo ga percaya, potong kuping kalian. MAKJEGER!!
Kekesalan Lisgon sudah mencapai puncaknya, bahkan sudah mencapai ubin-ubin..
#UBUN-UBUN WOOII, UBUN-UBUN..
#UBUN-UBUN WOOII, UBUN-UBUN..
Bersama Bulqha dan Jambang, Lisgonpun merencanakan untuk melakukan kejahilan terhadap Romlah. Dengan mengerahkan beberapa siswa yang merupakan anak buah mereka, Lisgon Cs berupaya menculik Romlah dan kemudian menjahiliinya habis-habisan sehingga Romlah menjadi kapok dan tidak akan datang lagi ke sekolah tersebut. Romlah yang saat itu tengah berenang di empang depan sekolah..
#Renang adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut, sebenarnya kolamnya sih ada, tapi Romlah merasa kurang greget kalo berlatih tanding dengan manusia, ia lebih senang berlatih tanding dengan ikan lele di empang karena lebih mainstream
merasa ada yang memperhatikannya dari jauh. tentu saja Romlah merasa was-was, berbagai fikiran negatif muncul di kepalanya "jangan-jangan itu yang punya empang", kemudian muncul fikiran negatif lain "jangan-jangan yang punya empang nganggap aku biawak yang sering ngabisin ikan lelenya dia". "atau jangan-jangan dia fikir aku lele duyung".
Namun ternyata, tak disangka dan tak diduga, orang yang memperhatikan Romlah bukanlah pemilik empang. orang yang memperhatikan Romlah dari tadi ternyata adalah orang suruhan Lisgon, Bulqha, dan Jambang untuk mencuri ikan lele di empang tersebut..
*Eh. kok ikan lele? -_-!! aduh, fokus..fokusss!!..
Orang tersebut kemudian berusaha menangkap Romlah, namun Romlah tak tinggal diam, ia memberikan perlawanan. Romlah menendang, meninju, dan mencubit pemilik empang yang kebetulan dari tadi duduk di pinggir empang. Pemilik empangpun pingsan, dan dengan jumawa Romlah berkata "Hohooho, rasakan jurus Bekicot Impor Pembawa Dusta milikku, hohoho, belum tau dia kehebatanku, jangan pernah kau menyepelekan aku wahai ki sanak. ilmuku sangat tinggi, asal kau tahu, lima tahun aku dulu belajar silat di tempat les Piano. hohoho".
*Eh. kok ikan lele? -_-!! aduh, fokus..fokusss!!..
Orang tersebut kemudian berusaha menangkap Romlah, namun Romlah tak tinggal diam, ia memberikan perlawanan. Romlah menendang, meninju, dan mencubit pemilik empang yang kebetulan dari tadi duduk di pinggir empang. Pemilik empangpun pingsan, dan dengan jumawa Romlah berkata "Hohooho, rasakan jurus Bekicot Impor Pembawa Dusta milikku, hohoho, belum tau dia kehebatanku, jangan pernah kau menyepelekan aku wahai ki sanak. ilmuku sangat tinggi, asal kau tahu, lima tahun aku dulu belajar silat di tempat les Piano. hohoho".
#Pasti Anda bertanya apa yang dilakukan oleh orang yang akan menangkap Romlah kan? dia bengong liat Romlah yang main hakim sendiri terhadap pemilik empang, padahal si Hakim kalo main selalu berdua sama si Budi. hadeuh, tahapa..
Sadar bahwa ternyata Romlah memiliki ilmu kanuragan yang tinggi, orang suruhan Lisgon kemudian memanggil teman-temannya lewat SMS..
"Bro, cepetan kirimkan pulsa ke nomor ini sebesar 20.000. tolong ya bro, jangan dibalas. ane lagi di empang"
dan tak sampai 7 tahun kemudian, teman-temannya pun datang..
"Bro, cepetan kirimkan pulsa ke nomor ini sebesar 20.000. tolong ya bro, jangan dibalas. ane lagi di empang"
dan tak sampai 7 tahun kemudian, teman-temannya pun datang..
Orang-orang suruhan tersebut kemudian mengepung dan berusaha menangkap Romlah. Romlah berusaha melawan dengan melayangkan dua-tiga kali tendangan dan pukulan ke arah pemilik empang. (*Eh). Posisi Romlah kemudian semakin tidak menguntungkan setelah tangan dan
kakinya dipegang dengan erat oleh orang-orang suruhan Lisgon. Romlahpun panik, ia kembalin berfikiran negatif "jangan-jangan mereka fikir aku ratunya lele, atau mereka mungkin berfikiran aku adalah putri duyung dari jenis lele. kumohon jangan, aku hanya perempuan biasa, kumohon, mereka akan menyesal menculikku setelah tau kalo aku bukan ratu lele, aku pasti akan mengecewakan mereka. huhuhu".
Namun sebelum keadaan bertambah
kacau, tiba-tiba muncul Maknang yang dengan santainya malah menanyakan resep Krabby Pattie ke pemilik empang (*Eh) Melihat
kehadiran Maknang, orang-orang suruhan Lisgon tersebut akhirnya kabur karena melihat
sahabat bosnya itu. Romlahpun terduduk di pinggiran empang, ia kemudian menatap ke arah Maknang dengan tatapan yang sayu sembari menengadahkan kedua tangannya dan mengucapkan sebuah kalimat yang menyayat hati..
"Pak, acian pak, eum ma'an ahi e'maham. intak uwit ima ibu pak, wat ma'an pak"
#sejenak penulis terenyuh membaca cerita yang penulis buat ini, sembari menitiskan air mata, penulis merasa iba, bukan iba pada Romlah yang ngemis-ngemis itu, bukan. Tetapi penulis iba sama pemilik empang yang dipukulin Romlah. salah dia apa ya? maafkan aku duhai pemilik empang, aku telah membuatmu menjadi pihak yang teraniaya di cerita ini. aku harap, kau tenang di empang sana. RIE (Rest In Empang)
"Pak, acian pak, eum ma'an ahi e'maham. intak uwit ima ibu pak, wat ma'an pak"
#sejenak penulis terenyuh membaca cerita yang penulis buat ini, sembari menitiskan air mata, penulis merasa iba, bukan iba pada Romlah yang ngemis-ngemis itu, bukan. Tetapi penulis iba sama pemilik empang yang dipukulin Romlah. salah dia apa ya? maafkan aku duhai pemilik empang, aku telah membuatmu menjadi pihak yang teraniaya di cerita ini. aku harap, kau tenang di empang sana. RIE (Rest In Empang)
Setelah kejadian itu, simpati Romlah pada Maknang semakin besar, dan di hari berikutnya, secara tidak sengaja ia kembali bertemu Maknang yang kedapatan sedang
mengagumi poster caleg terkenal berkumis tebal sekaligus alumnus sekolah mereka. kemudia Romlah menghampiri Maknang dan berkata "Kamu pemilu nanti milih dia ya? aku juga deh kalo gitu, aku akan ikutin apapun yang jadi pilihan kamu". dengan penuh kelembutan Maknang pun menjawab "milih dia? maksudnya? Oooh, hahaha. aku bukan sedang mengamati poster orang itu, tapi lagi liatin cicak yang lagi adu panco. noh, di sebelah poster itu". kemudian Maknang meninggalkan Romlah yang masih terpaku melihat cicak yang lagi adu panco, selang semenit kemudian, Romlahpun mengajak siswa-siswi laiinya untuk menyaksikan adu panco tersebut dan membuka taruhan serta menjadi bandar judi di pertandingan adu panco tersebut..
Keesokan harinya, Romlah terkaget-kaget ketika mengetahui kalau ia digosipkan hamil di luar nikah. Tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi, Romlah langsung mendatangi Lisgon. Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat
melihat Romlah mengambil kuda-kudaan..
BLETAK!!
iya..iya.. :(
kita ulangi ya..
Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat melihat Romlah mengambil kuda-kuda, dan tiba-tiba menendang Lisgon dengan jurus tendangan Welkam tu de Janggelnya di bagian kepala sehingga Lisgon terjatuh. Namun bukannya marah, Lisgon malah tersenyum dan kemudian berkata "pake yang warna abu-abu monyet ya?. ciyee, ketahuan ni yee.. Romlah pake warna abu-abu monyet... Romlah pake warna abu-abu monyet"..
BLETAK!!
iya..iya.. :(
kita ulangi ya..
Senyum kemenangan pria itu langsung berubah saat melihat Romlah mengambil kuda-kuda, dan tiba-tiba menendang Lisgon dengan jurus tendangan Welkam tu de Janggelnya di bagian kepala sehingga Lisgon terjatuh. Namun bukannya marah, Lisgon malah tersenyum dan kemudian berkata "pake yang warna abu-abu monyet ya?. ciyee, ketahuan ni yee.. Romlah pake warna abu-abu monyet... Romlah pake warna abu-abu monyet"..
BLETAK EGEN!!
ya ya, penulis ga becanda lagi deh :(
ya ya, penulis ga becanda lagi deh :(
Namun bukannya marah, Lisgon malah tersenyum dan mengambil
kesimpulan (yang salah) bahwa Romlah menaruh hati padanya. Dengan gayanya yang arogan kayak penjual degan, Lisgon mengatakan bisa
memberikan Romlah kemewahan layaknya anak kos bila bersedia menjadi kekasihnya. Romlah sakit hati, bukan karena ia ditembak Lisgon di hadapan orang banyak dengan sangat tidak romantis, namun karena ia ingin diberikan kemewahan yang lebih dari kemewahan layaknya anak kos. ia ingin kemewahan seperti yang dirasakan ibu kos..
Singkat cerita, Romlahpun pada akhirnya tahu dari dua personil F4 Lainnya (Bulqha dan Jambang) bahwa sang model di poster caleg yang dilihat Maknang adalah pria yang dicintai istri caleg tersebut. Romlah juga tahu bahwa cicak yang sedang adu panco kemarin itu adalah peliharaan wanita yang dicintai Maknang. Bisa ditebak,
Romlah yang sudah terlanjur menyukai Maknang langsung patah hati dan yang
menjadi sasaran kemarahan adalah Lisgon yang semula berusaha menghibur.
sangking kesalnya, Romlahpun membakar alisnya Lisgon.
Dasar
nasib, di hari berikutnya Romlah dan sahabat karibnya, Molen Kushinai yang sedang bermain dengan pemilik empang, kembali
berpapasan dengan Lisgon. Lisgon mengajak Romlah untuk datang ke pesta penyambutan wanita yang dicintai Maknang yang baru pulang dari luar negeri. Romlah pada awalnya menolak, namun berkat dorongan dari Molen Kushinai, akhirnya Romlahpun nyemplung ke dalam empang..
bersambung..
bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar