Saat mengantar Somplak ke bandahara bersama F4 (BANDARA WOOI BANDARAAA)..
Raut wajah Romlah mulai berubah semakin jelek ketika tahu kalau Maknang tidak muncul. Sebelum pergi, Somplak membisikkan sesuatu pada Romlah..
Raut wajah Romlah mulai berubah semakin jelek ketika tahu kalau Maknang tidak muncul. Sebelum pergi, Somplak membisikkan sesuatu pada Romlah..
"Asyhadu Alla Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah"
BLETAK! Penulis disambit oleh Maknang yang ternyata sengaja tidak muncul supaya bisa ngawasin penulis ketika nulis cerita ini..
BLETAK! Penulis disambit oleh Maknang yang ternyata sengaja tidak muncul supaya bisa ngawasin penulis ketika nulis cerita ini..
Oke, kita ulangi lagi..
Sebelum pergi, Somplak membisikkan sesuatu dan berpesan kepada Romlah supaya
gadis itu bisa membuat Maknang kembali tersenyum sepeninggal dirinya. Setelah
Somplak naik ke pesawat, barulah Maknang muncul sehingga Romlah kesal. Namun ternyata kali ini wajah Maknang tampak berseri-seri sambil menunjukkan tiket bioskop dan mengatakan kalau dirinya berencana untuk mengejar Somplak kalo ia udah punya duit buat beli tiket pesawat. Maknang mengatakan bahwa keberaniannya untuk pergi ke bioskop dan menonton film horor muncul berkat dukungan dan semangat dari pemilik empang. Sebelum pergi nonton bioskop Maknang mengecup kening Lisgon (dan sukses membuat Lisgon muntah-muntah)
BLETAK! Lagi-lagi penulis disambit salah satu karakter dalam cerita ini, namun kali ini bukan lagi Maknang yang nyambit penulis, melainkan si Lele tak Berkumis..
Oke, untuk kedua kalinya dalam part IV ini, penulis akan mengulang ceritanya lagi..
Oke, untuk kedua kalinya dalam part IV ini, penulis akan mengulang ceritanya lagi..
Sebelum pergi nonton bioskop Maknang mengecup ketiak Romlah (dan tetap sukses membuat Lisgon muntah-muntah). Selesai mengantar Somplak naik pesawat, Bulqha dan Jambangpun pergi. Hanya Lisgon dan Romlah yang masih tetap berada di sana. Lisgonpun menganggap ini kesempatan yang tepat dan berusaha untuk menyampaikan sesuatu pada gadis itu..
"Rom..Rom..Romi Rapael..Ai..Ai..Lop..Lope..Lope..Yu. kalo kamu menerima cintaku, kamu ga usah mengatakan apapun. tapi kalo kamu menolak, kamu ga boleh bersuara"
"Rom..Rom..Romi Rapael..Ai..Ai..Lop..Lope..Lope..Yu. kalo kamu menerima cintaku, kamu ga usah mengatakan apapun. tapi kalo kamu menolak, kamu ga boleh bersuara"
Dengan terbata-bata Lisgon mengungkapkan isi hatinya pada Romlah. Namun sial,
gemuruh pesawat membuat suaranya tidak terdengar sehingga Romlahpun tak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Lisgon barusan. Sementara Lisgon yang berfikir Romlah mengetahui apa yang ia katakan malah tersenyum penuh kemenangan..
"GYAAA HAHAH HAHAHAHAHA"
"GYAAA HAHAH HAHAHAHAHA"
Saat di sekolah,
tanpa basa-basi pewaris perusahaan PT. ENTERTHEWIND tersebut mengajak Romlah untuk berkencan nanti malam. Lisgonpun memilih sebuah tempat yang sangat romantis, jauh dari keramaian, nyaman, dan sejuk. Ia telah mempersiapkan tempat itu sejak kemarin malam dan juga telah membayar sebagian dari uang sewanya kepada pemilik empang. Molen kushinai yang saat itu berada di dekat mereka mendengar ajakan kencan Lisgon tersebut. Raut wajah Molen Kushinai langsung
berubah drastis. Wajahnya menjadi pucat seperti sedang menahan sesuatu, ia kemudian berkata..
"Duh! jangan di situ dong, itu kan tempat favorit aku buang hajat. kalo mereka mencium "KARYA" aku, pasti suasana akan semakin romantis. iiih!! Wendi sebel..sebel"
BLETAK!! Penulis kemudian menyambit kepala Wendi dengan sendal pemilik empang..
"Untuk kesekian kalinya kau hadir di ceritaku Wendi. Grrr.. Iihh, Sebel..sebel.."
Speechless
"Duh! jangan di situ dong, itu kan tempat favorit aku buang hajat. kalo mereka mencium "KARYA" aku, pasti suasana akan semakin romantis. iiih!! Wendi sebel..sebel"
BLETAK!! Penulis kemudian menyambit kepala Wendi dengan sendal pemilik empang..
"Untuk kesekian kalinya kau hadir di ceritaku Wendi. Grrr.. Iihh, Sebel..sebel.."
Speechless
Romlah yang mengira Lisgon hanya bercanda dan ingin kembali menjahilinya tidak memperdulikan ajakan tersebut. Setelah pulang dari sekolah, bukannya bersiap-siap dan berdandan agar terlihat cantik saat kencan pertamanya dengan Lisgon, Romlah malah pergi bersama ibunya ke arena balap Jangkrik untuk memasang taruhan..
Pada malam harinya hujan saljupun turun..
#Ceritanya di Indonesia ada hujan salju. Anggap ajalah begitu..
Romlah mulai merasa tidak enak dan memutuskan untuk mendatangi tempat balap Jangkrik tersebut. Ternyata Jangkrik yang menjadi jagoannya meninggal dunia karena minum racun Tikus setelah diselingkuhi oleh kekasihnya yang juga berasal dari kalangan Jangkrik. Romlah sangat sedih dan memutuskan untuk pergi ke empang, tempat di mana ia biasa menenangkan diri ketika sedang galau. Di tengah perjalanannya menuju empang, ia teringat akan janjinya untuk berkencan dengan Lisgon, ia pun merasa bersalah dan menyesal mengapa ia baru mengingat hal tersebut sekarang, mengapa tidak nanti saja ketika ia sudah tidur.
Sesampainya Romlah di empang, ia terkejut melihat Lisgon masih berada di sana sambil menggigil kepanasan.
Merasa bersalah, Romlah membelikan Lisgon segelas racun tikus sambil mengajaknya untuk naik ke puncak
sebuah gedung. Kencan singkat mereka terpaksa diperpanjang setelah pintu gedung tersebut terkunci tidak rapat.
(Mereka memperpanjang kencan mereka karena mereka memang ingin lama-lama di gedung itu, sebab di gedung tersebut mereka bisa melihat tembok.)
Akhirnya Romlah dan Lisgon ketiduran dan bermalam di sana. Ketika mereka sedang tidur, tanpa sengaja Lisgon memeluk Romlah. Romlahpun mendorong tubuh Lisgon karena mengira Lisgon ingin curi-curi kesempatan..
#HAYOO..Lisgon nakal..Lisgon nakal..aku cubit nanti ya alisnya..
(Mereka memperpanjang kencan mereka karena mereka memang ingin lama-lama di gedung itu, sebab di gedung tersebut mereka bisa melihat tembok.)
Akhirnya Romlah dan Lisgon ketiduran dan bermalam di sana. Ketika mereka sedang tidur, tanpa sengaja Lisgon memeluk Romlah. Romlahpun mendorong tubuh Lisgon karena mengira Lisgon ingin curi-curi kesempatan..
#HAYOO..Lisgon nakal..Lisgon nakal..aku cubit nanti ya alisnya..
Namun alangkah terkejutnya Romlah ketika mendapati tubuh Lisgon itu begitu panas.
"Eh AYAM..AYAM..AYAM.."
Dengan
telaten, Romlah menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut. Keesokan harinya, tanpa disadari seseorang mengambil
gambar saat Romlah dan Lisgon keluar dari gedung tersebut. Romlah sempat khawatir karena mengira kalau dirinya
bakal dimarahi oleh orang tuanya karena tidak pulang semalaman. Namun ternyata Orang tuanya memang memarahinya..
#apasih??
Kejutan terjadi di sekolah, Romlah disebut telah menjadi pacar pemilik empang diiringi dengan bukti foto yang menunjukkan Lisgon dan Romlah saat baru keluar dari gedung (???).. Bukannya membantah, dengan wajah serius tapi blo'on, Lisgon malah mengatakan bahwa ialah yang sebenarnya menjadi pacar Romlah dan langsung melingkarkan tangannya di pundak Romlah. Romlahpun tak mau kalah, ia juga melingkarkan tangannya ke pundaknya sendiri. Kabar tersebut membuat Molen Khusinai jatuh sakit, namun begitu dikunjungi Romlah dan mendengar pengakuan sang sahabat soal keadaan yang sebenarnya, gadis itu langsung ceria lagi.
Bulqha memutuskan untuk datang ke tempat Monik dan mencari tahu tentang Romlah dari teman kecilnya tersebut. Dengan
kharisma bulu kakinya, Bulqha berusaha mempengaruhi Monik supaya menasehati Romlah agar menjauhi Lisgon. Siapa sangka, aksi tersebut malah membuat Monik marah, dan kemudian membentak-bentak Bulqha dengan keras. siapa sangka, nenek Monik tiba-tiba berteriak dari lantai dua..
"WOI, UDAH JAM 12 MALAM NIH. ORANG MAU TIDOR. KALO MAU TERIAK-TERIAK SONO AJA DI HUTAN!!!". Teriakan dan kemarahan neneknya Monik membuat bulu kaki Bulqha merinding. Bulqha yang playboy diam-diam terpesona dengan nenek dari sahabat karib Romlah itu. Istimewa..
"WOI, UDAH JAM 12 MALAM NIH. ORANG MAU TIDOR. KALO MAU TERIAK-TERIAK SONO AJA DI HUTAN!!!". Teriakan dan kemarahan neneknya Monik membuat bulu kaki Bulqha merinding. Bulqha yang playboy diam-diam terpesona dengan nenek dari sahabat karib Romlah itu. Istimewa..
Romlah diajak ke sebuah pos hansip oleh Molen, Romlah dan Molen kemudian dugem di sana sambil minum kopi sisa semalam. Karena kebanyakan minum kopi sisa semalam, Romlah kemudian tidak sadarkan diri dan saat terbangun keesokan harinya, ia mendapati dirinya di sebuah kamar dengan pakaian minim dan tulisan di kaca. "KAMI BISA MENGATASI MASALAH ANDA KARENA KAMI MENYEDIAKAN OBAT PANU, KADAS, KUDIS, DAN KURAP. HUBUNGI 08566xxxxxx". Romlah sempat waswas dan mulai memikirkan hal-hal terburuk. Benar saja, di sekolah. Romlah menjadi
bulan-bulanan para siswa yang terus-menerus mengejeknya. Ketika masuk ke dalam kelas, matanya tertuju ke arah mading dan alangkah terkejutnya Romlah
"EH..AYAM..AYAM..AYAM.."
ketika melihat foto dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama para hansip. Romlah berusaha membantah, namun usahanya tersebut sia-sia, tak ada seorangpun yang percaya dengan apa yang ia katakan. Romlah sangat sedih, ia kemudian berlari keluar kelas dan masuk ke toilet. setelah pintu toilet tertutup, terdengarlah suara "PREEETT".."PROOTTT".."PREEETT".."PRETETTET".."AAAAHHHH...LEGAAAAAAAAA!!!!!"
Setelah keluar dari toilet Romlahpun kembali ke kelas. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Lisgon tengah menatap foto dirinya yang berada di mading. Lisgonpun berkata..
"Ganteng juga abang hansip itu ya"
Sejak melihat foto itu, Lisgon menjadi pendiam dan sering terlihat murung. Bulqha dan Jambang memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan dibantu oleh Monik, Bulqha dan Jambang sukses menangkap hansip yang ada di foto bersama dengan Romlah. Sementara itu, Lisgon mendapat kunjungan dari Molen yang memberikannya kunci pos hansip, tempat di mana Romlah dan abang hansip kedapatan 'berselingkuh'. Dengan wajah sedih, Romlah berusaha menghibur Lisgon sambil menyebut bahwa Lisgon tidak pantas ketawa hanya karena melihat foto Romlah dengan pria lain. Ucapan itu justru malah membuat Lisgon itu marah. lisgonpun berteriak..
"NANGES NIH NANGES :'( BUKAN KETAWA"..
Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan pemilik empang..
BLETAK!! tiba-tiba pemilik empang berusaha menyambit penulis dengan Bumerang, namun sayangnya penulis berhasil menghindar dan senjata tersebut malah kembali ke arah pemilik empang dan mengenai kepalanya sendiri..
Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan kejadian yang dialami Romlah..
BERSAMBUNG...
"EH..AYAM..AYAM..AYAM.."
ketika melihat foto dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama para hansip. Romlah berusaha membantah, namun usahanya tersebut sia-sia, tak ada seorangpun yang percaya dengan apa yang ia katakan. Romlah sangat sedih, ia kemudian berlari keluar kelas dan masuk ke toilet. setelah pintu toilet tertutup, terdengarlah suara "PREEETT".."PROOTTT".."PREEETT".."PRETETTET".."AAAAHHHH...LEGAAAAAAAAA!!!!!"
Setelah keluar dari toilet Romlahpun kembali ke kelas. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Lisgon tengah menatap foto dirinya yang berada di mading. Lisgonpun berkata..
"Ganteng juga abang hansip itu ya"
Sejak melihat foto itu, Lisgon menjadi pendiam dan sering terlihat murung. Bulqha dan Jambang memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan dibantu oleh Monik, Bulqha dan Jambang sukses menangkap hansip yang ada di foto bersama dengan Romlah. Sementara itu, Lisgon mendapat kunjungan dari Molen yang memberikannya kunci pos hansip, tempat di mana Romlah dan abang hansip kedapatan 'berselingkuh'. Dengan wajah sedih, Romlah berusaha menghibur Lisgon sambil menyebut bahwa Lisgon tidak pantas ketawa hanya karena melihat foto Romlah dengan pria lain. Ucapan itu justru malah membuat Lisgon itu marah. lisgonpun berteriak..
"NANGES NIH NANGES :'( BUKAN KETAWA"..
Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan pemilik empang..
BLETAK!! tiba-tiba pemilik empang berusaha menyambit penulis dengan Bumerang, namun sayangnya penulis berhasil menghindar dan senjata tersebut malah kembali ke arah pemilik empang dan mengenai kepalanya sendiri..
Lisgonpun sadar kalau perubahan sikap Molen ada hubungannya dengan kejadian yang dialami Romlah..
BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar