Minggu, 06 April 2014

Mas Boy Before Mblewer Part V

Semenjak skandal poto Romlah dengan abang hansip, ditambah dengan sikap Lisgon yang dingin dan tak lagi pernah menyapa Romlah. Romlah kembali menjadi bulan-bulanan para siswa. hari itu ia habis-habisan dikerjai oleh para siswa. Ada yang melempari Romlah dengan kacang, ada yang melempari Romlah dengan pisang, dan bahkan ada yang melempari Romlah dengan uang kertas pecahan seribu. tentu saja Romlah sangat sedih, dengan berurai air mata ia berkata..

"Besok-besok yang lima ribuan dong"..

Romlahpun nyaris menyerah, namun ia tak tahu ke kamera yang mana ia harus melambaikan tangan. Ia sempat mengharapkan munculnya sang dewa penolong (Maknang). namun harapannya sia-sia, Maknang tak kunjung datang. Secara mengejutkan tiiba-tiba muncul Lisgon yang datang menyelamatkan Romlah. Lisgon kemudian merangkul dan menggendong Romlah pergi dari tempat itu

Ketika berada dalam bopongan Lisgon, Romlah yang terlihat lemah kemudian menjelaskan bahwa ia tidak melakukan seperti apa yang dikira oleh Lisgon. Lisgon sangat khawatir, dengan suara yang juga pelan ia mengatakan..

"Ya, aku percaya kok. Oya, dapat banyak ga tadi? bagi goceng dong. lapar nih, kita beli bakso bakar di depan ya. Kita makannya di rumah aku aja, kebetulan mamaku udah beliin pizza. jadi kita bisa makan pizza featuring bakso bakar. Ga usah kawatir, mamaku sedang pergi ke Argentina, soalnya dia lagi pingin banget makan pecal, dan pecal dari Argentina adalah barang mewah, soalnya pecal adalah barang langka di sana. Berhubung mamaku suka barang mewah, itulah mengapa ia pergi ke sana"..

Di rumahnya yang megah, Lisgon merawat luka Bekicot impor peliharaannya yang terluka karena berantem dengan kecoa peliharaan tetangga. Sementara itu Romlah juga mengobati lukanya sendiri. Sambil mengobati luka Bekicot peliharaannya, Lisgon memarahi Romlah karena gadis tersebut membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan para siswa dan tidak mengutip uang bulanan dari para siswa yang mengerjainya

Setelah selesai merawat luka Bekicot impor kesayangannya, Lisgon kemudian membantu Romlah mengobati lukanya. Dengan handuk basah, Lisgon kemudian membersihkan luka yang ada di siku Romlah dari debu dan kotoran..

"Adu..duh! Atit..Anan keyas keyas.." rengek Romlah, manja..
"Iya, iya..mana lagi yang luka?" ujar Lisgon..
"itu tuh di dengkul. Adu..du..duh.. atit..atit anget. Anan keyas-keyas dong.."
"Iya..iya..tahan dong, biar cepat sembuh loh Romlah" kata Lisgon dengan penuh perhatian
"Aduh..duh..Anan keyas-keyas dong Lisgon"
"Lah, kan belum diapa-apain, ngapa berisik amat sih dari tadi? diam ga? kalo ga aku ga obatin lagi ni" Lisgonpun mulai emosi
"Eh, Belum yak? kirain udah, hehe. maaf deh"

Dengan telaten dan penuh perhatian, Lisgon merawat dan mengobati serta membersihkan luka-luka Romlah, namun saat membersihkan wajah Romlah, jantung Lisgon berdegup kencang. Sambil membaca ayat kursi ia kemudian melemparkan handuk yang digunakan untuk membersihkan luka ke muka Romlah..

"Romlah, besok-besok jangan pakai topeng yang ini ya. Pake topeng lain aja yang agak cakepan dikit, jangan yang ini lagi. aku takut liatnya"

Penyelidikan Bulqha dan Jambang akhirnya membawa mereka ke dalang dari peristiwa yang menimpa Romlah, yang ironisnya ternyata adalah Molen, sahabat dekat gadis itu. Di depan Lisgon, Molen akhirnya buka baju..

BLETAK!!! tiba-tiba kepala penulis disambit oleh Molen dengan tulang ikan lele "EH, PENULIS!! JANGAN ADA CERITA MESUMNYA DONG" teriaknya
"Maaf, maaf. keceplosan"

Molenpun buka mulut tentang alasan mengapa ia melakukan semuanya. Rupanya sejak ratusan, bahkan ribuan tahun silam, Molen kecil telah menyukai Lisgon semenjak TK dan bahkan sempat mengusir lele tak berkumis yang selalu membuat Lisgon ketakutan ketika mereka sedang bermain bersama di pinggir empang. Molenpun saat itu pernah membuat gambar yang menampilkan kedua orang yang sedang menikah. Molen juga menuliskan namanya sebagai pengantin pria dan nama Lisgon sebagai pengantin wanita..

BLETAK EGEN!! Molen lagi-lagi menimpuk kepala penulis. Namun kali ini tidak dengan tulang lele, melainkan dengan tubuh pemilik empang.GUBRAK..
"KALO NULIS CERITA ITU YANG BENAR DONG"

Baiklah, kita ulangi..

Molen juga menuliskan namanya sebagai pengantin wanita dan nama Lisgon sebagai pengantin pria. Namun saat melihat gambar Molen, Lisgon kecil langsung menginjak-injak gambar yang dibuat Molen karena ternyata tanpa sadar Molen juga menggambar lele tak berkumis sebagai penghulu mereka. Molen yang tak tahu mengapa Lisgon menginjak hasil karyanya sangat sedih dan berfikir kalau Lisgon melakukan hal itu karena wajahnya terlihat jelek. Sejak saat itu, Molen sangat depresi, ia sering mengurung diri di kamar dan bahkan terkadang juga mengurung orang tuanya di kamar mandi. Ia bahkan pernah beberapa kali pergi ke Jember untuk melakukan operasi plastik untuk mempercantik betisnya. Sambil tertawa tersedu-sedu, Molen menceritakan kisahnya tersebut kepada Lisgon.

Namun tak disangka, bukannya terharu Lisgon malah keliatan sangat marah. Dengan wajah dingin, Lisgon menyebut bahwa meski betis Molen sudah dipercantik, Ikan lele tak berkumis masih tetap ada dan hidup di empang seperti dulu..

#"Pembaca bingung? sama, saya juga.."

Paginya saat bangun, Romlah dikagetkan oleh para staf rumah tangga Lisgon yang siap melayaninya..
"Eh Copot..copot.. Eh Copot"
Bahkan, Kepala pelayan telah menyiapkan sarapan yang sangat spesial untuknya, yakni sebuah menu masakan yang berasal dari barat. Wajah Romlah terlihat sumringah..

#Sengaja diperhalus, kalau penulis buat Wajah Romlah terlihat sangat kelaparan, terlalu kasar. gak etis..

Ketika sampai di meja makan, ia terbelalak dengan menu spesial yang disajikan oleh staf rumah tangga Lisgon..

"Bah!! Kok ini? katanya dari barat, kok malah Rendang? kalian bohong!" ujar Romlah sambil berteriak emosi..
"Loh, ini kan memang dari Barat. Sekarang saya tanya, bagian dari pulau Sumatera yang ada di sebelah barat namanya provinsi apa?" tanya Inul Ladfian selaku kepala staf
"Sumatera Barat" jawab Romlah
"Trus kok anda keliatan ga suka dengan menu spesial ini? ga mau? ga suka? kalo memang ga mau dan ga suka, ga usah dimakan"
"bukan gitu, tapikan anda bilang tadi dari barat. jadi saya fikir.."
"MAU GAK? KALO GAK MAU SAYA BAWA KE DALAM NIH" Teriak Inul, kesal
"eh jangan-jangan. mau kok, mau.hehe" Ujar Romlah dengan wajah yang sumringah..

#Sekali lagi, sengaja kata-katanya penulis perhalus, karena kalau penulis buat wajah Romlah terlihat sangat kelaparan, terlalu kasar. gak etis banget..

Saat Romlah menikmati sarapan dengan menu spesial di rumah mewah milik Lisgon, pria itu justru malah mengunjungi rumah Romlah. Diiringi oleh pandangan gugup ayah-ibu dan adik gadis pujaannya, Lisgon mencicipi menu yang biasa disajikan oleh keluarga Romlah saat sarapan, yakni Jangkrik sambal pedas manis. dan ternyata Lisgon sangat menyukainya..

Di sekolah, sikap para siswa-siswi lain terhadap Romlah berubah drastis. Namun bukannya senang, Romlah malah marah melihat kemunafikan mereka. Saat berpapasan dengan Molen, Romlah menampar pipinya sendiri sebanyak dua kali dan kemudian berjalan pergi. Namun, Molen sadar kalau tamparan itu adalah bentuk sindiran dan perhatian Romlah terhadap dirinya. Molenpun kemudian menampar Romlah juga sebanyak dua kali dan mengatakan bahwa ia mengerti apa maksud Romlah dan mengucapkan terima kasih pada Romlah. Saat Romlah kembali ke meja kelasnya, ia menemukan sebuah boneka Jengglot bersuara Molen, yang isinya mengucapkan terima kasih pada gadis itu dan mengajaknya untuk suatu saat bertemu serta bersahabat lagi.

Di sekolah, Lisgon mengeluarkan pengumuman penting: Romlah secara resmi telah menjadi kekasihnya dan barang siapa mengganggu gadis itu maka akan berurusan dengan penulis..

#Loh, kok gue??

Kejutan tidak cuma sampai di situ, Maknang yang telah pulang dari bioskop mendadak muncul. Setelah resmi menjadi kekasih Lisgon, rumah Romlah dibanjiri hadiah berupa barang elektronik dan peralatan rumah tangga bekas. Tindakan tersebut nyatanya malah membuat Romlah tersinggung, ia melabrak Lisgon dan mengingatkan pemuda itu supaya tidak mengulangi tindakan itu lagi. 

#Bekas Sih..

Kemunculan Maknang mulai membuat hati Romlah resah, apalagi pemuda itu terlihat berbeda dari sebelum keberangkatannya ke bioskop. Ia tidak lagi murung melainkan selalu dikelilingi ikan-ikan lele. bahkan Maknang tidak segan menggoda istri pemilik empang..

BLETAK!! Oi Maknang, ceritanya di sini sampeyan godain Romlah, ngapa malah godain binik orang? pake dikelilingi ikan lele lagi. hadeuh

Okelah, kita ulang..

Kemunculan Maknang mulai membuat hati Romlah resah, apalagi pemuda itu terlihat berbeda dari sebelum keberangkatannya ke bioskop. Ia tidak lagi murung melainkan selalu dikelilingi cewek-cewek kece. bahkan Maknang tidak segan menggoda Romlah..

Dengan caranya yang unik, Lisgon sukses memaksa Romlah untuk berbelanja pakaian di toko bangunan. Rupanya, sang pewaris PT. ENTERTHEWIND tersebut ingin mengajak kekasihnya untuk berlibur bersama F4 ke sebuah pulau yang memiliki pantai yang sangat tidak indah dan tak ada istimewa-istimewanya. Tak lupa ia mengajak teman masa kecil Romlah, Monik untuk turut ikut serta delam liburan mereka
berikut foto-fotonya..


Suasana keindahan Pantai..


Suasana yang menimbulkan romantisme percintaan


Keasrian yang masih terjaga

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar